BACAAJA, SEMARANG- Pemkot Semarang memastikan kesiapan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026. Ajang berskala nasional itu dijadwalkan berlangsung pada September 2026.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menyatakan optimisme penuh bahwa Kota Semarang siap mengemban kepercayaan besar tersebut. Menurutnya, status tuan rumah bukan hanya kehormatan, tapi juga momentum penting untuk unjuk kapasitas.
“Kota Semarang siap menyambut dan menyukseskan MTQ Nasional 2026. Terakhir kali kami menjadi tuan rumah itu tahun 1979,” ujar Agustina, Rabu (4/2/2026).
Baca juga: Pesantren Diminta Nggak Cuma Jago Doa
Ia menegaskan, Pemkot Semarang bakal mengerahkan seluruh potensi daerah. Kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pelibatan masyarakat luas jadi kunci agar MTQ Nasional nanti berjalan lancar dan berkesan.
“Ini momentum bersejarah bagi Semarang untuk menghadirkan penyelenggaraan MTQ yang lebih baik, lebih tertib, dan semakin berkualitas,” katanya.
Sejauh ini, kesiapan Semarang juga sudah mulai diuji. Tim dari Kementerian Agama RI telah melakukan survei kelayakan sejumlah lokasi yang akan digunakan untuk penyelenggaraan MTQ Nasional 2026.
Kasubdit Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur’an Kemenag, Rizal Ahmad Rangkuty menjelaskan, peninjauan difokuskan pada aspek teknis yang krusial. Mulai dari tata ruang, alur registrasi, hingga kenyamanan peserta.
Majelis Lomba
“Tim membahas penataan 24 majelis lomba. Sekitar 13 majelis diproyeksikan untuk registrasi awal, sementara sisanya untuk lomba. Ruang tunggu peserta juga disesuaikan dengan jadwal kedatangan kafilah dari berbagai provinsi,” jelasnya.
Ia menambahkan, penggunaan area terbuka atau tenda besar masih memungkinkan, asalkan faktor keamanan, kenyamanan, dan mitigasi cuaca benar-benar diperhitungkan matang.
Dari sisi lokasi, PRPP Semarang mencuat sebagai salah satu titik strategis. Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Keagamaan Setda Provinsi Jawa Tengah, Agung Priyono, menilai PRPP punya keunggulan akses yang signifikan.
Baca juga: Pesantren Nggak Jalan Sendiri Lagi, Pemkot Semarang Ikut Turun Tangan
“Kedekatannya dengan bandara jadi nilai tambah. Kafilah bisa langsung registrasi di PRPP begitu tiba, sebelum melanjutkan ke hotel,” katanya. Menurutnya, PRPP berpotensi menjadi titik awal kedatangan seluruh kafilah MTQ Nasional dari berbagai provinsi di Indonesia.
MTQ Nasional memang soal lantunan ayat suci, tapi suksesnya ditentukan oleh hal-hal yang lebih duniawi: parkir, cuaca, alur masuk, sampai logistik. Kalau semua rapi, Semarang bukan cuma jadi tuan rumah, tapi tuan rumah yang diingat. (tebe)


