BACAAJA, KLATEN – Tim KPK mengamankan 20 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Kabupaten Klaten dan Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya OTT terhadap.
“Konfirm, bahwa hari Kamis telah terjadi peristiwa tertangkap tangan,” jelasnya, Jumat (16/10/2026) dini hari.
Dalam peristiwa ini, Tim KPK mengamankan sejumlah 20 orang di wilayah Klaten dan Jakarta, termasuk Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan Kepala BPK Jateng Ahmad Luthfi H Rahmatullah.
Bacaaja: Kata Luthfi Ihwal Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK
Bacaaja: KPK Konfirmasi Tangkap Bupati Hamenang dan Ahmad Luthfi dalam OTT di Klaten
“Iya, salah satunya adalah Bupati Klaten,” tegasnya.
Selain memeriksa dan mengamankan sejumlah pihak, penyidik turut menyita barang bukti berupa uang tunai yang nilai pastinya masih dihitung.
“Masih proses hitung. Hitungan awal sementara sekitar Rp1 miliar,” kata Budi.
Menurut informasi, pemeriksaan terhadap sejumlah pihak di Klaten berlangsung di Mapolresta Klaten sejak Kamis pagi hingga malam.
Setelah menjalani pemeriksaan sekitar 14 jam, Hamenang dibawa ke Jakarta bersama sejumlah orang lainnya sekitar pukul 22.30 WIB.
Sebelum masuk ke mobil, Hamenang sempat menyampaikan permintaan maaf kepada warga Klaten atas kasus yang menjeratnya.
“Saya mohon maaf. Saya dimaafkan kalau ada salah. Saya mengikuti proses hukum yang berlaku. Mohon maaf telah mengecewakan,” kata Hamenang.
Terkait Pengadaan hingga Audit BPK
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menjelaskan soal kasus yang disidik dalam operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.
“Perkara ini diduga terkait dengan penerimaan yang dilakukan oleh penyelenggara negara, berkenaan dengan pengadaan barang dan jasa, perizinan, maupun penerimaan lainnya dari OPD,” jelas Budi, Jumat (16/10/2026).
Selain dugaan penerimaan tersebut, KPK juga menyoroti dugaan pemberian uang dari bupati kepada oknum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Ada dugaan pemberian yang dilakukan oleh bupati kepada oknum BPK terkait dengan audit,” imbuhnya. (bae)

