BACAAJA, SEMARANG- Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti langsung menginstruksikan jajarannya untuk menangani dampak cuaca ekstrem yang terjadi di Kota Semarang, Rabu (4/3/2026) sore.
Data sementara hingga Rabu malam mencatat lebih dari 80 titik pohon tumbang di berbagai wilayah kota. Tim gabungan dari BPBD Kota Semarang, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang, Satpol PP Kota Semarang, serta relawan dan warga setempat langsung turun ke lapangan melakukan evakuasi dan pembersihan.
Baca juga: Hujan Badai Semarang Bikin Ratusan Rumah Rusak dan Pohon Tumbang Bergelimpangan
Beberapa ruas jalan yang terdampak di antaranya kawasan Jalan Pahlawan, Jalan Imam Bardjo, Jalan Suratmo, Jalan Dr. Cipto, Jalan S. Parman, hingga Jalan Soekarno Hatta. Selain itu, kejadian juga dilaporkan di kawasan Kota Lama, Purwoyoso, Ngaliyan, Pedurungan, Genuk, dan Semarang Timur.
Di sejumlah titik bahkan dilaporkan lebih dari satu pohon tumbang, seperti di area Lapangan Simpang Lima, Jalan Madukoro, dan Jalan Mayjend Sutoyo. Agustina memastikan penanganan dilakukan cepat agar tidak menimbulkan gangguan lalu lintas maupun membahayakan warga.
“Begitu laporan masuk, tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pembersihan. Dalam semalam, 86 titik pohon tumbang berhasil ditangani agar akses jalan kembali normal,” ujar Agustina.
Petugas Lapangan
Petugas di lapangan melakukan pemotongan batang pohon, membersihkan ranting yang berserakan, serta membuka kembali jalan yang sempat tertutup material pohon. Tak hanya di jalan protokol, pohon tumbang juga ditemukan di kawasan permukiman, fasilitas umum, hingga area perkantoran.
Beberapa di antaranya berada di sekitar Balai Kota Semarang, rumah dinas wali kota, sekolah, puskesmas pembantu, serta taman kota. Meski sebagian besar sudah tertangani, proses pembersihan di beberapa titik masih terus dilakukan karena membutuhkan penanganan lanjutan.
Baca juga: 53 Pohon Tumbang dalam Sehari, Semarang Lagi Nggak Baik-Baik Aja
Pemkot juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi. “Kami minta warga segera melaporkan jika menemukan pohon rawan tumbang atau kejadian darurat lainnya. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas,” tambahnya.
Ke depan, Pemerintah Kota Semarang akan melakukan monitoring rutin terhadap kondisi pohon-pohon peneduh di ruang publik sebagai langkah mitigasi agar kejadian serupa bisa diminimalkan.
Singkatnya, hujan dan angin boleh saja datang tanpa undangan, tapi kalau pohon sudah mulai tumbang, tim di lapangan harus gerak cepat, biar jalan kota kembali aman dilalui warga. (tebe)


