BACAAJA, JEPARA – Tiga kabupaten di kaki Gunung Muria: Kudus, Jepara, dan Pati diterjang bencana banjir dan longsor, dalam waktu hampir bersamaan.
Tiga orang tewas dalam peristiwa di Muria Raya tersebut. Sementara, belasan ribu warga lainnya terdampak.
Di Jepara, hampir 3.600 kepala keluarga di Lereng Gunung Muria, di Jepara, terdampak longsor.
Bacaaja: Kapal Keruk Buat Bencana Kena Bea Cukai Rp30 M, Purbaya: Gak Masuk Akal!
Bacaaja: Banjir Bandang dan Longsor Landa Jepara hingga Putus Akses Jalan, Warga Terisolasi
Akses utama beberapa desa sempat putus total, warga terisolasi berhari-hari.
Longsor terjadi setelah hujan deras turun beberapa hari. Di Desa Tempur, Keling, Jepara tercatat ada 23 titik longsor yang menutup jalan desa.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turun langsung ke lokasi, Selasa (13/1/2026). Ia bilang kondisi terparah memang ada di Tempur.
“Kondisi yang paling parah terjadi di Desa Tempur, Jepara,” kata Ahmad Luthfi di lokasi.
Akibat longsor, enam rumah rusak ringan dan satu rumah rusak berat. Dua unit usaha warga ikut terdampak, aktivitas ekonomi ikut tersendat.
Beruntung, respons darurat dilakukan cepat. Akses darurat kini sudah bisa dilalui motor berkat kerja bareng Basarnas, BPBD, relawan, TNI, dan Polri.
“Sekarang akses darurat sudah bisa dilewati kendaraan roda dua,” ujar Luthfi.
Pemprov Jateng juga menyiapkan alat berat untuk membuka jalan. Fokusnya bukan cuma darurat, tapi juga penanganan jangka menengah.
“Fokus utama penanganan adalah sungai dan akses jalan. Kebutuhan dasar warga dipenuhi lewat dapur umum,” katanya.
Bantuan logistik disalurkan pakai motor karena jalan belum sepenuhnya pulih. Anak-anak dan lansia jadi prioritas utama.
Pemprov Jateng juga mengucurkan bantuan bahan pokok, KUBE, dan Belanja Tidak Terduga (BTT) Rp260 juta khusus untuk Desa Tempur.
“Bantuan sudah kami salurkan dan akan ditambah kalau masih dibutuhkan,” kata Luthfi.
Warga setempat, Adil, mengaku dampaknya sangat terasa. Jalan desa itu satu-satunya akses warga untuk bekerja.
“Empat hari hujan deras, langsung longsor. Mau cari bensin saja susah. Harapannya jalan cepat diperbaiki,” ujarnya.
Selain Jepara, Pemprov Jateng juga menangani dampak bencana di Kudus dan Pati. Bantuan logistik sudah dikirim sejak Senin (12/1/2026).
Kepala Dinsos Jateng Imam Maskur mengatakan bantuan berasal dari APBD dan APBN. Isinya mulai dari makanan siap saji, tenda, kasur, sampai perlengkapan anak.
Nilai bantuan logistik tercatat Rp140,7 juta untuk Jepara, Rp133,3 juta untuk Pati, dan Rp188 juta untuk Kudus. Penanganan masih terus berjalan, fokus utama tetap keselamatan warga dan pemulihan aktivitas.
Tiga korban tewas warga Kudus
Di Kabupaten Kudus, mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, salah satunya anak perempuan berusia 5 tahun.
Korban tewas pertama berinisial Angga Winata (26) warga Desa Bacin, Kecamatan Bae, yang meninggal dunia setelah terpeleset arus sungai yang deras.
Korban selanjutnya, Sriyatun warga Desa Menawan, Kecamatan Gebog yang meninggal dunia pada Minggu (11/1/2026) setelah material longsor menimpa warungnya.
“Dua orang dewasa dan satu anak lima tahun yang kemarin malam sempat hilang,” kata Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Ahmad Munaji, Senin (12/1/2026).
Sementara di Pati, banjir juga menerjang sejumlah wilayah hingga menimbulkan kerusakan infrastuktur parah. (bae)


