BACAAJA, BANYUMAS – Aksi penipuan dengan modus gendam yang sempat bikin resah warga Sokaraja akhirnya berhasil diungkap polisi. Pelaku yang mengaku tokoh agama dan menawarkan pengobatan spiritual ditangkap tim Resmob Polresta Banyumas di wilayah Sragen. Pelaku berinisial RSD (56), warga Pasuruan, diketahui juga merupakan residivis kasus penipuan dengan modus serupa.
Modus Ngaku Kiai dan Santri Gus Dur
Kapolresta Banyumas Petrus P. Silalahi menjelaskan, kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari korban berinisial PW (57). Korban merupakan warga Desa Jompo Kulon, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Dari laporan tersebut, polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengidentifikasi pelaku.
Pelaku menjalankan aksinya dengan menyamar sebagai kiai yang mengaku santri dari Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Dengan penampilan peci putih, baju koko, sorban, dan sarung, ia meyakinkan korban bahwa dirinya bisa membantu menyembuhkan penyakit lewat pengobatan spiritual.
Korban Diajak Masuk Mobil
Peristiwa itu terjadi pada Rabu pagi, 25 Februari 2026, sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu korban sedang berjalan kaki di pinggir jalan Desa Jompo Kulon ketika dihampiri pelaku yang mengendarai mobil Toyota Avanza berwarna silver. Pelaku kemudian mengajak korban masuk ke dalam mobil untuk berbincang.
Di dalam mobil, pelaku mulai menawarkan pengobatan spiritual kepada korban. Ia mengatakan perhiasan yang dipakai korban perlu didoakan agar membawa energi baik. Korban yang percaya akhirnya mengikuti permintaan tersebut.
Perhiasan Diminta untuk “Didoakan”
Pelaku kemudian meminta korban melepas gelang dan cincin yang dipakai. Perhiasan itu disebut akan direndam dalam air sambil didoakan agar memberikan kesembuhan dan keberkahan. Namun setelah perhiasan diberikan, situasi justru berubah.
Pelaku meminta korban turun dari mobil dengan alasan proses doa sudah selesai. Begitu korban turun, pelaku langsung tancap gas meninggalkan lokasi. Korban pun baru menyadari bahwa dirinya telah menjadi korban penipuan.
Kerugian Hampir Dua Puluh Juta Rupiah
Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan gelang emas sekitar 50 gram dan cincin batu merah seberat tiga gram. Total kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp19,8 juta. Kasus ini kemudian segera dilaporkan ke pihak kepolisian.
Berdasarkan laporan tersebut, tim Resmob Polresta Banyumas melakukan penelusuran terhadap identitas pelaku. Setelah proses penyelidikan, pelaku akhirnya berhasil ditangkap pada Kamis dini hari di wilayah Sragen.
Polisi Amankan Barang Bukti
Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya mobil Toyota Avanza yang digunakan pelaku saat menjalankan aksinya. Selain itu, polisi juga menyita peci putih, baju koko, sorban kotak-kotak, dan sarung yang dipakai pelaku saat menyamar.
Petugas juga mengamankan kuitansi pembelian perhiasan milik korban sebagai bagian dari barang bukti. Semua barang tersebut kini digunakan dalam proses penyidikan lebih lanjut.
Polisi Ingatkan Warga Tetap Waspada
Kapolresta Banyumas mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada orang yang baru dikenal. Terutama jika orang tersebut meminta uang atau perhiasan dengan berbagai alasan, termasuk pengobatan spiritual. Modus seperti ini sering digunakan oleh pelaku penipuan.
Saat ini pelaku dijerat dengan pasal penipuan dalam Undang-Undang KUHP yang baru. Ancaman hukumannya mencapai empat tahun penjara. Polisi berharap kasus ini menjadi pelajaran agar masyarakat lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang semakin beragam. (*)


