BACAAJA, SEMARANG- Kasus pencurian ayam yang berujung melayangnya nyawa seorang warga di Bali masih menjadi perbincangan hangat di media sosial. Video tangisan anak perempuan yang kehilangan sang ayah membuat banyak orang tersentuh dan mempertanyakan masih adakah rasa kemanusiaan di tengah persoalan sepele.
Di Kota Semarang, kisah berbeda datang dari anggota DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo (RAW) atau yang akrab disapa Bowo. Politikus yang tinggal di Kelurahan Palebon, Pedurungan, itu justru memelihara puluhan ayam bukan untuk dijual ataupun dijadikan usaha ternak. Ayam-ayam tersebut sengaja dipelihara untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan.
“Saya mulai memelihara ayam itu berangkat dari banyaknya kasus pencurian ayam. Kita enggak tahu orang yang ambil itu untuk kebutuhan keluarga atau apa. Mudah-mudahan nggak ada lagi kasus pencurian ayam dan main hakim sendiri,” kata Bowo saat ditemui.
Baca juga: Drama Hukum di Medan: Korban Pencurian Jadi Tersangka, Polisi Bilang Begini
Saat ini, sekitar 50 ekor ayam dipelihara di pekarangan rumahnya. Bowo mengatakan siapa pun warga Semarang yang membutuhkan ayam dipersilakan datang langsung ke rumahnya.
Ia bahkan tidak mempermasalahkan jika jumlah ayam yang dipeliharanya berkurang karena dibawa warga. Menurutnya, ayam-ayam itu memang bukan untuk diperjualbelikan, melainkan agar bisa dipelihara dan dikembangbiakkan oleh masyarakat.
“Kalau ada warga Semarang yang pingin memelihara atau butuh ayam, silakan bisa ambil di tempatku. Karena aku melihara ayam bukan untuk dijual lagi,” ujarnya.
Jadi Pengingat
Kasus yang terjadi di Bali membuat Bowo kembali mengunggah aktivitas memelihara ayam melalui akun Instagram pribadinya. Ia berharap unggahan tersebut menjadi pengingat bahwa mengambil hak orang lain bukanlah jalan keluar ketika menghadapi kesulitan ekonomi.
Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Semarang itu menegaskan, pintu rumahnya selalu terbuka bagi warga yang sedang membutuhkan bantuan. Di pekarangannya tersedia berbagai jenis ayam, mulai dari ayam kampung, ayam Kuntara, hingga ayam Bangkok.
Bahkan, warga yang datang meminta ayam akan diberikan sepasang ayam jantan dan betina agar bisa diternakkan dan berkembang biak. “Ada ayam kampung, ayam Kuntara, dan ayam Bangkok. Warga yang minta itu sepasang jantan dan betina, supaya ayam itu bisa dipelihara dan dikembangbiakkan,” ucapnya.
Baca juga: Cuma Modal HP Bekas, Rumah Bisa Aman 24 Jam: Ini 5 Aplikasi CCTV Gratisan yang Wajib Dicoba
Karena itu, dia mengaku prihatin dengan tragedi di Bali tersebut. “Ngapain kemudian kita harus marah, kita emosi. Karena yang mengambil itu mungkin sedang butuh,” tandasnya.
Seekor ayam memang tak sebanding dengan satu nyawa. Mungkin yang lebih mahal hari ini bukan harga ayamnya, melainkan rasa empati yang mulai langka. Kalau berbagi bisa mencegah amarah, barangkali yang perlu diperbanyak bukan pagar kandang, melainkan pintu yang terbuka untuk sesama. (tebe)

