BACAAJA, BANJARNEGARA – Sudah masuk hari keempat setelah longsor di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, tapi 26 warga masih belum ditemukan.
Sampai sekarang, tercatat 2 orang meninggal dunia akibat bencana ini.
“Sekarang 26 (warga masih hilang), kemarin ditemukan satu,” kata Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Banjarnegara, Raib Saekhudin, Selasa (18/11/2025).
Korban yang ditemukan pada Senin (17/11/2025) menambah daftar warga yang meninggal jadi dua orang. Buat ngebantu proses pencarian di hari keempat, BNPB sudah nurunin operasi modifikasi cuaca (OMC).
Cuaca di Pandanarum memang belakangan susah diajak kompromi. Hujan sering turun dan bikin kerja tim SAR makin berat.
“Alhamdulillah pagi ini cerah, karena saya dapat info BNPB sudah melakukan modifikasi cuaca untuk wilayah Banjarnegara,” ujar Raib.
Medan Sulit, Tanah Masih Bergerak
Menurut Raib, sekitar 150-an personel diturunkan buat operasi SAR. Tapi medan di lokasi nggak main-main:
- Tanah masih labil
- Risiko longsor susulan tinggi
- Nggak semua relawan bisa masuk ke titik pencarian
“Dengan kondisi seperti itu tidak semua orang bisa masuk (ke area pencarian), harus lihat dan hati-hati. Alat-alat berat sudah kita siagakan, tapi tetap melihat situasi memungkinkan atau tidak, karena tanah bergerak,” jelasnya.
Ratusan Warga Mengungsi
Sampai sekarang, 937 warga sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman.
“Alhamdulillah saat ini kondisi para pengungsi kondusif,” kata Raib.
Bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan, mulai dari logistik sampai kebutuhan harian.
Hujan Deras Jadi Pemicu
Longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, terjadi setelah wilayah itu diguyur hujan lebat pada Sabtu (15/11/2025) sore. Kombinasi curah hujan tinggi dan kondisi tanah yang labil diduga kuat jadi pemicu utama bencana ini.
Sementara tim SAR masih berjibaku di lapangan, fokus utama sekarang adalah:
- Nyari korban yang belum ditemukan
- Menjaga pengungsi tetap aman dan tercukupi kebutuhannya
- Meminimalkan risiko bencana susulan di sekitar lokasi longsor. (*)

