Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 6.000 Nomor Diduga Disadap, Keluarga Jokowi Tak Tersentuh?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

6.000 Nomor Diduga Disadap, Keluarga Jokowi Tak Tersentuh?

Nugroho P.
Last updated: November 8, 2026 1:59 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo
Mantan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Dugaan penyadapan ilegal terhadap ribuan nomor telepon seluler kembali memunculkan pertanyaan soal siapa saja yang menjadi target operasi tersebut. Menariknya, sejumlah nama yang dikenal dekat dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) justru disebut tidak masuk dalam daftar sasaran.

Contents
Ginting Soroti Komposisi Target SadapSebut Potensi 14 Perwira Tinggi Terseret

Pengamat politik dan militer Universitas Nasional (UNAS), Selamat Ginting, menyoroti tidak munculnya nama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, hingga Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.

Padahal, dari sekitar 6.000 nomor telepon yang diduga menjadi sasaran penyadapan ilegal, terdapat sejumlah tokoh politik dan pejabat negara. Komposisi nama-nama tersebut dinilai menarik untuk dicermati, terutama karena ada tokoh yang selama ini dikenal kritis terhadap Jokowi.

“Tidak ada orang-orang lingkaran dekat Jokowi,” kata Ginting kepada wartawan, Sabtu (7/11/2026).

Selain Gibran, Kaesang, dan Bobby, nama Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Pratikno juga disebut tidak ditemukan dalam kelompok sasaran yang disorot Ginting.

Ginting Soroti Komposisi Target Sadap

Ginting mempertanyakan mengapa sejumlah tokoh yang dikenal berseberangan dengan Jokowi justru masuk dalam daftar yang menjadi perhatian, sementara orang-orang dekat mantan presiden tersebut tidak tercantum.

“Ada tuh yang kontra dengan Jokowi misalnya. Itu ada apa? Kemudian Wapres Gibran juga tidak ada,” ujarnya.

Menurutnya, komposisi nomor yang diduga menjadi target penyadapan perlu ditelusuri lebih jauh. Sebab, persoalan ini bukan hanya menyangkut siapa yang disadap, tetapi juga kemungkinan adanya kepentingan tertentu di balik aktivitas tersebut.

Dia mengingatkan, dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto tidak bisa dipandang sebagai perkara pidana biasa. Kasus ini menyangkut keamanan kepala negara sekaligus kredibilitas sistem keamanan nasional.

Ginting bahkan menilai perkembangan perkara tersebut berpotensi menjadi perhatian dunia internasional.

“Dunia juga melihat ini. Ini bukan isu nasional lagi, tetapi isu internasional,” katanya.

Sebut Potensi 14 Perwira Tinggi Terseret

Tak berhenti pada komposisi target penyadapan, Ginting juga memperkirakan perkara ini berpotensi menyeret lebih banyak pejabat tinggi kepolisian.

Dia menyebut ada sekitar 14 perwira tinggi yang menurut perkiraannya berpeluang terseret dalam pengusutan kasus tersebut.

“Saya sampai menghitung ketika tanggal 1, ini ada sekitar 14 perwira tinggi yang akan terseret, yang saya duga akan menjadi tersangka,” ungkapnya.

Meski demikian, perkiraan tersebut merupakan pandangan Ginting. Penetapan tersangka tetap harus didasarkan pada hasil penyidikan dan alat bukti yang ditemukan aparat penegak hukum.

Kasus dugaan penyadapan ilegal ini pun masih menyisakan banyak pertanyaan. Publik kini menunggu pengungkapan lebih jauh mengenai siapa saja yang menjadi sasaran, bagaimana operasi tersebut dijalankan, serta siapa pihak yang bertanggung jawab. (*)

You Might Also Like

Jejak Remisi Putri Candrawathi, Hukuman Terus Menyusut Perlahan

Dua Bupati Kader Golkar di Jateng Terjaring OTT KPK, Saleh: Evaluasi Kepala Daerah, Beri Pembekalan Khusus

Masuk Rumah Bidan Diam-diam, Warga Geruduk Tuntut Kadus Mundur

KUHAP Baru Resmi Berlaku, Mantan Jaksa Agung: Cermin Negara Otoriter & Darurat Hukum

Sidang Sudewo Tetap Jalan, Pendukung Boleh Demo Asal Kalem

TAGGED:jenderal listiyo sigit prabowojokowipenyadapanpenyadapan ilegal
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Habiburokhman: Prestasi Listyo Bisa Bernilai Nol
Next Article DETIK-DETIK JATUH -- Helikopter Puma terjatuh saat sedang mengambil air di Sungai Barito, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11/2026). Menegangkan! Detik-detik Helikopter Water Bombing Karhutla Kalsel Jatuh saat Ambil Air di Sungai Barito

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Turis Jerman Kepincut Pesona Candirejo

Lapas Purwodadi Tanam 3.000 Meter Persegi Okra

Ilustrasi persiapan personel menghadapi tanggap darurat bencana banjir.

Semarang Siaga Bencana, Warga Bisa Lapor Lewat Call Center 112

Pengangguran Gen Z Tembus 17 Persen

TERIMA PENGHARGAAN: Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang mewakili perusahaan, menerima penghargaan CNN Indonesia Awards 2026. (ist)

Dipimpin Ady Setiawan, PDAM Tirta Moedal Raih Penghargaan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Budi Prasetyo. (ist)
Hukum

KPK Konfirmasi Tangkap Bupati Hamenang dan Ahmad Luthfi dalam OTT di Klaten

Oktober 16, 2026
Hukum

Puasa Tinggal Hitungan Hari, Polrestabes Gelar Operasi Pekat

Februari 14, 2026
Bella Puspita Sari menangis di pengadilan usai sidang pembacaan peninjauan kembali, Senin (4/5/2026). (bae)
Hukum

Ratapan Tangis Bella Pecah di Penjara, Tak Kuasa Tahan Rindu kepada Anak Bayinya

Mei 4, 2026
SIDANG TPPU--Jaksa penuntut umum menjelaskan alasan batal hadirkan eks Pangdam Widi Prasetijono dalam sidang TPPU di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (24/6/2026). (bae)
Hukum

Widi Eks-Ajudan Jokowi Masih Bertaji? Jampidmil Belum Berani Hadirkan Mantan Pangdam ke Sidang

Juni 24, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 6.000 Nomor Diduga Disadap, Keluarga Jokowi Tak Tersentuh?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?