Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Video Tak Senonoh Pak Camat di Boyolali Bikin Heboh, Dikirim ke Remaja 19 Tahun
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Video Tak Senonoh Pak Camat di Boyolali Bikin Heboh, Dikirim ke Remaja 19 Tahun

Menurut pengakuan TA, peristiwa bermula saat ia masih bekerja di sebuah toko roti milik camat tersebut. Pada 30 Maret 2026, ia mengaku menerima dua kiriman video yang memperlihatkan terlapor dalam kondisi tanpa busana.

Nugroho P.
Last updated: Juli 7, 2026 12:42 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
ilustrasi perempuan melihat ponsel.
SHARE

BACAAJA, BOYOLALI – Kasus dugaan pengiriman video tidak senonoh yang menyeret seorang camat di Kabupaten Boyolali terus menjadi sorotan. Korban berinisial TA (19) mengaku mengalami tekanan setelah melaporkan kejadian yang dialaminya.

Perempuan tersebut mengatakan, dirinya justru diminta meminta maaf kepada camat yang dilaporkannya. Hal itu terjadi setelah keluarganya menyampaikan aduan kepada Pemerintah Kabupaten Boyolali.

Menurut pengakuan TA, peristiwa bermula saat ia masih bekerja di sebuah toko roti milik camat tersebut.

Pada 30 Maret 2026, ia mengaku menerima dua kiriman video yang memperlihatkan terlapor dalam kondisi tanpa busana.

Saat menerima kiriman itu, TA mengaku sangat terkejut. Awalnya ia masih berpikir kemungkinan video tersebut terkirim secara tidak sengaja.

Namun hingga malam hari, ia mengaku tidak menerima penjelasan ataupun klarifikasi dari pengirim. Karena merasa tidak nyaman, ia akhirnya memutuskan memblokir nomor telepon tersebut.

Peristiwa itu kemudian diceritakan kepada keluarganya hingga akhirnya dilaporkan kepada Pemerintah Kabupaten Boyolali.

TA mengaku situasi justru semakin membuatnya tertekan setelah proses pengaduan berjalan.

Ia menyebut sebelum mediasi digelar, dirinya mendapat desakan agar meminta maaf kepada camat yang dilaporkan.

Menurut pengakuannya, kepala desa tempat tinggalnya juga sempat dihubungi terkait persoalan tersebut.

TA mengatakan dirinya merasa kecewa karena berharap persoalan itu diselesaikan dengan itikad baik, bukan dengan tekanan.

Ia juga mengaku merasa direndahkan dan mengalami beban psikologis setelah menerima kiriman video tersebut.

Saat kejadian berlangsung, TA diketahui memang masih bekerja di tempat usaha milik camat yang kini menjadi terlapor.

Ia mengungkapkan sebelumnya sudah mengajukan pengunduran diri, tetapi diminta tetap bekerja sementara waktu untuk membantu proses pelatihan pegawai baru.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Sekretaris Daerah M. Syawaludin menyampaikan bahwa Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) telah memanggil camat yang bersangkutan guna memberikan klarifikasi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pemerintah daerah menyebut keterangan dari terlapor menyatakan bahwa video tersebut terkirim karena kesalahan atau salah kirim.

Pemkab Boyolali juga menyampaikan bahwa kedua belah pihak telah dipertemukan dalam proses klarifikasi.

Menurut Syawaludin, dari hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan komunikasi lanjutan yang mengarah pada dugaan pelecehan setelah video tersebut terkirim. Ia juga menyebut terlapor telah menyampaikan permintaan maaf atas kejadian itu.

Meski demikian, pengakuan korban dan penjelasan dari pihak pemerintah menunjukkan adanya perbedaan pandangan mengenai kronologi maupun penyebab peristiwa tersebut. Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi perhatian publik dan terus menuai beragam tanggapan. (*)

You Might Also Like

TPPU Korupsi BUMD Cilacap: Eksepsi Kandas, Gus Yazid Bersiap Hadapi Saksi dan Bukti Jaksa

601 Kursi Desa di Pati Kosong, KPK: Ini Desa atau Ruang Tunggu?

Kontainer “Siluman” di Tanjung Emas Dibongkar KPK

Berani Banget! Di Depan Hakim, Gus Yazid Minta Presiden Prabowo Ikut Dijadikan Tersangka

Kuasa Hukum Bupati Sudewo Minta Hakim Batalkan Dakwaan Rp6,3 Miliar

TAGGED:asusilacamat boyolalipelecehanvideo pornovideo telanjang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Datang Bertiga ke KPK, Bos BGN Bikin Publik Tanda Tanya
Next Article Harga Ambles Bikin Emosi, Peternak Solo Protes Guyur Badan Pakai Telur

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah (Sekda Jateng) Sumarno. (dul)

Pemprov Jateng Dukung Pengembangan Geotermal, Sekda: Suara Warga Gak Boleh Diabaikan

NAIK KA--Pengguna jasa kereta api berada di Stasiun Semarang Tawang. (ist)

Libur Panjang Maulid Nabi, 124 Ribu Penumpang Kereta Padati Stasiun Daop Semarang

Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jawa Tengah, Prof Hasyim Muhammad, Sabtu (22/8/2026). (dul)

Kabar Gembira! Ada Beasiswa Rp6 Juta per Orang untuk 420 Santri Ma’had Aly Jateng

LEPAS RS TERAPUNG - Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto melepas keberangkatan Kapal Laksamana Malahayati --rumah sakit terapung yang sekaligus mengangkut bantuan logistik untuk korban gempa NTT-- dari Cilegon menuju Flores, Kamis (20/8/2026) malam.

PDIP Kirim Kapal Medis Malahayati ke Flores, Bantu Korban Gempa NTT

SIDANG KORUPSI--Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq (kanan) berdiri usai sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (21/8/2026). (bae)

Bupati Fadia Ngaku Pernah Ditodong Rp1 M untuk Urus Kasus di Kejaksaan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

KIAI CABUL - Kiai Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, mengaku wali untuk memanipulasi psikologi korban. Kiai Ashari mencabuli 50 santriwati, mayoritas korban berasal dari keluarga rentan.
Hukum

NU Jateng Sebut Ashari Bukan Kiai, Izin Pesatren Dipertanyakan: Dia Itu Dukun!

Mei 9, 2026
SIDANG KORUPSI--Bupati Pati nonaktif, Sudewo (baju batik) ikuti sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (15/6/2026). (bae)
Hukum

Serakah Ya! Tak Cukup Korupsi di Pati, Sudewo Juga Terima Rp3,8 M dari Proyek Jalur Kereta

Juni 15, 2026
Cik Mel bediri usai sidang pledoi di pengadilan. (bae)
Hukum

Protes Cik Mel dalam Sidang Kasus Korupsi BNI: Kenapa Cuma Saya?

Oktober 22, 2025
Hukum

OC Kaligis Laporkan Menkes ke Polda Metro Jaya, Ternyata Terkait Hal Ini

Mei 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Video Tak Senonoh Pak Camat di Boyolali Bikin Heboh, Dikirim ke Remaja 19 Tahun
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?