BACAAJA, SOLO — Generasi muda di Kota Solo kembali dapat “tugas negara”. Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kota Solo periode 2026–2030 resmi dilantik di Balai Kota Surakarta, Kamis (5/3/2026).
Pelantikan dilakukan langsung oleh Wali Kota Solo, Respati Ardi di Balai Tawangarum. Momen ini jadi penanda bahwa para mantan anggota paskibraka itu kini punya peran baru: jadi duta nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat, terutama di kalangan pelajar.
Respati menegaskan, pelantikan ini bukan sekadar seremoni. Menurutnya, para duta yang baru dilantik harus benar-benar bisa jadi contoh buat generasi muda lainnya.
Bacaaja: Ikut Launching Jaksa Sayang Anak di Solo, Respati: Jangan Ada Lagi Kekerasan Anak
Bacaaja: Respati Apresiasi Nafar Ramadan, Minta Sekolah di Solo Ikut Bikin Program Serupa
“Perjalanan ini baru awal. Jadilah contoh integritas, keteladanan, serta semangat persatuan dan gotong royong,” kata Respati dalam sambutannya.
Ia juga berharap anak-anak muda Solo bisa menunjukkan energi positif bagi bangsa dan negara.
Respati mengingatkan bahwa Solo bukan kota biasa. Kota ini punya sejarah panjang soal perjuangan dan budaya.
Karena itu, menurutnya, generasi muda harus bisa meneruskan semangat tersebut.
“Kota Surakarta adalah kota budaya dan kota perjuangan. Dari kota ini saya berharap lahir generasi tangguh dengan jiwa nasionalisme kuat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya nilai-nilai Pancasila ditanamkan sejak dini, terutama di kalangan pelajar.
Respati juga mendorong DPPI Solo supaya tidak berhenti di acara pelantikan saja. Setelah ini, mereka diminta langsung menyusun program kerja yang bisa dijalankan di masyarakat.
Pemerintah Kota Solo, kata dia, siap mendukung kegiatan yang bertujuan memperkuat nilai kebangsaan.
“Setelah ini segera buat program. Kira-kira apa saja tugas Duta Pancasila ke depan. Terus berkarya dan jaga kehormatan ini sepenuh hati,” katanya.
Respati berharap para duta ini bisa jadi wajah nasionalisme anak muda di Solo, sekaligus menjaga semangat Pancasila tetap hidup di tengah masyarakat Kota Bengawan. (*)


