Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Media AS Laporkan Arab Saudi-Israel Dorong Trump Serang Iran, Begini Tanggapan Riyadh
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Media AS Laporkan Arab Saudi-Israel Dorong Trump Serang Iran, Begini Tanggapan Riyadh

R. Izra
Last updated: Maret 3, 2026 9:36 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
Asap mengepul di Teheran, setelah militer Israel melancarkan serangan ke Iran, Sabtu (28/2/2026).
Asap mengepul di Teheran, setelah militer Israel melancarkan serangan ke Iran.
SHARE

BACAAJA – Timur Tengah lagi panas banget. Amerika Serikat di bawah komando Donald Trump meluncurkan serangan udara besar-besaran ke Iran lewat operasi bertajuk “Epic Fury”, Sabtu (1/3/2026).

Targetnya nggak main-main: kepemimpinan dan instalasi militer Teheran.

Menurut laporan The Washington Post, ada dorongan intens dari dua sekutu dekat Washington di kawasan, yakni Israel dan Arab Saudi yang beribu kota di Riyadh.

Bacaaja: Iran Klaim Berhasil Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln, AS Membantah
Bacaaja: Kutuk Serangan ke Iran, MUI Desak Pemerintah Pertimbangkan Mundur dari BoP

Empat sumber yang mengetahui pembahasan internal menyebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman sama-sama mendorong Trump ambil langkah militer terhadap Iran.

Di jam pertama serangan, laporan awal menyebut Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei tewas, bersama sejumlah pejabat senior lainnya. Operasi ini disebut sebagai misi gabungan AS–Israel untuk mengakhiri hampir empat dekade kekuasaan Khamenei.

Kalau benar, ini jadi salah satu momen paling dramatis dalam sejarah politik modern Iran.

Lobi senyap Arab Saudi dan kampanye terbuka Israel

Menurut sumber yang sama, MBS disebut melakukan beberapa panggilan pribadi ke Trump dalam sebulan terakhir untuk mengadvokasi serangan tersebut. Padahal di depan publik, Riyadh konsisten bilang mendukung jalur diplomasi.

Di sisi lain, Netanyahu memang sudah lama terang-terangan mendorong serangan ke Iran. Ia memandang Teheran sebagai ancaman eksistensial bagi Israel.

Kolaborasi dorongan “senyap dan terang-terangan” itu disebut-sebut bikin Trump makin mantap menekan tombol operasi udara skala besar, meski sebelumnya penilaian intelijen AS menyebut Iran kecil kemungkinan jadi ancaman langsung ke daratan utama Amerika dalam satu dekade ke depan.

Dalam pidato video yang ditujukan ke rakyat Iran saat bom-bom dijatuhkan, Trump tampil percaya diri.

“Tidak ada presiden yang bersedia melakukan apa yang saya lakukan malam ini,” ujarnya.

Ia bahkan menyebut rakyat Iran kini “punya presiden yang memberi mereka apa yang mereka inginkan”, sambil menantang bagaimana respons selanjutnya.

Langkah ini jelas beda jauh dari kebijakan puluhan tahun Washington yang cenderung menahan diri untuk tidak menjatuhkan rezim Iran secara langsung.

Respons Riyadh

Tak lama setelah laporan itu viral, Riyadh melalui Kedutaan Besar Saudi di Washington langsung angkat suara.

Lewat pernyataan juru bicara Fahad Nazer, mereka menegaskan Arab Saudi konsisten mendukung solusi diplomatik dan tidak pernah melobi Trump untuk mengambil kebijakan berbeda terhadap Iran.

Sebelumnya, MBS bahkan disebut sempat berbicara dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan menegaskan wilayah Saudi tidak akan digunakan untuk menyerang Iran.

Namun situasi berubah cepat. Usai serangan besar-besaran itu, Iran mulai melancarkan serangan ke negara-negara tetangga yang menampung pasukan AS.

Amerika bersama Saudi, Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab kemudian merilis pernyataan bersama yang mengecam aksi Iran karena menargetkan negara dan warga sipil di kawasan.

Konflik ini bikin suhu geopolitik makin naik. Bukan cuma soal AS vs Iran, tapi juga menyeret banyak negara Timur Tengah dalam pusaran ketegangan baru.

Dengan gugurnya Ali Khamenei yang sudah berkuasa 36 tahun, babak baru politik Iran kemungkinan besar akan dimulai — dan dunia kini menunggu, apakah ini akan mereda atau justru makin membesar. (*)

You Might Also Like

No Debat! Roberto Baggio Tempatkan Messi Lebih Baik dari Pele dan Maradona

Semarang Kota Terandal 2026

Daftar Korban Akibat Demonstrasi di Akhir Agustus 2025: 10 Orang Meninggal, Ribuan Luka dan Ditangkap

Truk Kecelakaan Belum Dievakuasi, Kemacetan Tugurejo Mengular

Gempa 4,9 Guncang Bekasi: Jakarta Ikut Kaget, KRL Sempat Tersendat

TAGGED:amerika serikatarab saudiheadlineirangisraelriyadh
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Dua Ruas Jalan di Blora Diresmikan, Ekonomi Siap Tancap Gas
Next Article Prabowo dan Trump, Kedekatan Tapi Tanpa Pengaruh

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Dari 22,5 Ribu Lulusan PAUD, Hanya 12 Ribu yang Daftar SD Negeri

Pingin Dagangan Laris? Ikuti Doa-doa Ini

Masya Allah Kalimat Singkat Maknanya Dalam Banget, Kapan Penggunaannya?

Semut Datang Terus? Coba Amalkan Doa Nabi Sulaiman AS Ini

PERIKSA KESEHATAN RUTIN - Pemeriksaan kesehatan harian merupakan implementasi nyata budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang terus ditanamkan di lingkungan PLN Icon Plus.

Personel Sehat, Layanan Hebat: PLN Icon Plus Konsisten Perkuat Budaya HSSE melalui Daily Health Checking

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

BEM BERSATU - Sejumlah civitas akademika kampus ramai-ramai membantah terlibat dalam koalisi mahasiswa tandingan: BEM Bersatu. (ist)
Info

Siapa Dalang BEM Bersatu? Mendedah Kebohongan, Kampus Ramai-ramai Bantah Kirim Perwakilan

Juni 18, 2026
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudin dan para anggota Komisi X DPR RI berfoto bersama para pelajar saat berkunjung ke Wamena Pegunungan Papua. UU Sisdiknas dinilai sudah tidak relevan dengan kondisi lokal wilayah Papua. Foto: dok.
Pendidikan

RUU Sisdiknas dan “PR Besar” Papua Pegunungan: Ketika Pendidikan Tak Cukup Sekadar Regulasi

Oktober 8, 2025
Ilustrasi Bus Haryanto alami kecelakaan.
Info

Kronologi Kecelakaan di Tol Tembalang, Bus Haryanto Diduga Potong Jalur Truk Trailer

Mei 2, 2026
Pendidikan

Josepha Mau Dijadikan Duta, Drama LCC Belum Sepenuhnya Adem Lagi

Mei 19, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Media AS Laporkan Arab Saudi-Israel Dorong Trump Serang Iran, Begini Tanggapan Riyadh
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?