Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Bupati Klaten Hamenang Terjerat OTT KPK, Wamendagri Heran Kepala Daerah Berani Korupsi
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Bupati Klaten Hamenang Terjerat OTT KPK, Wamendagri Heran Kepala Daerah Berani Korupsi

R. Izra
Last updated: Oktober 19, 2026 11:19 am
By R. Izra
5 Min Read
Share
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto.
SHARE

BACAAJA, SOLO – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menambah panjang daftar kepala daerah yang terjaring Operasi Tangkap Tangan Koperasi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK), karena terlibat kasus suap, korupsi, dan nepotisme (KKN).

Di Jawa Tengah (Jateng) saja, dalam rentang waktu Januari-Oktober 2026 sudah 6 kepala daerah yang terjaring OTT KPK. Dari enam kepala daerah yang terjaring OTT KPK, semuanya adalah bupati.

Keenam bupati di Jateng yang terjaring OTT KPK adalah: Bupati Pati Sudewo; Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Cilacap Syamsul Aulia Rachman; Bupati Sukoharjo Etik Suryani; Bupati Pemalang Anom Widiyantoro; dan terbaru adalah Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.

Banyaknya kepala daerah yang terjaring OTT KPK membuat Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto heran. Menurutnya, masih saja ada kepala daerah yang berani melakukan korupsi di tengah gencarnya upaya pemberantasan korupsi.

Bacaaja: Tangkap Hamenang dan Luthfi, OTT KPK di Klaten Sita Rp1 Miliar
Bacaaja: Kronologi Bupati Klaten Hamenang Terjaring OTT KPK: Dijemput di Rumah Dinas, Dibawa ke Mapolresta Klaten

Bima mengaku tidak habis pikir dengan sikap kepala daerah yang masih nekat melakukan pelanggaran. Padahal, pemerintah bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah berulang kali mengingatkan mereka tentang potensi dan indikasi korupsi di daerah.

“Saya tidak habis pikir, teman-teman kepala daerah itu masih berani untuk melawan arus. Arusnya kan sekarang arus pemberantasan korupsi,” kata Bima di Solo, Sabtu (17/10/2026).

Ia menjelaskan, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama KPK telah melakukan langkah pencegahan dengan mengumpulkan kepala daerah. Mereka diberi pemahaman mengenai berbagai potensi kerawanan korupsi di wilayah masing-masing.

“Pak Mendagri berkeliling bersama Ketua KPK mengumpulkan kepala daerah untuk mengingatkan dan membuka data-data potensi korupsi dan indikasi korupsi. Itu sudah dilakukan,” ujarnya.

Bima berharap berbagai upaya tersebut bisa menjadi peringatan serius bagi kepala daerah agar tidak terseret kasus korupsi. Namun, menurutnya, pencegahan tidak cukup hanya dengan imbauan dan peringatan.

Ia menilai pemerintah juga perlu membenahi sistem yang selama ini berpotensi membuka celah korupsi. Sebab, pemberantasan korupsi tidak seharusnya hanya berfokus pada penindakan setelah pelanggaran terjadi.

Sejumlah aspek yang perlu diperbaiki, kata Bima, mencakup sistem partai politik, pengaderan, sistem pemilu, hingga pengadaan barang dan jasa.

“Perlu diseimbangkan antara law enforcement, penegakan hukum, dan pembenahan sistem. Jangan sampai hanya di ujungnya saja,” katanya.

Menurut Bima, pembenahan harus dilakukan dari hulu hingga hilir agar ruang bagi praktik korupsi semakin sempit. Dengan begitu, pemberantasan korupsi tidak hanya mengandalkan peringatan kepada kepala daerah atau penindakan terhadap mereka yang sudah tersangkut perkara.

Opini WTP Bukan Alasan Mengendurkan Pengawasan

Bima juga menyinggung opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan pemerintah. Menurutnya, opini tersebut tetap penting untuk mendorong transparansi pengelolaan keuangan.

Namun, predikat WTP tidak boleh membuat pengawasan dan penegakan hukum diabaikan. Kepala daerah tetap harus terlibat langsung dalam mengawasi pengelolaan keuangan di wilayahnya.

“WTP itu perlu. Itu penting untuk membuat sistem keuangan lebih transparan. Tapi harus diimbangi dengan pengawasan dan penegakan hukum,” tuturnya.

Saat ditanya apakah kasus korupsi yang muncul menunjukkan adanya persoalan di tubuh BPK, Bima meminta agar lembaga dan individu yang melakukan pelanggaran dibedakan.

“Ini kan oknumnya, bukan lembaganya, bukan programnya. Oknumnya yang harus kita tertibkan,” tandasnya.

Tetapkan Tiga Tersangka

Sebelumnya diberitakan, KPK menggelar OTT di Kabupaten Klaten pada Kamis (15/10/2026) dan mengamankan sejumlah orang. Namun, tak semua yang diamankan menjadi tersangka.

Plt Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK Achmad Taufik Husein dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026), menjelaskan bahwa total ada tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

1. Hamenang Wajar Ismoyo (HWI), Bupati Klaten periode 2025-2030;
2. Ahmad Luthfi H Rahmatullah (ALU), Kalan BPK Jawa Tengah (Jateng);
3. Muhammad Amin Wahyu Utomo (MAW), pihak swasta dari PT Madani Winasis Creative.

“Setelah ditemukan kecukupan alat bukti pada tahap penyidikan, KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka,” kata Taufik. (*)

You Might Also Like

Libur Udahan, Kembali Kerja Jangan Kendor: Pesan Gubernur Jateng Buat ASN

Kasus KKN UAD Bergulir, Polisi Mulai Dalami Laporan

HP Xiaomi Mulai Lemot? Cek Sisa Umurnya

Kapolda Cek SPPG Polisi: Gizi Aman, Anak Senang!

Indonesia vs Thailand di Semifinal Piala AFF U-23: Bukti Duel Sengit Strategi Vanenburg dan Damrong-Ongtrakul

TAGGED:bima arya sugiartobupati klatenHamenang Wajar Ismoyoheadlinekepala daerahkorupsiOTT KPKwamendagri
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Pantai Tirang, Destinasi Murah Meriah di Barat Semarang
Next Article Purbalingga Pasang Target 8 Emas di Porprov, Bonus Tembus Rp40 Juta

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Tak Cuma Jago Ngaji! Darul Amanah Juara Football Santri 2026

Dicari, Komisioner KI  yang Bukan Sekadar Pintar tapi juga Bisa Kerja Bareng

Seluruh Jalur Pendakian Gunung di Jateng Diminta Tutup Sementara

KHUSYUK - 1.328 hafiz dan hafizah menggelar khataman Alquran bareng di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonosobo pada puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN), Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini mengantarkan Wonosobo raih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Keren! Wonosobo Raih Rekor MURI pada HSN 2026, 1.328 Hafiz dan Hafizah Khataman Alquran Bareng

LATIHAN TANGANI INSIDEN: Petugas Bandara Ahmad Yani Semarang sedang latihan menangani insiden kebakaran pesawat. (ist)

Bandara Ahmad Yani Latihan Tangani Kecelakaan Pesawat dan Kebakaran

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Fokus

Cegah Bullying Bukan Hanya Siswa, Lingkungan Sekeliling Harus Paham

Oktober 11, 2026
Ekonomi

Harga Ambles Bikin Emosi, Peternak Solo Protes Guyur Badan Pakai Telur

Juli 7, 2026
Info

TPA Jatibarang Terbakar, Pemprov Bentuk Tim Gabungan

Oktober 2, 2026
Material lumpur bebatuan dan Potongan batang kayu menutup akses Desa Serang dan Desa Kutabawa, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu (24/1). Foto: Dok. BNPB
Info

Banjir dan Longsor Lereng Gunung Slamet: 4 Kabupaten Terdampak, Timbulkan Korban Jiwa

Januari 25, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Bupati Klaten Hamenang Terjerat OTT KPK, Wamendagri Heran Kepala Daerah Berani Korupsi
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?