Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Semarang Jaga Toleransi hingga Tempat Peristirahatan Terakhir
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Daerah

Semarang Jaga Toleransi hingga Tempat Peristirahatan Terakhir

Dibangun di atas lahan 8,2 hektare, TPU Pancasila di Gunungpati menjadi fasilitas pemakaman lintas agama dan penghayat kepercayaan sekaligus ruang hijau baru di Kota Semarang.

T. Budianto
Last updated: September 22, 2026 9:47 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
TPU PANCASILA: Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menandatangani batu prasasti peresmian TPU Pancasila di Gunungpati, Minggu, (20/9/2026). (Foto: Pemkot Semarang)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG– Semangat toleransi di Kota Semarang tidak hanya hadir dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan hingga tempat peristirahatan terakhir, ruang untuk hidup berdampingan tetap disiapkan.

Hal itu ditandai dengan peresmian Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pancasila di Kecamatan Gunungpati oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng, Minggu (20/9/2026).

TPU Pancasila dibangun sebagai fasilitas pemakaman yang mengakomodasi warga dari berbagai agama dan penghayat kepercayaan. Kawasan tersebut berdiri di atas lahan sekitar 8,2 hektare dengan konsep pemakaman yang terintegrasi dengan penghijauan.

Lahan TPU Pancasila berasal dari fasilitas sosial dan fasilitas umum yang diserahkan DPD REI Jawa Tengah Wilayah Kota Semarang kepada pemerintah daerah. Pembangunan dilakukan secara bertahap sejak 2021 dan dikembangkan bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Semarang.

Baca juga: Makam di Semarang Mulai Full

Menurut Agustina, kehadiran TPU Pancasila menjadi bagian dari upaya menjaga kebersamaan dan toleransi masyarakat Kota Semarang. “Kota Semarang menjaga warganya dari dalam kandungan sampai meninggal dunia. Toleransi dan keseimbangan hidup terus kita jaga di kota ini,” ujar Agustina.

Keunikan TPU Pancasila terlihat dari penataan vegetasi yang digunakan untuk memberikan identitas pada kawasan pemakaman masing-masing agama dan kepercayaan.

Pohon asem digunakan untuk kawasan Islam, beringin untuk Hindu, jati untuk penghayat kepercayaan, cemara untuk Kristen, sawo kecik untuk Katolik, bambu kuning untuk Konghucu, serta pohon Bodhi untuk Buddha.

Konsep tersebut membuat kawasan pemakaman tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemakaman, tetapi juga ruang terbuka hijau yang mempertemukan keberagaman dalam satu kawasan.

Peresmian TPU Pancasila juga dirangkai dengan kick-off Gerakan Semarang Hijau Lestari. Program tersebut menargetkan penanaman 100.000 pohon hingga akhir 2026.

Tanam Pohon

Pada tahap awal, sebanyak 10.000 pohon disiapkan untuk ditanam secara kolaboratif di 16 kecamatan bertepatan dengan aksi World Cleanup Day 2026.

“Hari ini kita bergerak bersama. Peresmian TPU Pancasila, penanaman pohon, hingga pembersihan lingkungan adalah satu kesatuan semangat gotong royong warga Kota Semarang,” ungkap Agustina. Semangat kolaborasi dalam kegiatan tersebut juga diperluas pada persoalan kebutuhan dasar warga, salah satunya penyediaan hunian layak.

Dalam kesempatan yang sama, Agustina menyerahkan bantuan penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahap pertama sebanyak 104 unit. Selain itu, dukungan CSR dari empat pengembang mencapai 120 unit.

Baca juga: Semarang Bicara Toleransi: Agustina dan Sinta Nuriyah Kirim Pesan Harmoni

Program tersebut menjadi bagian dari target penanganan 2.500 unit RTLH sepanjang 2026 melalui kolaborasi anggaran pemerintah daerah, provinsi, pemerintah pusat, serta dunia usaha.

Agustina berharap kerja sama lintas sektor terus menjadi fondasi dalam pembangunan Kota Semarang yang berkelanjutan sekaligus menjaga kehidupan masyarakat yang toleran.

“Ketiga hal ini saling berkaitan. Penyediaan ruang publik yang inklusif, kelestarian lingkungan, dan bantuan hunian warga hanya bisa terwujud jika kita terus menjaga semangat gotong royong,” pungkasnya.

Pada akhirnya, TPU Pancasila membawa pesan yang sederhana: perbedaan tidak harus berhenti di pintu rumah ibadah. Bahkan ketika perjalanan hidup selesai, ruang untuk berdampingan tetap bisa disiapkan. (tebe)

You Might Also Like

Statistik Berpihak ke La Furia Roja

Mahfud MD Bongkar Akar Masalah: Dari Kebijakan Setengah Hati sampai Arogansi Elit

PBNU Tegasin Aliansi yang Laporkan Pandji ke Polisi Bukan Representasi NU

Bukit Mongkrang Ditutup Selama Ramadan

Korlantas & Kemenhub Gaspol Menuju Zero ODOL 2027, Safety Week Jadi Alarm Keselamatan Jalan

TAGGED:agustina wilujengheadlinepemkot semarangtpu pancasila
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Stunting Jateng Turun Jadi 9,93 Persen, Tapi Kesenjangan Daerah Masih Jadi PR
Next Article Luthfi Klaim Pengisian Jabatan di Pemprov Tak Pakai “Jasa Titip”

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Bawaslu “Latih” Mahasiswa UIN Walisongo Selesaikan Sengketa Pemilu

Luthfi Klaim Pengisian Jabatan di Pemprov Tak Pakai “Jasa Titip”

Semarang Jaga Toleransi hingga Tempat Peristirahatan Terakhir

Stunting Jateng Turun Jadi 9,93 Persen, Tapi Kesenjangan Daerah Masih Jadi PR

Lapas Purwodadi Razia Blok Hunian, 20 Orang Jalani Tes Urine

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Plesir

Kemenpar Dorong Shiva Festival Naik Level Nasional

Februari 17, 2026
Olahraga

Dilepas Presiden, Atlet Langsung Mode Menggila

Desember 25, 2025
SAKSI SIDANG--Camat Margorejo, Kabupaten Pati, Priyono Arief Fandillah (batik hijau pojok kanan) bersaksi di sidang korupsi terdakwa Sudewo, Rabu (15/7/2026). (bae)
Hukum

Camat Margorejo Kelabakan Dicecar KPK soal Mahar Perangkat Desa

Juli 15, 2026
Fokus

Semarang Zoo Siapkan Promo Khusus Peserta MTQ

September 7, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Semarang Jaga Toleransi hingga Tempat Peristirahatan Terakhir
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?