BACAAJA, SEMARANG — Pernah merasakan hujan es? Butiran-butiran es turun dari langit. Nah, Kota Semarang dan sejumlah wilayah di sekitarnya berpotensi mengalami hujan es.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ahmad Yani Jawa Tengah menyebut, fenomena cuaca ini bisa terjadi ketika kondisi atmosfer memenuhi sejumlah persyaratan tertentu.
Di Jateng, kata BMKG, sejumlah wilayah sebelumnya sudah diguyur hujan es. Di antaranya di Kabupaten Sragen. Video kejadian itu juga ramai beredar di media sosial.
Bacaaja: BMKG: Hujan di Jateng Baru Merata November-Desember, Puncaknya Awal 2027
Bacaaja: Waspada Cuaca Ekstrem di Semarang: 2-4 Hari Tak Hujan Justru Bisa Jadi Pertanda Bahaya
Prakirawan Cuaca BMKG Ahmad Yani, Haris, mengatakan Kota Semarang dan wilayah sekitarnya juga memiliki potensi mengalami hujan es.
“Kalau potensi terjadinya hujan es pasti ada tapi ada syarat dan ketentuan berlaku hingga hujan turun sebagai hujan es,” kata Haris kepada Kompas.com, Senin (2/11/2026).
Daerah Pegunungan Lebih Berpotensi
Menurut Haris, hujan es bukan fenomena baru di Semarang. Berdasarkan catatan historis, kejadian serupa pernah terjadi di Kecamatan Tembalang pada 2022.
Wilayah dataran tinggi atau kawasan pegunungan memiliki potensi lebih besar mengalami hujan es dibandingkan daerah pesisir.
Meski begitu, bukan berarti wilayah pesisir Kota Semarang sepenuhnya aman dari fenomena tersebut.
“Tapi tidak menutup kemungkinan juga bisa terjadi di wilayah pesisir Kota Semarang,” ujarnya.
Hujan es terjadi ketika butiran es yang terbentuk di dalam awan tidak sempat mencair sebelum mencapai permukaan bumi. Proses ini berkaitan dengan pergerakan massa udara di dalam awan yang mendorong butiran es tetap berada di ketinggian.
Puncak Musim Hujan Januari-Maret 2027
Selain potensi hujan es, BMKG juga memperkirakan puncak musim hujan di Semarang dan sejumlah wilayah sekitarnya terjadi pada Januari hingga Maret 2027.
Wilayah yang diperkirakan terdampak meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Salatiga, Temanggung, dan Demak.
Masyarakat di wilayah tersebut diimbau memperhatikan perkembangan informasi cuaca dari BMKG, terutama saat hujan disertai angin kencang dan petir.
Kewaspadaan diperlukan agar masyarakat dapat mengantisipasi perubahan cuaca yang berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari. (*)

