BACAAJA, NGAWI– Zaman sudah lari ke mana-mana, birokrasi jangan sampai masih jalan di tempat. Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengingatkan pentingnya inovasi, penguasaan teknologi, dan integritas bagi aparatur sipil negara (ASN) agar pelayanan publik tidak sekadar sibuk dengan urusan administrasi.
Pesan itu disampaikan Ony saat melantik ratusan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam jabatan fungsional di Pendopo Wedya Graha, Selasa (20/10/2026). Pelantikan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan profesionalisme sekaligus mempercepat perubahan kinerja birokrasi di Kabupaten Ngawi.
Ony meminta para pejabat yang baru dilantik segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan menghasilkan kinerja yang nyata, bukan sekadar menjalankan rutinitas formal.
“Besar harapan kami, Bapak dan Ibu semuanya bisa langsung beradaptasi dengan kegiatan-kegiatan di Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi, serta melakukan pekerjaan yang inovatif, lebih profesional, dan berorientasi pada hasil,” ujarnya.
Baca juga: Bupati Ngawi: Regulasi Tak Cukup Sah, Harus Bermanfaat Bagi Rakyat
Salah satu hal yang disoroti Ony adalah pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendukung pekerjaan pemerintahan. Teknologi dinilai bisa membantu mempercepat proses kerja, meningkatkan ketepatan, dan membuat pelayanan lebih efisien.
“Percepatan-percepatan ini yang kita harapkan, sehingga kita bisa melakukan akselerasi dalam pelayanan kepada masyarakat, jauh lebih baik, lebih cepat, lebih akurat, dan lebih presisi,” tegasnya.
Namun, penggunaan teknologi tentu bukan sekadar ikut tren. ASN perlu memahami bagaimana teknologi membantu pekerjaan, sekaligus memastikan pelayanan tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Memangkas Hambatan
Dengan kata lain, jangan sampai sudah memakai AI, tetapi warga masih harus bolak-balik mengurus dokumen karena prosesnya berbelit. Teknologi seharusnya memangkas hambatan, bukan menambah daftar masalah baru.
Selain mendorong pemanfaatan teknologi, Ony menekankan pentingnya kolaborasi antargenerasi di lingkungan birokrasi. Pimpinan juga diharapkan memberi ruang bagi staf untuk menyampaikan gagasan dan mengembangkan inisiatif.
Menurutnya, perubahan pola kerja membutuhkan keterbukaan serta kemauan untuk terus belajar. Pengalaman para pegawai senior dan gagasan baru dari generasi yang lebih muda dapat saling melengkapi jika dikelola dengan baik.
Meski begitu, seluruh upaya tersebut harus tetap berlandaskan integritas. Sebab, kecanggihan teknologi dan kecepatan kerja tidak akan banyak berarti apabila tidak disertai tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
Baca juga: Harga Sembako di Ngawi Dipantau, Wabup Turun Langsung ke Pasar
“Bagaimana masyarakat mengetahui dengan pasti bahwa pemerintah hadir dan memberikan pelayanan yang prima. Itulah salah satu esensi dari kesejahteraan,” pungkasnya.
Pelantikan ratusan PNS dalam jabatan fungsional ini diharapkan memperkuat transformasi birokrasi Kabupaten Ngawi agar semakin adaptif, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan ASN bukan sekadar jabatan baru, aplikasi canggih, atau laporan yang rapi. Kalau warga masih kesulitan mendapatkan layanan, berarti pekerjaan rumah birokrasi belum selesai. (tebe)

