Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Akademisi: Ekonomi Jateng On The Track, Tapi……
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Akademisi: Ekonomi Jateng On The Track, Tapi……

Perekonomian Jateng lagi bikin grafik naik ke kanan. Investasi masuk, tenaga kerja terserap, dan pertumbuhan ekonomi tembus di atas rata-rata nasional. Di tengah riuh target dan capaian, para akademisi ikut angkat topi, setidaknya, arah kebijakannya dinilai sudah di jalur yang benar.

T. Budianto
Last updated: Desember 28, 2025 9:10 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
OUTLOOK 2026: Sejumlah narasumber tampil dalam acara Outlook 2026: Refleksi, Capaian, dan Tantangan Pembangunan Jawa Tengah di Semarang, Sabtu (27/12/2025). (Foto: Pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Kinerja Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen sepanjang 2025 mulai menunjukkan hasil. Meski belum genap setahun memimpin, mesin ekonomi Jateng sudah kelihatan panas dalam arti positif.

Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Prof Firmansyah menilai, ekonomi Jateng di awal kepemimpinan Ahmad Luthfi bergerak ke arah yang sehat.

Data bicara. Pada triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,37 persen year on year, lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,04 persen. Angka ini juga naik dibanding semester I 2025 yang tercatat 5,13 persen.

“Bagus. Terbukti pertumbuhan ekonominya tinggi,” ujar Firmansyah seusai acara Outlook 2026: Refleksi, Capaian, dan Tantangan Pembangunan Jawa Tengah di Semarang, Sabtu (27/12/2025).

Menurutnya, arah pembangunan Pemprov Jateng juga sudah sejalan dengan RPJMD 2025-2029. Bahkan, sejumlah indikator kinerja utama mulai tercapai lebih cepat dari yang diperkirakan.

Salah satunya terlihat dari tren kemiskinan. Data BPS mencatat, persentase penduduk miskin di Jawa Tengah pada Maret 2025 berada di angka 9,48 persen, turun dari 9,58 persen pada September 2024. Penurunannya memang tipis, tapi konsisten.

Baca juga: Ekonomi Jateng On Fire: Duit Muter, Pabrik Tumbuh

Meski begitu, Firmansyah mengingatkan bahwa kemiskinan tetap jadi pekerjaan rumah besar. Target jangka panjang menuju 2045 yang berada di kisaran nol koma persen bukan perkara ringan. “Ini sudah on the track, tapi PR-nya masih panjang. Frame ke sana harus jelas,” ujar Firman, sapaan akrabnya.

Dari sisi investasi, ia juga mengapresiasi kebijakan Ahmad Luthfi yang mendorong investasi padat karya. Dampaknya terasa langsung ke masyarakat. Pada triwulan III 2025, nilai investasi di Jawa Tengah mencapai Rp66,13 triliun dan menyerap 326.462 tenaga kerja, angka yang bikin provinsi lain di Pulau Jawa mulai melirik.

Namun, menurut Firman, investasi besar harus dibarengi kesiapan sumber daya manusia. Ia menekankan pentingnya penguatan pendidikan vokasi, mulai dari SMK hingga diploma, agar kebutuhan industri bisa terpenuhi. “Skill teknis itu krusial. Kalau mau sambut industri, vokasi itu kuncinya,” tegas dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip tersebut.

Berbasis Fakta

Penilaian senada disampaikan Plt Kepala BPS Jateng, Endang Tri Wahyuningsih. Ia menyebut capaian Pemprov Jateng sepanjang 2025, mulai dari pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan dan pengangguran, hingga pengendalian inflasi masih berada di jalur yang direncanakan.

BPS, kata Endang, akan terus hadir memberi data dan analisis agar kebijakan pembangunan berbasis fakta, bukan sekadar asumsi. “Data harus terintegrasi supaya program tepat sasaran dan benar-benar berdampak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jateng, Zulkifli, menyebut tahun pertama kepemimpinan Ahmad Luthfi sudah diisi banyak capaian. Selain layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, pertumbuhan ekonomi Jateng bahkan masuk 10 besar nasional. “Ini sesuai target RKPD Perubahan 2025,” katanya.

Baca juga: Luthfi Ngebut Kembangkan Pelabuhan, Target Dongkrak Ekonomi Jateng Lewat Logistik

Ia juga menambahkan, realisasi investasi triwulan III 2025 menjadikan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan serapan tenaga kerja tertinggi di Pulau Jawa. Tapi ke depan, tantangan tak lagi sekadar membuka lapangan kerja, melainkan meningkatkan kualitasnya. “Kita harus siapkan industri high class. Bukan cuma soal orang kerja, tapi kualitas kerja dan pengetahuannya,” tandas Zulkifli.

Ekonomi Jateng sudah ngebut, investor datang, tenaga kerja terserap. Tinggal satu pertanyaan klasik, apakah kualitas SDM bisa lari secepat angka statistik? Karena grafik boleh naik, tapi kalau skill masih jalan santai, industri high class bisa keburu belok arah. (tebe)

You Might Also Like

30 Ribu Rumah di Jateng Bakal Dibedah Tahun Ini

Tak Punya KTP Semarang? Kini Tetap Bisa Daftar Sekolah dari Awal

Agenda Besar Jokowi: Exit Strategi dan “Menolak Punah”

Gugatan Bonatua Menang! KIP Minta KPU Buka Data Ijazah Jokowi ke Publik

Luthfi Cek Rest Area, Biar Liburan Nataru Nggak Jadi Drama

TAGGED:ahmad luthfiekonomi jatenggubernur jatengheadlinepemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Taj Yasin: Wayang Nggak Cuma Buat Orang Tua
Next Article Ketika Kampus Diajak Bangun Daerah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SIDANG TPPU--Jaksa membacakan replik kasus pencucian uang terdakwa Gus Yazid dan Andhi Nur Huda di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (12/8/2026). (bae)

Jaksa: Gus Yazid Terima Duit Rp20 Miliar Atau Gak, Tetap Dijerat TPPU

Pelatih Basket Jateng Diduga Aniaya Pemain, Perbasi Turun Tangan

Luthfi Ingin Bank Jateng Jadi “Bank Sejuta Umat”

HUT ke-81 RI, Naik Trans Jateng Cuma Bayar 19 Persen

Bukan Sekadar Aspal, Ini Sebab Jalan Majapahit Cepat Rusak

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sampah plastik yang mencemari perairan di Indonesia. Indonesia ngehasilin 60 juta ton sampah per tahun, dan 17%-nya adalah plastik. Dari jumlah itu, hampir 10 juta ton plastik udah nyasar ke laut. Foto: dok/DLH Buleleng Bali.
EkonomiNasional

DPR Gaspol Urus Lingkungan: Dari Sampah Sampai Perdagangan Karbon, Semua Disikat!

September 8, 2025
Ilustrasi teknologi deepfake AI.
Hukum

Geger Deepfake AI SMAN 11 Semarang: Chiko Bikin Konten Bokis Mengerikan

Oktober 15, 2025
Sepak Bola

Mbappe Lagi Ganas, Tapi Spanyol Punya ‘Kutukan’ Buat Les Blues

Juli 14, 2026
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim saat memimpin kunjungan kerja spesifik di PT Chandra Asia Pasific. Dalam kesempatan ini, DPR menyoroti kondisi Indonesia yang sedang kekurangan garam industri. Foto: dok.
Ekonomi

Garam, Gas, dan Gagal Paham: Industri Ngeluh, Pemerintah Bingung

Agustus 25, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Akademisi: Ekonomi Jateng On The Track, Tapi……
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?