BACAAJA, SEMARANG- PSIS Semarang resmi melengkapi slot pemain asingnya dengan mendatangkan gelandang asal Brasil, Denilson Rodrigues. Pemain berusia 26 tahun ini jadi rekrutan terakhir PSIS di paruh musim Pegadaian Championship, sekaligus penutup agenda belanja asing tim.
Denilson diplot untuk jadi motor baru di lini tengah. Bukan cuma pekerja keras, tapi juga kreator permainan, tipe pemain yang bisa bikin alur serangan lebih rapi dan nggak panik saat ditekan lawan.
Baca juga: Sah, Rafinha Harapan Baru PSIS
Nama Denilson bukan pendatang sembarangan. Ia merupakan lulusan akademi Fluminense, salah satu pabrik talenta besar di Brasil. Karier profesionalnya juga terbilang lintas benua. Di Asia Tenggara, ia sempat membela Phnom Penh Crown FC di Liga Kamboja, lalu merasakan kerasnya kompetisi Timur Tengah bersama Bahrain SC. Terakhir, Denilson bermain di CA Atenas, Liga 2 Uruguay.
Pengalamannya makin lengkap karena ia juga pernah memperkuat tim nasional Brasil kelompok umur, catatan yang jadi sinyal kalau kualitas teknik dan visi bermainnya bukan kaleng-kaleng.
Perkuat Tim
CEO PSIS Semarang, Datu Nova Fatmawati menyebut, perekrutan Denilson sebagai langkah strategis untuk menguatkan sektor krusial tim. “Denilson adalah gelandang yang tangguh dan kreatif. Kami butuh pemain yang bisa mengatur tempo sekaligus memberi solusi saat tim tertekan. Bakatnya sudah terlihat sejak di Brasil, dan pengalamannya di berbagai kompetisi jadi nilai tambah,” ujar Datu Nova, Selasa (30/12/2025).
Dengan kedatangan Denilson, komposisi pemain asing PSIS musim ini resmi lengkap. Sebelumnya, manajemen sudah mendatangkan Aldair Simanca, bek asal Kolombia untuk memperkokoh pertahanan, serta Rafinha, penyerang Brasil yang dipinjam dari PSIM Yogyakarta dengan opsi pembelian.
Baca juga: PSIS Lagi “Checkout” Banyak: 9 Pemain Masuk, 4 Pamitan
Langkah agresif di bursa transfer ini jadi sinyal jelas: PSIS nggak mau sekadar numpang lewat di kompetisi. Dengan racikan pemain asing berpengalaman dan kerangka pemain lokal yang ada, Laskar Mahesa Jenar berharap bisa tampil lebih stabil dan merangsek ke papan atas klasemen.
Sekarang lini tengah sudah diisi Samba, lini belakang ada benteng Kolombia, lini depan ada striker Brasil, tinggal satu yang ditunggu suporter: di lapangan jangan cuma namanya yang Latin, mainnya juga harus panas. (tebe)


