BACAAJA, SEMARANG – Menghadapi puncak musim hujan yang diprediksi berlangsung pada Januari–Februari 2027, BPBD Kota Semarang mulai memperkuat kesiapsiagaan. Posko, personel, peralatan evakuasi, hingga logistik darurat disiapkan untuk mengantisipasi banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya.
Ketua BPBD Kota Semarang Endro Pudyo Martantono mengatakan, Tim Reaksi Cepat (TRC) disiagakan untuk melakukan pemantauan serta penanganan apabila terjadi bencana.
Selain personel, BPBD memastikan kesiapan perahu karet, pompa portabel, kendaraan operasional, dan logistik kebutuhan darurat. Pemantauan juga dilakukan melalui Early Warning System (EWS) dan informasi tinggi muka air.
Bacaaja: Peta Wilayah Rawan Banjir di Semarang, Warga Siap-siap saat Hujan Datang
Bacaaja: Pakar Soroti Arah Pembangunan Kota Semarang: Soal Pesisir hingga Tata Ruang
“BPBD bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) telah menyiagakan posko, peralatan, dan logistik darurat,” ujarnya, Sabtu (7/11/2026).
Ketika hujan lebat berlangsung dalam waktu lama, BPBD memantau informasi BMKG serta ketinggian air sungai dan rumah pompa secara berkala. TRC dapat bergerak untuk melakukan asesmen, evakuasi, hingga penyaluran bantuan.
Penanganan banjir, menurut Endro, membutuhkan keterlibatan banyak instansi. DPU Kota Semarang menangani pompa, drainase, dan pengerukan sungai. Sementara BBWS Pemali Juana mengelola sungai serta pompa yang menjadi kewenangan pusat.
Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan mendukung penanganan pengungsian serta layanan kesehatan. TNI, Polri, dan relawan turut membantu proses evakuasi.
BPBD juga memperkuat koordinasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan melalui program Kecamatan dan Kelurahan Tangguh Bencana. Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) serta relawan kampung menjadi bagian penting dalam pemantauan kondisi lapangan.
Gladi kesiapsiagaan yang digelar pada 20 Oktober lalu turut melibatkan TNI, Polri, kecamatan, kelurahan, dan relawan.
Untuk mempercepat penanganan, laporan masyarakat dapat disampaikan melalui Call Center 112 dan diteruskan kepada Pusdalops BPBD.
Kesiapan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadapi musim penghujan, ketika respons cepat dan koordinasi lintas instansi sangat menentukan penanganan bencana. (dul)

