Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Orang Sudah Mampu Tapi Kurban Cuma Sekali Seumur Hidupnya, Gimana Ini?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Orang Sudah Mampu Tapi Kurban Cuma Sekali Seumur Hidupnya, Gimana Ini?

Menurut Budi, kurban justru dianjurkan terus dilakukan setiap tahun selama seseorang masih memiliki kemampuan finansial. Ia menilai pemahaman “cukup sekali” malah membuat semangat berkurban di sebagian wilayah menjadi menurun drastis.

Nugroho P.
Last updated: Mei 23, 2026 8:23 pm
By Nugroho P.
6 Min Read
Share
ilustrasi sapi kurban
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Menjelang Iduladha, obrolan soal kurban selalu muncul lagi di tengah masyarakat. Salah satu yang paling sering diperdebatkan adalah anggapan bahwa ibadah kurban cukup dilakukan sekali seumur hidup. Setelah itu, giliran anggota keluarga lain yang berkurban pada tahun berikutnya. Pemahaman seperti ini ternyata masih cukup banyak dipercaya di berbagai daerah.

Pandangan tersebut belakangan kembali disorot oleh Budi Jaya Putra saat memberikan ceramah di Masjid KH Sudja. Dalam pengajiannya, ia menegaskan bahwa kurban bukan ibadah yang selesai hanya dengan sekali pelaksanaan lalu dianggap tuntas seumur hidup.

Menurut Budi, kurban justru dianjurkan terus dilakukan setiap tahun selama seseorang masih memiliki kemampuan finansial. Ia menilai pemahaman “cukup sekali” malah membuat semangat berkurban di sebagian wilayah menjadi menurun drastis.

Ia menggambarkan ada daerah yang jumlah hewan kurbannya sangat sedikit karena banyak orang merasa sudah pernah berkurban di masa lalu. Akibatnya, mereka memilih tidak melakukannya lagi meski sebenarnya masih mampu secara ekonomi.

Di sisi lain, warga yang belum mampu tentu memang belum bisa berkurban. Situasi itu akhirnya membuat pelaksanaan kurban di beberapa tempat semakin sepi dari tahun ke tahun. Padahal Iduladha seharusnya menjadi momentum besar berbagi kepada masyarakat luas.

Budi menjelaskan bahwa dalam Al-Qur’an maupun hadis tidak ada ketentuan yang membatasi ibadah kurban hanya sekali seumur hidup. Ia mengutip ayat dalam Surah Al-Kautsar yang memerintahkan umat Islam untuk sholat dan berkurban tanpa menyebut batas waktu tertentu.

Menurutnya, perintah tersebut dipahami berlaku terus menerus selama seseorang masih diberi kemampuan. Karena itu, kurban dipandang sebagai ibadah tahunan yang terus dihidupkan setiap Iduladha.

Ia juga menyinggung Surah Al-Hajj yang menyebut hewan kurban sebagai bagian dari syiar Allah. Kata “syiar” menurutnya menunjukkan bahwa kurban adalah simbol penting dalam Islam yang seharusnya terus dijaga keberlangsungannya dari waktu ke waktu.

Bukan cuma dari ayat Al-Qur’an, Budi juga menyoroti kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang disebut rutin berkurban setiap tahun hingga akhir hayat. Ia mengatakan tidak ada riwayat yang menjelaskan Nabi hanya berkurban sekali lalu berhenti.

Dalam salah satu hadis yang disampaikan, Nabi disebut menyembelih dua kambing. Satu untuk dirinya dan keluarga, sementara satu lagi diniatkan bagi umat Islam yang belum mampu berkurban.

Dari situ, Budi menilai praktik Rasulullah sudah cukup menunjukkan bahwa kurban bukan ibadah sekali jadi. Justru ibadah itu terus diulang setiap tahun sebagai bentuk ketakwaan dan kepedulian sosial.

Ia juga meluruskan anggapan sebagian masyarakat yang merasa hewan kurban harus selalu kambing. Menurutnya, sapi dan unta juga termasuk hewan kurban yang dibolehkan dalam syariat Islam.

Budi menyebut pada masa Nabi, kambing memang lebih sering digunakan karena paling mudah dimiliki masyarakat Arab saat itu. Selain jumlahnya banyak, harganya juga lebih terjangkau dibanding hewan lain.

Karena itu, menurutnya tidak tepat jika sekarang orang malah memperdebatkan apakah kurban harus kambing atau tidak. Yang jauh lebih penting adalah semangat menjalankan ibadah kurban sesuai kemampuan masing-masing.

Ia bahkan menilai kurban sapi punya manfaat sosial yang sangat besar karena dagingnya lebih banyak dan bisa dibagikan ke lebih banyak warga. Di sejumlah daerah yang jarang menikmati daging, keberadaan sapi kurban bisa sangat berarti bagi masyarakat.

Dalam ceramahnya, Budi juga mengingatkan soal hadis yang berisi peringatan keras bagi orang yang sebenarnya mampu tetapi sengaja tidak mau berkurban. Hadis tersebut sering dijadikan pengingat agar umat Islam tidak meremehkan ibadah Iduladha.

Meski begitu, ia menjelaskan para ulama memang memiliki perbedaan pandangan soal hukum kurban. Mazhab Hanafi menganggap kurban wajib bagi yang mampu setiap tahun, sedangkan mazhab lain seperti Syafi’i, Maliki, dan Hanbali menyebutnya sunah muakkadah atau sunah yang sangat dianjurkan.

Namun satu hal yang menurutnya sama, tidak ada mazhab yang mengatakan kurban cukup sekali seumur hidup. Semua pandangan tetap menempatkan kurban sebagai ibadah yang terus dianjurkan dilakukan berulang setiap Iduladha.

Selain bicara soal hukum, Budi juga menyoroti sisi sosial dari ibadah kurban. Ia menyebut masih ada banyak wilayah yang hampir tidak pernah menikmati daging kurban dalam jumlah layak.

Di beberapa kawasan pegunungan, satu ekor kambing bahkan harus dibagikan untuk satu kampung. Kondisi itu menurutnya menjadi bukti bahwa pemerataan distribusi hewan kurban masih sangat dibutuhkan.

Karena itu, ia mengapresiasi masjid dan lembaga yang menyalurkan hewan kurban ke daerah-daerah minim kurban agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.

Budi juga sempat menyinggung kebiasaan sebagian orang yang rutin menghabiskan uang untuk hiburan atau gaya hidup, tetapi selalu merasa berat saat diminta berkurban. Menurutnya, persoalan terbesar sering kali bukan soal mampu atau tidak, melainkan ada atau tidaknya niat.

Ia bahkan memberi contoh ada anak sekolah hingga pemulung yang tetap bisa berkurban karena terbiasa menyisihkan uang sedikit demi sedikit. Dari situ ia menilai semangat berkurban sebenarnya bisa dibangun siapa saja selama ada kemauan.

Di akhir ceramahnya, Budi mengajak umat Islam menjadikan kurban bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga bentuk cinta kepada Allah sekaligus kepedulian kepada sesama manusia yang jarang menikmati kecukupan makanan. (*)

You Might Also Like

Yellow Fun Walk: Cara Santai Wakil Ketua DPRD Jateng Ajakin Warga Hidup Sehat

Lawang Sewu jadi Lokasi Salat Idulfitri

Prabowo Minta Bersabar Soal Menteri Polkam & Menpora, “Biar Kalian Ada Semangat!”

Semarang Tak Lagi Bergantung, PAD Makin Tebal hingga Dijuluki ‘Transformer City’

90 Persen Proyek Energi Terbarukan Lebih Murah daripada Listrik Fosil, tapi . . .

TAGGED:idul adhakurban
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Motor Mahar Belum Jalan Pengantinnya Malah Pergi Duluan Tengah Malam
Next Article Iduladha Datang Lagi Tapi Banyak Orang Masih Bingung Hukum Kurban

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PENYIRAM OTOMATIS--Penyiram otomatis sedang difungsikan di Taman Brilian, Jalan Pandanaran, Kota Semarang. (ist)

Taman Kota Semarang Mulai Disiram Otomatis saat Kemarau

BEASISWA KHUSUS - Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jawa Tengah, Prof Hasyim Muhammad, memberikan keterangan mengenai beasiswa khusus untuk santri, Sabtu (22/8/2026). (dul)

Tinggal di Pesantren dan Aktif di Kampus, Syarat Dapat Beasiswa Pemprov Jateng

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah (Sekda Jateng) Sumarno. (dul)

Pemprov Jateng Dukung Pengembangan Geotermal, Sekda: Suara Warga Gak Boleh Diabaikan

NAIK KA--Pengguna jasa kereta api berada di Stasiun Semarang Tawang. (ist)

Libur Panjang Maulid Nabi, 124 Ribu Penumpang Kereta Padati Stasiun Daop Semarang

BEASISWA KHUSUS - Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Jawa Tengah, Prof Hasyim Muhammad, memberikan keterangan mengenai beasiswa khusus untuk santri, Sabtu (22/8/2026). (dul)

Kabar Gembira! Ada Beasiswa Rp6 Juta per Orang untuk 420 Santri Ma’had Aly Jateng

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Modus COD Motor Bekas Berujung Jebakan, Pelaku Tertangkap

April 8, 2026
PENGALAMAN LEBIH DEKAT - Melalui Nobar Gembira ICONNET, PLN Icon Plus ingin menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan pelanggan melalui kegiatan yang relevan dengan minat masyarakat.
Info

Nobar Gembira ICONNET Pererat Hubungan PLN Icon Plus dengan Pelanggan

Juli 26, 2026
SIDANG KORUPSI--Bupati Cilacap nonaktif, Syamsul Auliya Rachman dan mantan Sekda Sadmoko Danardono jalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Semarang, Jumat (31/7/2026). (bae)
Hukum

Bupati dan Sekda Cilacap Didakwa Peras OPD, Terkumpul Rp568 Juta

Juli 31, 2026
Daerah

Posyandu di Surakarta Buka Layanan Mental Buat Anak Muda

Januari 17, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Orang Sudah Mampu Tapi Kurban Cuma Sekali Seumur Hidupnya, Gimana Ini?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?