Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Parkir Ramai, Duit Sepi? DPRD: Ada yang Nggak Beres
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Parkir Ramai, Duit Sepi? DPRD: Ada yang Nggak Beres

Setiap hari parkiran penuh, dari pasar sampai pinggir jalan. Tapi anehnya, duit parkir yang masuk ke kas daerah kok segitu-gitu aja. DPRD Kota Semarang pun angkat alis dan bilang: ini potensi gede, tapi belum tergarap serius.

T. Budianto
Last updated: Januari 22, 2026 3:52 pm
By T. Budianto
3 Min Read
Share
PARKIR ELEKTRONIK: Petugas Dinas Perhubungan Kota Semarang melakukan sosialisasi parkir elektronik kepada sejumlah petugas parkir di kawasan Thamrin, Semarang, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- DPRD Kota Semarang menyoroti pendapatan daerah dari sektor parkir yang dinilai masih jauh dari kata maksimal. Padahal, jumlah kendaraan di ibu kota Jateng ini bukan main banyaknya.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Suharsono menyebut, potensi parkir di Kota Atlas sangat besar. Data kasar saja, jumlah mobil di Semarang mencapai sekitar 200 ribu unit, sementara sepeda motor tembus lebih dari 600 ribu unit.

“Saya pernah hitung sederhana. Kalau satu kendaraan parkir 10 kali saja dalam setahun, pendapatan bisa sampai Rp80 miliar. Itu baru 10 kali parkir,” kata Suharsono, Rabu, (21/1/2026). Bandingkan dengan kondisi sekarang. Pendapatan daerah dari sektor parkir di Kota Semarang masih berkisar di angka Rp3,5 sampai Rp3,6 miliar per tahun. Angka yang dinilai jauh dari potensi sebenarnya.

Baca juga: Liburan Nataru, Pemkot: Urusan Parkir Aman

Menurut Suharsono, kondisi ini jadi sinyal kuat perlunya evaluasi total pengelolaan parkir di Kota Semarang. Mulai dari sistem, pengawasan, sampai komitmen menjalankan aturan. “Bagaimana caranya bikin sistem parkir yang tertib, aman, nyaman, dan yang pasti bisa nambah pendapatan daerah,” ujarnya. Ia mencontohkan daerah lain yang lebih dulu berhasil mengelola sektor parkir.

Daerah Lain

Di Yogyakarta, pendapatan parkir pasar saja bisa mencapai Rp2 miliar. Sementara di Semarang, dari seluruh objek parkir, totalnya hanya Rp3,6 miliar. “Kita harus belajar dari kota lain, seperti Jogja, Solo, Surabaya. Bahkan Surabaya, lima tahun lalu saja pendapatan parkirnya sudah Rp36 miliar,” katanya.

Menurutnya, evaluasi sektor parkir harus dilakukan secara menyeluruh agar pendapatan asli daerah (PAD) bisa sesuai dengan potensi yang ada. Kuncinya ada pada kemauan belajar, komitmen bersama, dan kepatuhan terhadap regulasi.

Baca juga: Kas Semarang Aman, Target Hampir Kesentuh

“Payung hukumnya ada, di undang-undang maupun peraturan menteri. Tinggal dilihat, ini salahnya di mana, pengelolaannya seperti apa,” ujarnya. Ia juga menyoroti metode pengelolaan parkir yang sudah berjalan bertahun-tahun tanpa perubahan signifikan.

Menurutnya, kalau caranya masih sama, hasilnya pun akan tetap sama. “Kalau metodenya nggak diubah, ya pendapatannya juga nggak akan pernah berubah,” tegasnya. Parkiran penuh tiap hari, tapi kas daerah tetap kurus. Jangan-jangan yang gemuk cuma rompi oranye, sementara PAD masih diet bertahun-tahun. (tebe)

You Might Also Like

Jateng Panen Penghargaan: Layanan Kesehatan Ngebut, Warga Desa Ikut Ketularan Sehat

PRPP Jateng Konsisten Catatkan Kerugian, Pemprov Ungkap Faktor Ini

Fadia Arafiq Bupati Pekalongan Dituntut 5 Tahun Penjara dan Bayar Rp2,6 Miliar

Alumni Paskibraka Diajak Perangi Narkoba

Menilik Gunung Busuk yang Terus Bertumbuh di Jatibarang Semarang

TAGGED:headlinekota semarangparkirpemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pemprov Bekali Kades Biar Nggak Nyemplung Korupsi
Next Article Puluhan Ribu Arsip Kuno Jateng Alih ke Digital

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

November Mulai Basah, Musim Hujan Jateng Bisa 8 Bulan

Demi Challenge Rp1 Juta, Pemuda Bondowoso Lecehkan Al Quran

Jejak Karier Nanang Haryono, Kapolresta Sleman Sehari-Semalam

Belum Genap 24 Jam Pimpin Sleman, Nanang Langsung Dimutasi

COD Emas Batangan Rp250 Juta Berujung Perampokan di Kediri

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

KOLASE--Kakek Prabowo Subianto, Margono Djojohadikusumo (kiri) dan ulama besar KH Sholeh Darat.
Info

Kakek Prabowo Disandingkan dengan Ulama Besar KH Sholeh Darat, Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Agustus 19, 2026
Ilustrasi warga binaan dalam penjara.
Hukum

Guru di Probolinggo Dipenjara Gara-gara Gaji Dobel, Pakar: Salah Administrasi, Bukan Korupsi

Februari 20, 2026
Info

Jelang Pembukaan Seleksi CASN 2026, Pemprov: Jangan Percaya Calo Berkedok Orang Dalam

Juni 25, 2026
Sepak Bola

Darurat Degradasi, PSIS Borong 12 Pemain

Januari 8, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Parkir Ramai, Duit Sepi? DPRD: Ada yang Nggak Beres
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?