Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: UIN Walisongo Akui Sosialisasi Penanganan Kekerasan Seksual Masih Kurang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

UIN Walisongo Akui Sosialisasi Penanganan Kekerasan Seksual Masih Kurang

R. Izra
Last updated: Mei 12, 2026 6:55 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
DIALOG PUBLIK - Civitas akademika UIN Walisongo Semarang menggelar dialog publik terkait maraknya aksi kekerasan seksual di lingkungan kampus setempat, Senin (11/5/2026). (dul)
DIALOG PUBLIK - Civitas akademika UIN Walisongo Semarang menggelar dialog publik terkait maraknya aksi kekerasan seksual di lingkungan kampus setempat, Senin (11/5/2026). (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG — Dugaan kasus kekerasan seksual yang ramai dibahas di media sosial bikin lingkungan kampus ikut jadi sorotan. UIN Walisongo Semarang pun mengakui ada satu hal yang masih jadi PR besar: sosialisasi soal mekanisme pelaporan.

Wakil Rektor III UIN Walisongo, Umul Baroroh, mengatakan banyak mahasiswa justru lebih memilih curhat atau menyampaikan keresahan lewat media sosial dibanding melapor ke jalur resmi kampus.

Menurutnya, salah satu penyebabnya karena mahasiswa belum benar-benar paham harus melapor ke mana.

Bacaaja: Pria Begitar di Balik Dugaan Pelecehan Mahasiswi UIN Walisongo, Kampus Bentuk Tim Gabungan
Bacaaja: Mencuat! Dosen UIN Walisongo Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Mahasiswa Geram

“Saya kira sosialisasinya memang kurang. Anak-anak akhirnya tidak menyalurkan aspirasinya lewat jalan yang tepat, malah ke media sosial,” katanya, Senin (11/5/2026).

Meski begitu, pihak kampus menegaskan semua informasi yang muncul di medsos tetap diperhatikan.

Jadi meskipun unggahannya anonim atau bukan laporan resmi, kampus mengaku tetap melakukan penelusuran.

“Kita tetap tangkap informasinya, tetap kita investigasi. Tidak diabaikan,” ujar Umul.

Hal serupa juga diakui Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Kurnia Muhajar. Menurutnya, edukasi soal Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) dan mekanisme penanganan kasus kekerasan seksual memang baru benar-benar digencarkan dalam dua tahun terakhir.

“Undang-undang TPKS baru ada 2022, lalu sosialisasi lebih masuk lagi di 2024. Memang agak terlambat,” katanya.

Karena itu, kampus berencana memperkuat sosialisasi lewat roadshow ke fakultas-fakultas.

Nantinya, mahasiswa nggak cuma dikasih info soal cara melapor, tapi juga soal perlindungan hukum, pendampingan psikologis, sampai kode etik dosen dan mahasiswa.

Pihak kampus berharap mahasiswa ke depan nggak lagi takut atau bingung kalau mengalami ataupun mengetahui kasus kekerasan seksual.

“Kita ingin menciptakan ruang aman sedini mungkin. Targetnya zero kekerasan seksual,” ujar Kurnia.

Kampus juga mengajak mahasiswa untuk membangun budaya yang lebih suportif terhadap korban.

Karena sering kali, yang bikin korban takut bicara bukan cuma pelakunya—tapi juga lingkungan yang masih suka menyalahkan atau meremehkan cerita mereka. (dul)

You Might Also Like

Pengusaha Jateng Tertekan Kenaikan BBM dan Bahan Baku, Produksi Terancam Turun

Bukan Margoyoso, Pemprov Jateng Bangun SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken

Sport Tourism Dongkrak Ekonomi, Pemprov Genjot Event Lari di Tiap Daerah

Kirab KH Sholeh Darat, Agustina: Selama Saya Menjabat, Jalan Terus

Sodetan Dikebut, Banjir Minggat?

TAGGED:kekerasan seksualpelecehan seksualpgsauin walisongo
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article BELLA MENANGIS--Terpidana kasus penggelapan, Bella Puspita Sari menangis teringat anaknya usai sidang PK di pengadilan, Senin (11/5/2026). (bae) Jerit Tangis Bella di PN Semarang, Sudah Lama Terpisah dari Bayinya: “Saya Pengen Pulang!”
Next Article BERPIHAK KEPADA KORBAN - Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Kurnia Muhajar, berkomitmen penanganan dugaan kasus kekerasan seksual di UIN Walisongo berpihak kepada korban. (dul) Korban Jangan Takut Bicara, UIN Walisongo Bentuk Tim Investigasi Dugaan Kekerasan Seksual

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Antisipasi Krisis Pangan, 12 Pemprov Kumpul di Semarang

Sektor UMKM Sumbang 20 Persen Total Investasi di Jateng

Bus Besar Masih Nekat Belok ke Prof Hamka

Jateng Resmi Masuk Peta Proyek Energi dari Sampah

Soal Hantavirus, Puan Minta Pemerintah Transparan

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Eksepsi Gagal, Hakim Tetap Gas Sidang Korupsi Bank Pasar Semarang

Maret 17, 2026
Hukum

Dukun Iskandar Kambuh Lagi: Pasutri di Pemalang Jadi Korban Kopi Beracun

Agustus 20, 2025
Daerah

Molotov Terbang di Depan Mapolda Jateng, Demo Ojol & Mahasiswa Berubah Chaos

Agustus 29, 2025
Ilustrasi korban pelecehan atau kekerasan seksual.
Unik

Mahasiswi Unsoed Korban Kekerasan Seksual Oknum Profesor Masih Trauma

Juli 30, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: UIN Walisongo Akui Sosialisasi Penanganan Kekerasan Seksual Masih Kurang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?