Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Menakar Peluang Koaliasi Gerindra-PDIP pada 2029, Pengamat: Cukup Terbuka, Bisa Muncul Tiga Poros
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Politik

Menakar Peluang Koaliasi Gerindra-PDIP pada 2029, Pengamat: Cukup Terbuka, Bisa Muncul Tiga Poros

R. Izra
Last updated: September 22, 2026 11:44 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
Kolase lambang Partai Gerindra dan PDIP.
Kolase lambang Partai Gerindra dan PDIP.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Gelaran Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 masih tiga tahun lagi. Namun, riak-riak peta koalisi mulai menunjukkan perubahan arah.

Pengamat politik menyebut, peluang perubahan peta koalisi pada Pemilu 2029 sangat terbuka. Bahkan, perubahan peta koalisi tersebut dinilai signifikan.

Di antara yang menjadi sorotan adalah peluang pecah kongsi antara Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Gerindra membuka peluang berkoalisi dengan PDIP, meski saat ini keduanya berpisah jalan.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul M Jamiluddin Ritonga menilai peluang Gerindra dan PDIP membangun kerja sama cukup terbuka. Menurutnya, keduanya memiliki irisan ideologi nasionalis.

Bacaaja: Ramai Dukungan Gibran Maju Capres 2029, Bala Gibran: Kami Belum Bicara Pilpres
Bacaaja: Survei IPI: Ganjar Masuk Tiga Besar Kandidat Capres 2029, Ada Nama Baru Masuk Radar

Selain irisan ideologi, hubungan antara Prabowo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga bisa menjadi modal komunikasi politik. Kerja sama Gerindra-PDIP berpotensi mengubah konfigurasi koalisi yang ada saat ini.

Jamiluddin menilai koalisi pendukung Prabowo masih mungkin bertahan hingga mendekati Pilpres 2029. Tetapi, ketika masuk tahap menentukan pasangan capres-cawapres, soliditas koalisi bisa mulai diuji.

“Koalisi partai pendukung Prabowo bisa jadi bertahan hingga mendekati Pilpres 2029. Saat penentuan capres dan cawapres koalisi ini berpeluang pecah,” kata Jamiluddin, belum lama ini.

Menurut Jamiluddin, salah satu faktor yang bisa mengguncang koalisi adalah tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo.

Jika kinerja pemerintah dinilai menurun dan berimbas pada elektabilitas Prabowo, maka sejumlah partai bisa saja mulai menghitung ulang posisi mereka.

Bahkan, partai tertentu berpotensi meninggalkan koalisi dan membentuk poros baru dengan pasangan calon yang dianggap lebih punya peluang menang.

“Kalau elektabilitas Prabowo rendah, maka beberapa partai koalisi berpeluang tarik diri,” ujarnya.

Kemungkinan lainnya adalah munculnya skenario presidential threshold (PT) 0 persen. Jika hal itu benar-benar diterapkan, partai tertentu bisa memiliki ruang lebih besar untuk mengusung calon sendiri.

Bukan cuma kinerja Prabowo. Posisi Gibran Rakabuming Raka juga dinilai bisa menjadi faktor penting dalam menentukan masa depan koalisi.

Jika Prabowo kembali menggandeng Gibran sebagai cawapres pada 2029, belum tentu semua partai pendukung akan nyaman. Terutama jika ada kader dari partai lain yang dinilai memiliki elektabilitas lebih tinggi.

“Partai tersebut tidak rela jatah cawapres tetap dipegang Gibran jika kinerja dan elektabilitas rendah,” kata Jamiluddin.

Sebaliknya, jika Prabowo tidak lagi menggandeng Gibran, konfigurasi politik juga berpotensi berubah.

Jamiluddin memperkirakan pihak yang tetap ingin mendorong Gibran bisa membangun poros politik sendiri. Ia bahkan menyebut kemungkinan Jokowi mengajak sejumlah partai untuk mengusung Gibran sebagai capres.

Dengan kata lain, mempertahankan maupun mengganti Gibran sama-sama memiliki konsekuensi politik.

Bisa Muncul Tiga Poros

Jamiluddin melihat ada tiga faktor besar yang dapat menentukan pecah atau bertahannya koalisi pendukung Prabowo, yakni kinerja Prabowo, keputusan soal Gibran, serta kemungkinan kerja sama baru seperti Gerindra-PDI-P.

Jika ketiganya bergerak bersamaan, peta politik 2029 bisa jauh berbeda dari konfigurasi saat ini.

“Koalisi besar saat ini berpotensi besar akan pecah bila tiga hal itu terjadi. Koalisi besar ini berpeluang akan pecah menjadi tiga poros yang mengusung pasangan capres masing-masing,” ujar Jamiluddin.

Sebelumnya, Juru Bicara Gerindra Sugiat Santoso mengatakan partainya terbuka bekerja sama dengan seluruh kekuatan politik, termasuk PDIP. Namun, Gerindra disebut belum melakukan kalkulasi politik secara khusus untuk Pilpres 2029. (*)

You Might Also Like

Hercules Turun saat Rusuh 27 Agustus, GRIB Jaya Kasih Penjelasan

PSIS Panggil Alfredo Vera

Pasar Modern BSB City Semarang Terbakar, 50 Kios Terdampak

Petani Pati Geruduk Jakarta, BNPB Akhirnya Janji Cairkan Bantuan dalam 30 Hari

Sidang Vonis Aktivis Pati Disorot! Putri Gus Dur hingga Ketua BEM UGM Datang, Ingatkan Soal Ini

TAGGED:gerindraheadlinejamiluddin ritongaKOALISIpdippengamat politikuniversitas esa unggul
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bawaslu “Latih” Mahasiswa UIN Walisongo Selesaikan Sengketa Pemilu
Next Article GANTI NAMA--KA Argo Sindoro berubah nama jadi KA Muria per 1 Oktober 2026. (ist) Identitas Baru! Tiga Nama Kereta Jurusan Semarang-Jakarta Disatukan Jadi KA Muria

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Meriah, Lomba Senam Lansia se-Kecamatan Banyumanik, Agustina: Semua Jadi Juara

Bimtek Aswakada, Iswar Bawa Misi Borong Ide untuk Semarang

Bayar Pajak Kendaraan di Jateng Bisa Dapat Cashback Rp50.000, Begini Caranya

PROGRES PENGERJAAN - Progres pembangunan proyek infrastruktur Tol Semarang-Demak Seksi I mencapai 79,42 persen pada 22 Oktober 2026. (ist)

WNI Susah Cari Kerja, Proyek Tol Semarang-Demak Malah Digarap TKA Ilegal dari Tiongkok

Klaim Fiktif Rp 22 Miliar, BPJS Buka-bukaan soal RS Padma Lalita

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Tersandung Regulasi, Dana Hibah untuk Keraton Solo Mandek Sejak 2012

Juli 18, 2025
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dinobatkan sebagai provinsi terbaik dalam pelaksanaan program penyediaan perumahan versi Kementerian PKPRI. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri PKP, Maruarar Sirait, kepada Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, saat peringatan Hari Perumahan Nasional 2025 di Jakarta, Senin (25/8/2025). Foto: dok.
Daerah

Jateng Nggak Main-Main Soal Rumah, Juara 1 Nasional Bro!

Agustus 26, 2025
Ribuan warga Pati turun ke jalan menuntut Bupati Sudewo mundur.
Politik

Ribuan Orang Turun Jalan, Teriakan ‘Turunkan Sudewo Sekarang Juga’ Menggema di Pati

Agustus 13, 2025
ILUSTRASI: Sejumlah pihak mengikuti acara ground breaking Giant Sea Wall di Timbulsloko, Demak, Selasa (1/9/2026). (ist)
Info

Proyek Tanggul Laut Raksasa di Pantura, Koalisi MDS Sebut Warga Dibatasi Suarakan GSW

September 30, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Menakar Peluang Koaliasi Gerindra-PDIP pada 2029, Pengamat: Cukup Terbuka, Bisa Muncul Tiga Poros
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?