Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Warga Ambal Diajak Sigap Hadapi Ancaman Longsor
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Warga Ambal Diajak Sigap Hadapi Ancaman Longsor

Nugroho P.
Last updated: September 15, 2026 6:47 pm
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
Kapolres Banjarnegara AKBP Dr. Aruma Chandra Dewi, SIK, M.Krim bersama sejumlah pejabat di acara sosialisasi dan edukasi masyarakat menghadapi bencana tanah longsor.
SHARE

BACAAJA, BANJARNEGARA – Memasuki musim penghujan, warga Desa Ambal, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara, diajak lebih waspada terhadap ancaman tanah longsor. Kesiapan menghadapi bencana dinilai penting, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan dengan kondisi tanah yang rawan bergerak.

Ajakan tersebut disampaikan Kapolres Banjarnegara dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi kebencanaan yang digelar Polres Banjarnegara bersama BPBD di Lapangan Desa Ambal, Selasa (15/9/2026). Kegiatan ini menjadi langkah bersama untuk membangun kesadaran warga agar tidak lengah ketika menghadapi potensi bencana.

Sekitar 250 warga Desa Ambal mengikuti kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 12.00 WIB tersebut. Selain masyarakat, acara ini juga melibatkan unsur TNI-Polri, BPBD, pemerintah kecamatan dan desa, Linmas, relawan, Damkar, Perhutani, Puskesmas, organisasi masyarakat, pelajar, serta sejumlah elemen lainnya.

Kegiatan diawali dengan apel kesiapan dan doa bersama. Setelah sambutan Kepala Desa Ambal dan Kapolres Banjarnegara, acara dilanjutkan dengan penyerahan kentongan secara simbolis kepada Linmas sebagai salah satu alat peringatan dini di lingkungan masyarakat.

Kapolres Banjarnegara menegaskan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Warga perlu membiasakan diri mengenali kondisi lingkungan dan memahami langkah yang harus dilakukan ketika tanda-tanda longsor mulai muncul.

“Wilayah Dukuh Klesem Desa Ambal Kecamatan Karangkobar ini berada di daerah perbukitan dengan kontur tanah yang labil. Ditambah saat ini kita akan memasuki musim penghujan, sehingga potensi terjadinya bencana tanah longsor perlu kita waspadai bersama,” kata Kapolres.

Ia kemudian mengajak masyarakat menerapkan empat langkah utama dalam menghadapi bencana. Keempatnya meliputi mengenali tanda-tanda awal atau early warning, melakukan pencegahan, bersiap untuk evakuasi, serta memperkuat sinergi dan kolaborasi antarelemen masyarakat.

“Untuk itu, saya mengajak kita semua meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan empat hal penting, yaitu mengenali tanda-tanda awal atau early warning, melakukan pencegahan, siap siaga dan melakukan evakuasi, serta membangun sinergi dan kolaborasi,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga memperkenalkan filosofi DAWET AYU sebagai moto yang menggambarkan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera. DA berarti damai masyarakatnya, WE bermakna welas asih warganya, T berarti tertib lingkungannya, A adalah aman kota atau desanya, sedangkan YU berarti yang unggul adabnya.

Menurutnya, semangat kebersamaan dan kepedulian perlu terus dijaga agar masyarakat mampu menghadapi berbagai kemungkinan bencana. Ia juga mengajak warga berdoa supaya Kabupaten Banjarnegara selalu diberi keamanan dan dijauhkan dari musibah.

Sementara itu, Kepala Desa Ambal Supriyanto menyampaikan apresiasi kepada Polres Banjarnegara dan seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menilai sosialisasi ini penting karena wilayah Dusun Klesem termasuk kawasan yang memiliki potensi pergerakan tanah.

Pemilihan lokasi kegiatan, kata Supriyanto, dilakukan berdasarkan hasil mitigasi bencana. Kawasan tersebut pernah mengalami kejadian pergerakan tanah pada 2014. Kemudian pada 2023, ditemukan retakan di bukit yang berada di atas Dusun Klesem dengan panjang sekitar 75 meter dan kedalaman mencapai 40 sentimeter.

“Melalui gotong royong bersama dan dukungan instansi terkait, retakan tersebut kemudian dilakukan pengurukan. Pemerintah Desa Ambal juga terus berupaya semaksimal mungkin dalam melakukan langkah-langkah penanggulangan bencana,” ujar Supriyanto.

Setelah sesi sambutan, Tim BPBD Kabupaten Banjarnegara memberikan edukasi mengenai penanganan bencana secara menyeluruh. Materi yang disampaikan mencakup langkah-langkah sebelum bencana, tindakan ketika bencana terjadi, hingga penanganan setelah bencana.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi kesiapsiagaan menghadapi tanah longsor. Simulasi tersebut melibatkan masyarakat dan berbagai unsur terkait sebagai latihan menghadapi situasi darurat.

Melalui kegiatan ini, Polres Banjarnegara dan BPBD berharap masyarakat Desa Ambal semakin paham mengenai risiko bencana di wilayahnya. Kesiapan warga, dukungan pemerintah, serta kerja sama lintas sektor diharapkan menjadi modal penting untuk mengurangi dampak tanah longsor saat musim penghujan. (*)

You Might Also Like

Dokter Spesialis Tak Lagi Nunggu di RS, Jateng Bidik Wisata Medis

Dituding Kebagian Uang Korupsi Rp2 M, Ketua DPRD Cilacap: Enggak!

Kota Lumpia Lagi Cantik-Cantiknya, Jalanan Semarang Bertabur Bunga Tabebuya

Golkar Pasang Badan soal Layer Cukai: Ini Bukan Bela Rokok, Tapi Bela Rakyat

Eks-Kanit Narkoba Beralih Profesi Jadi Bandar Sabu, Kirim Narkoba Lewat Ekspedisi

TAGGED:banjarnegarakapolreskesiapsiagaantanah longsor
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bupati Nonaktif Cilacap Minta Dibebaskan: “Saya Tak Pernah Perintah Kumpulkan THR”
Next Article Tak Mau Kalah dari Game Online, Xiangqi Kudus Bidik Pelajar

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

RUMAH MAKAN: Rumah makan legendaris Ayam Goreng Suharti di Krapyak, Kota Semarang. (ist)

Kabar Duka, Pendiri Ayam Goreng Suharti Meninggal Dunia pada Usia 86 Tahun

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jawa Tengah, Nadi Santoso, saat ditemui di kantornya, Kamis (29/10/2026). (dul)

Perangkat Desa Harus Mengundurkan Diri setelah Ditetapkan sebagai Calon Kades

ILUSTRASI: Kereta api sedang melaju di wilayah Daop 4 Semarang. (ist)

Cara Batalkan Tiket Kereta Api via Aplikasi Tanpa Harus ke Stasium

Ilustrasi anak terdampak kabut asap karhutla.

Asap Karhutla Bukan Cuma Bikin Sesak Napas, FK UI: Dampaknya Bisa Hantui Anak hingga Dewasa

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka memberikan keterangan kepada awak media seusai melaksanakan salat Jumat di Masjid Jami Ar-Ridho, Jelambar, Jakarta Barat, Jumat (30/10/2026). (Dok Setwapres)

MA Batalkan Suket Penyetaraan Ijazah, Gibran Tak Layak Jadi Wapres? Denny Indrayana: Mundur!

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi warga binaan dalam penjara.
Info

Drama Sel Mewah Lapas Blitar Belum Tamat, Tiga Petugas Dinonaktifkan Sementara

Juni 22, 2026
Hukum

Pelat Nomor Diakali, Kamera ETLE Dibikin Bingung

September 28, 2026
Ilustrasi petugas SPPG sedang menyiapkan MBG.
Info

Dapur MBG Jangan Asal Jalan, Gerindra Pasang Alarm Kualitas

Juni 12, 2026
NIKAH MASSAL--Maria tersenyum lebar usai dipinang suaminya di nikah massal Unnes, Jumat (19/6/2026). (bae)
Info

Bu Maria Riang-Gembira Dipinang Berondong di Nikah Massal Unnes

Juni 19, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Warga Ambal Diajak Sigap Hadapi Ancaman Longsor
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?