Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kemenpar Dorong Shiva Festival Naik Level Nasional
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Plesir

Kemenpar Dorong Shiva Festival Naik Level Nasional

Kalau selama ini ke Prambanan cuma buat foto estetik pas golden hour, kayaknya itu harus di-upgrade. Pemerintah lagi ngebut bikin Prambanan bukan sekadar candi megah, tapi pusat spiritual tourism kelas dunia. Kuncinya? Prambanan Shiva Festival.

T. Budianto
Last updated: Februari 17, 2026 3:44 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
NYALAKAN DIPA: Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyalakan dipa dalam upacara Mahashivaratri di Kompleks Candi Prambanan, Sleman, DIY, Minggu (15/2/2026). (Foto: Kemenpar)
SHARE

BACAAJA, SLEMAN– Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mendorong Prambanan Shiva Festival jadi agenda unggulan pariwisata nasional. Targetnya nggak main-main: memperkuat posisi Candi Prambanan sebagai destinasi budaya dan spiritual kelas dunia.

Festival yang puncaknya ada di perayaan Mahashivaratri ini dinilai bukan cuma ritual keagamaan, tapi juga pengalaman wisata yang meaningful, yang bukan cuma bikin takjub, tapi juga bikin ekonomi sekitar ikut gerak.

“Dari sisi kepariwisataan, Prambanan Shiva Festival diharapkan jadi program unggulan yang bisa meningkatkan kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara,” kata Ni Luh saat menghadiri upacara Mahashivaratri di Kompleks Candi Prambanan, Minggu (15/2/2026).

Baca juga: Sebelas Event Wisata Jateng Masuk KEN 2026

Event budaya kayak gini bukan cuma soal seremoni. UMKM lokal, pekerja seni, hotel, sampai sektor jasa pariwisata di sekitar kawasan ikut kecipratan dampaknya. Festival jadi semacam mesin penggerak ekonomi berbasis budaya.

Mahashivaratri sendiri jadi puncak rangkaian festival yang sudah dimulai sejak 17 Januari 2026. Ribuan dipa (pelita) dinyalakan dalam Festival Dipa, diiringi denting alat musik damaru yang bikin suasana candi terasa magis dan khusyuk.

Simbol Harmoni

Belum lagi atraksi video mapping yang menyelimuti dinding Candi Prambanan, visualnya megah, tapi tetap membawa pesan spiritual dan kebersamaan. “Ini simbol harmoni spiritual dan toleransi antarumat beragama,” ujar Ni Luh.

Sejak ditetapkan sebagai situs warisan dunia oleh Unesco pada 1991, Candi Prambanan memang sudah punya nama global. Tapi menurut Wamenpar, tantangannya sekarang adalah bagaimana menjadikannya lebih dari sekadar bangunan bersejarah.

Tren pariwisata dunia sekarang bergeser. Wisatawan nggak cuma cari hiburan, tapi pengalaman yang terasa dekat dengan budaya, alam, dan masyarakat lokal. Spiritual tourism dan pilgrimage tourism makin relevan, apalagi dengan data yang menunjukkan populasi umat Hindu dunia naik sekitar 12 persen dalam satu dekade terakhir, mayoritas di Asia-Pasifik.

Baca juga: Jateng Lagi Serius Garap Pariwisata

Artinya? Potensi pasar ada. Tinggal bagaimana pengelolaannya tetap menjaga kesakralan. “Kami harapkan agenda seperti Prambanan Shiva Festival ini mampu menghidupkan Candi Prambanan, bukan sekadar monumen, tapi living monument yang kita jaga bersama kesuciannya,” tegasnya.

Selain ritual, festival juga diramaikan kegiatan MICE lewat International Conference Prambanan Shiva Festival di Wisnu Mandala, menghadirkan narasumber dari berbagai negara.

Di tengah tren healing dan self-discovery, Prambanan kayaknya nggak mau cuma jadi latar reels 15 detik. Pemerintah pengen candi ini naik kelas, dari spot foto jadi pusat spiritual global. Tinggal kita, mau datang cuma buat konten… atau sekalian cari kontemplasi. (tebe)

You Might Also Like

Dari Lawang Sewu Sampai Borobudur dalam Satu Kayuhan

Anglomerasi, Cara Jateng Hapus Sistem Open Dumping Sampah

Ganjar Beri Jawaban Menohok saat Ditanya Isu Pemakzulan Gibran: Urus Karhutla Lebih Penting!

Karhutla Landa Lereng Gunung Lawu, Pemadaman Terkendala Perkara Ini

Parah! Sudah Sebulan setelah Bencana, Ada Kampung di Aceh yang Masih Terisolasi

TAGGED:candi prambananheadlinekemenparwisata jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Penanganan Longsor Ungaran Ditarget Rampung Seminggu
Next Article Akses Grobogan-Semarang Putus, Pemprov Kebut Pemasangan Jembatan Armco

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Catat! Ini Syarat Pekerja yang Terima BSU 2026, Gaji Maksimal Rp 3,5 Juta

Dua Atlet Meninggal Saat Porprov, Pengamat Soroti Persiapan dan Manajemen Risiko

Penerima Bisyaroh Semarang Melonjak 52 Persen, Siapa Saja yang Kebagian?

APBD 2027 Bukan Uang Pribadi, Sekda Jateng Ingatkan Pejabat Jangan Nekat

Jumlah Penerima Insentif Guru Sekolah Minggu Naik 300 Persen!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Mangrove untuk Daratan yang Terus Mundur

Juni 8, 2026
Ekonomi

Jangan Sampai Nyangkut, Pemprov Jateng Buka Posko THR

Maret 4, 2026
Walikota Semarang Agustina Wilujeng saat meninjau proyek pembangunan rumah pompa di Petudungan Semarang. Foto: dok/pemkot
Daerah

Banjir Bukan Takdir! Wali Kota Semarang Gaspol Bangun Rumah Pompa Baru di Petudungan

September 5, 2025
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) cum Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Sudaryono. (ist)
Hukum

Gerindra Jateng: Soal Sudewo, Tunggu KPK

Januari 20, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kemenpar Dorong Shiva Festival Naik Level Nasional
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?