Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Agustina Ajak Kafilah MTQ Keliling Semarang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Agustina Ajak Kafilah MTQ Keliling Semarang

T. Budianto
Last updated: September 15, 2026 6:29 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
FOTO BERSAMA: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng foto bersama para pelajar Kota Semarang yang bertuga membawa papan nama daerah peserta MTQ Nasional XXXI saat gladi resik upacara pembukaan, belum lama ini. (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Kafilah MTQ Nasional XXXI 2026 tak hanya disuguhi panggung perlombaan selama berada di Kota Semarang. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengajak para kafilah dan pendamping mengenal lebih dekat wajah kota lewat rangkaian City Tour Semarang pada 15-19 September 2026.

Tiga pilihan perjalanan disiapkan. Ada Heritage Tour, Kafilah Mubeng-Mubeng Kota Semarang, dan Kafilah Dolan Ning Desa Wisata Ramah Muslim. Masing-masing punya menu berbeda. Mau menyusuri sejarah dan jejak akulturasi budaya, bisa memilih Heritage Tour.

Ingin sekadar melihat wajah kota, ada Mubeng-Mubeng. Sedangkan yang ingin suasana lebih hijau bisa memilih desa wisata dan Goa Kreo. Agustina mengatakan kedatangan kafilah dari berbagai daerah menjadi kesempatan bagi Semarang untuk memperkenalkan kekayaan sejarah, budaya, sekaligus potensi wisatanya.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh kafilah MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang. Selama berada di sini, kami mengajak para kafilah mengenal Kota Semarang lebih dekat melalui City Tour,” ujar Agustina.

Heritage Tour menjadi pilihan bagi kafilah yang ingin melihat Semarang dari sisi sejarah dan budayanya. Program ini berlangsung 16-17 September dengan kuota 150 peserta setiap hari. Rutenya mencakup Lawang Sewu, Sam Poo Kong, Museum Kota Lama, Alun-alun Semarang hingga kawasan Kota Lama.

Baca juga: Usai Pembukaan MTQ, Simpang Lima Langsung Dibersihkan

Perjalanan tersebut memperlihatkan wajah Semarang dari masa ke masa. Lawang Sewu membawa peserta pada jejak kolonial, sementara Sam Poo Kong menjadi salah satu penanda panjangnya perjalanan akulturasi budaya di Kota Semarang.

Rombongan kemudian diajak melihat sejarah perkembangan kota melalui Museum Kota Lama, sebelum menikmati kawasan Alun-alun Semarang dan Kota Lama dengan bangunan-bangunan bersejarahnya.

Bagi yang tak ingin terlalu serius dengan urusan sejarah, ada Kafilah Mubeng-Mubeng Kota Semarang. Program ini berlangsung 15-19 September dengan kuota 250 peserta per hari. Kafilah diajak berkeliling menggunakan armada wisata dan singgah di Alun-alun Semarang serta kawasan Kota Lama.

Jadi, kalau selama MTQ yang dilihat hanya panggung lomba dan penginapan, program ini memberi kesempatan untuk melihat bagaimana Semarang bergerak di luar arena pertandingan.

Ramah Muslim

Pilihan lainnya adalah Kafilah Dolan Ning Desa Wisata Ramah Muslim. Program ini juga berlangsung 15-19 September, dengan kuota 75 peserta setiap hari. Tujuannya Desa Wisata Kandri dan Goa Kreo.

Di Kandri, kafilah dapat mengenal kehidupan, budaya, dan kearifan lokal masyarakat. Sementara Goa Kreo menawarkan suasana alam di sekitar Waduk Jatibarang.

Pilihan ini sekaligus menunjukkan bahwa Semarang bukan cuma Kota Lama, Simpang Lima atau bangunan bersejarah. Di bagian lain kota, ada desa wisata dan kawasan alam yang juga sedang dikembangkan sebagai daya tarik wisata.

Agar para kafilah tak perlu pusing soal transportasi, seluruh keberangkatan dan kepulangan dipusatkan di Balai Kota Semarang. City tour dimulai pukul 15.00 WIB hingga selesai.

Baca juga: Semarang Unjuk Jati Diri di MTQ Nasional

Dinas Perhubungan Kota Semarang menyiapkan 10 armada, terdiri atas Bus Wisata Si Kenang, Si Kuncung, Si Denok, dua bus listrik, tiga shuttle, dan dua bus sekolah.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang juga menyiapkan fasilitasi tiket destinasi sesuai kuota serta tour leader untuk mendampingi perjalanan. Pendaftaran dilakukan melalui Liaison Officer (LO) masing-masing kontingen provinsi. Peserta juga diwajibkan membawa tanda pengenal resmi MTQ.

Agustina berharap perjalanan tersebut meninggalkan kesan bagi para kafilah sebelum kembali ke daerah masing-masing. “Kami berharap para kafilah dapat menikmati perjalanan ini dan mengenal Kota Semarang lebih dekat. Setelah kembali ke daerah masing-masing, semoga mereka membawa pengalaman berkesan tentang sejarah, budaya, destinasi wisata, dan keramahan Kota Semarang,” pungkasnya.

Kalau kafilah datang membawa target juara, Pemkot Semarang tampaknya punya target lain: jangan sampai mereka pulang hanya membawa sertifikat dan kenangan lomba. Semarang juga ingin ikut masuk dalam cerita yang mereka bawa pulang. (tebe)

You Might Also Like

Warmindo Berubah Jadi Arena Tempur, 40 Tim Free Fire Adu Strategi di Mayoritas

Buruh Semarang Ngudoroso UMR, Wali Kota: Tenang, Tak Kawal…

BREAKING NEWS: Sidoarjo Geger, 293 Santri Manbaul Hikam Keracunan MBG

Lawan Stunting dari Hulu, Pemprov Jateng Gandeng BKKBN

Menakar Peluang Koaliasi Gerindra-PDIP pada 2029, Pengamat: Cukup Terbuka, Bisa Muncul Tiga Poros

TAGGED:agustina wilujengahmad luthfiheadlinemtq nasionalpemkot semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article PTUN Semarang Buka Bantuan Hukum Gratis
Next Article Bupati Nonaktif Cilacap Minta Dibebaskan: “Saya Tak Pernah Perintah Kumpulkan THR”

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Raffi Ahmad dan Willie Salim berfoto bersama di sela menghadiri acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Rabu, 29 Oktober 2026.

Raffi Ahmad Kena Cancel Culture, Musisi hingga UMKM Ramai-ramai Boikot RANS Carnival

Kuliner legendaris Ayam Goreng Suharti.

Sejarah Kuliner Ayam Goreng Suharti: Dipisahkan Perceraian, Disatukan Keturunan

RUMAH MAKAN: Rumah makan legendaris Ayam Goreng Suharti di Krapyak, Kota Semarang. (ist)

Kabar Duka, Pendiri Ayam Goreng Suharti Meninggal Dunia pada Usia 86 Tahun

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Jawa Tengah, Nadi Santoso, saat ditemui di kantornya, Kamis (29/10/2026). (dul)

Perangkat Desa Harus Mengundurkan Diri setelah Ditetapkan sebagai Calon Kades

ILUSTRASI: Kereta api sedang melaju di wilayah Daop 4 Semarang. (ist)

Cara Batalkan Tiket Kereta Api via Aplikasi Tanpa Harus ke Stasium

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Langit Sudah Gelap, Massa Aksi Semarang Menolak Pulang

Oktober 22, 2026
Ilustrasi gelombang PHK massal. (wahyu/grafis)
Politik

Setahun Prabowo-Gibran: PHK di Mana-mana, Buruh Makin Sengsara

November 3, 2025
Daerah

Bupati Ngawi Lantik Ratusan PNS, Minta ASN Melek AI dan Tak Terjebak Rutinitas

Oktober 21, 2026
Ilustrasi mobil SPPG tertemper kereta api. (grafis/wahyu).
Info

Kronologi Mobil SPPG di Purworejo Tertabrak Kereta, Dua Orang Tewas

Oktober 20, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Agustina Ajak Kafilah MTQ Keliling Semarang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?