Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Cegah Bullying Bukan Hanya Siswa, Lingkungan Sekeliling Harus Paham
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Fokus

Cegah Bullying Bukan Hanya Siswa, Lingkungan Sekeliling Harus Paham

T. Budianto
Last updated: Oktober 11, 2026 11:28 am
By T. Budianto
2 Min Read
Share
Direktur Yayasan Anantaka (Anantaka Cultural Trust), Tsaniatus Solihah. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Upaya mencegah bullying di sekolah dinilai tidak bisa hanya dibebankan kepada siswa. Guru, kepala sekolah hingga tenaga kependidikan juga harus memahami bentuk, pencegahan, dan cara menangani bullying.

Direktur Yayasan Anantaka (Anantaka Cultural Trust), Tsaniatus Solihah mengatakan, pemahaman tersebut penting untuk membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.

Baca juga: Bullying Bukan Candaan, Islam Tegas Melarangnya

“Kalau kita mau membudayakan budaya sekolah aman dan nyaman, salah satu indikatornya adalah tidak ada kekerasan ataupun bullying. Itu tidak hanya peserta didik, tapi guru,” kata Ika, Jum’at (9/10/2026).

Menurutnya, masih ada orang dewasa di lingkungan sekolah yang belum memahami bahwa tindakan tertentu sudah masuk dalam kategori bullying. Karena itu, guru dan tenaga kependidikan perlu lebih dulu memiliki pemahaman yang sama.

Dampak Bullying

Ika menyebut pencegahan bullying bisa dimasukkan ke berbagai kegiatan di sekolah, mulai dari pembelajaran, kegiatan kokurikuler hingga ekstrakurikuler. Sekolah juga bisa membuat program khusus yang mendorong siswa memahami dampak bullying.

Hal tersebut sejalan dengan penerapan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Melalui aturan tersebut, sekolah diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan, baik yang dilakukan antarsiswa maupun oleh orang dewasa di lingkungan sekolah.

Baca juga: Kasus Bullying Muncul Lagi, Sekolah Diminta Introspeksi

“Bagaimana mereka aman dan nyaman tidak mendapatkan kekerasan dalam bentuk apa pun dan oleh siapa pun,” ujarnya. Ia menegaskan, sekolah yang aman bukan hanya soal tidak adanya perkelahian. Ejekan, tekanan psikis, hingga tindakan yang selama ini dianggap sebagai candaan juga perlu menjadi perhatian agar tidak berkembang menjadi bullying.

Kalau orang dewasa saja masih menganggap perundungan sebagai kenakalan biasa, bagaimana siswa bisa belajar menghentikannya? Jangan sampai sekolah sibuk mengajarkan sopan santun, tetapi lupa memberi contoh bahwa merendahkan orang lain bukanlah hal yang pantas ditertawakan. (dul)

You Might Also Like

Geber Dapur Umum, Bupati Pekalongan Pastiin Perut Pengungsi Aman

HIPMI Semarang Resmi Dilantik, Wali Kota: Saatnya Anak Muda Jadi Mesin Ekonomi Kota!

Dukungan Deras, Sujarwanto Calon Tunggal Ketum KONI Jateng?

Lama di Jalan, Orderan Melayang

Sidang Sudewo Potensi Bentrok, Massa Pro dan Kotra Sama-sama Padati Pengadilan Tipikor Semarang

TAGGED:bullyingdisdik jatengheadlineperundungan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article BOBOL DATA - Ilustrasi hacker membobol data digital. RatHat Mengintai Android, PIN dan OTP Bisa Dibobol
Next Article Djarum dan PBSI Jateng Bidik Bibit Pebulutangkis dari Sekolah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Muh Harris: Anak Lebih Antusias Makan MBG Prasmanan

Apakah Pelaku Bullying yang Masih Anak-Anak Bisa Dihukum?

Jangan Bebani Pedagang Kecil dengan Biaya Sertifikat Halal

52 Anak di Jateng Terpapar Kekerasan

WhatsApp Uji Chat Rahasia, Cuma Bisa Dibuka di HP Utama

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Fokus

Menag Dorong Indonesia Jadi Rujukan Penjurian MTQ Dunia

September 13, 2026
Nasional

Puan: Transformasi Harus Pelan tapi Nempel

Desember 5, 2025
Tanda bintang merupakan lokasi pusat gempa Pacitan hasil pemodelam BMKG. (ist)
Info

Gempa Pacitan Hentikan Perjalanan Kereta Api, Getaran Terasa sampai Jateng

Februari 6, 2026
Tim SAR gabungan melakukan penyelaman di perairan Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, untuk mencari pelatih Valencia dan 2 anaknya yang masih hilang.
Sepak Bola

Detik-detik Kronologi Pelatih Valencia dan Tiga Anaknya Tewas di Labuan Bajo

Desember 29, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Cegah Bullying Bukan Hanya Siswa, Lingkungan Sekeliling Harus Paham
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?