BACAAJA, SEMARANG- Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi akhirnya angkat suara soal nasib warga terdampak tanah gerak di Kampung Sekip, Kelurahan Jangli, Tembalang. Katanya sih, hunian sementara (huntara) bakal segera dibangun. Tapi, seperti biasa, ada satu kata kunci: koordinasi.
Gubernur bilang, pembangunan huntara masih harus dibicarakan bareng Pangdam karena lahan yang ditempati warga ternyata milik Kodam IV/Diponegoro. Jadi, sebelum bangun-bangun, harus “izin dulu ke yang punya tanah”.
Baca juga: Warga Jangli Nunggu Kepastian Relokasi
“Untuk Jangli saya koordinasi dengan Pangdam, karena itu tanahnya Kodam,” ujarnya di Gedung Pemprov Jateng, Jumat (10/4/2026). Di sisi lain, warga yang sekarang masih bertahan di pengungsian sekitar Kampung Sekip cuma dikasih batas waktu sampai 16 April.
Setelah itu? Katanya pasti ada relokasi. “Harus, tempatnya kan juga kayak gitu,” kata Luthfi singkat. Soal target pembangunan huntara? Belum ada. Soal dana? Masih dibahas. Intinya: semua masih dalam tahap “ngobrol dulu”.
Luthfi juga menjelaskan, skemanya bakal bertahap, mulai dari huntara dulu, baru lanjut ke hunian tetap (huntap). Tapi untuk huntap, masalahnya lebih ribet karena harus jelas status tanah, lengkap dengan sertifikat by name by address.
Harus Dicek
Kalau soal lokasi huntap nanti, pemerintah juga nggak mau asal pilih. Harus dicek dulu sama Dinas ESDM, apakah tanahnya aman atau malah berpotensi geser lagi. “Kalau nggak bisa, kita carikan tempat lain,” tambahnya.
Diketahui, bencana tanah gerak ini sudah terjadi sejak awal Februari lalu. Belasan rumah di wilayah RT 07/RW 1 rusak dan sekitar 65 jiwa (25 KK) terpaksa mengungsi di tenda darurat yang disiapkan BPBD.
Baca juga: Tanah Bergerak, Relokasi Warga Jangli Disiapkan
Masalahnya, sampai sekarang warga masih digantung. Pulang ke rumah dilarang karena berbahaya, tapi pindah ke tempat baru juga belum jelas kapan.
Di Kampung Sekip, tanah sudah lebih dulu bergerak. Sayangnya, kepastian nasib warganya masih jalan di tempat, nunggu rapat, nunggu koordinasi, nunggu… entah sampai kapan. (tebe)

