Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Prediksi Astronom Dunia: Lebaran 2026 Jumat, Hilal Susah Terlihat
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Prediksi Astronom Dunia: Lebaran 2026 Jumat, Hilal Susah Terlihat

Kalangan astronom internasional yang mengamati posisi bulan secara detail. Mereka memperkirakan Lebaran 1447 Hijriah kemungkinan besar jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Nugroho P.
Last updated: Maret 13, 2026 9:46 am
By Nugroho P.
4 Min Read
Share
ilustrasi Idul Fitri.
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Menjelang akhir puasa, prediksi tanggal Idul Fitri 2026 kembali ramai dibahas. Kali ini datang dari kalangan astronom internasional yang mengamati posisi bulan secara detail. Mereka memperkirakan Lebaran 1447 Hijriah kemungkinan besar jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Contents
Prediksi Astronom dari Uni Emirat ArabPengamatan Hilal Berlanjut pada 19 MaretPeluang Terlihat di Wilayah Barat DuniaContoh Kondisi Hilal di Beberapa KotaBanyak Faktor Menentukan Terlihatnya HilalLebaran Bisa Berbeda di Berbagai Negara

Prediksi Astronom dari Uni Emirat Arab

Perkiraan tersebut disampaikan oleh astronom dari International Astronomical Center yang berbasis di Abu Dhabi. Direktur pusat tersebut, Mohammed Shawkat Odeh, menjelaskan bahwa pengamatan hilal pada Rabu tidak mungkin terjadi. Hal ini karena posisi bulan belum memenuhi syarat untuk terlihat setelah matahari terbenam.

Menurutnya, negara yang memulai Ramadan pada 18 Februari 2026 akan mencoba melihat hilal pada 18 Maret. Namun pada tanggal tersebut bulan justru terbenam lebih dulu sebelum matahari. Kondisi ini membuat hilal hampir pasti tidak bisa diamati.

Pengamatan Hilal Berlanjut pada 19 Maret

Sementara negara yang memulai Ramadan pada 19 Februari akan mengamati hilal pada Kamis, 19 Maret. Tanggal itu bertepatan dengan hari ke-29 Ramadan bagi negara-negara tersebut. Meski begitu, kondisi astronominya masih cukup sulit untuk pengamatan langsung.

Odeh menjelaskan bahwa pengamatan hilal dari wilayah timur dunia hampir mustahil dilakukan pada hari tersebut. Beberapa wilayah mungkin masih memiliki peluang menggunakan teleskop, khususnya di Asia Barat dan Afrika bagian tengah serta utara. Namun untuk pengamatan dengan mata telanjang, peluangnya sangat kecil.

Peluang Terlihat di Wilayah Barat Dunia

Menariknya, kondisi berbeda diperkirakan terjadi di wilayah barat dunia. Di beberapa bagian Amerika Utara, hilal diperkirakan dapat terlihat dengan relatif lebih mudah. Karena itu, sebagian negara mungkin akan menetapkan Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026.

Namun tidak semua negara memiliki kondisi pengamatan yang sama. Jika banyak wilayah tidak berhasil mengonfirmasi hilal, maka kemungkinan sebagian negara lain baru merayakan Idul Fitri pada Sabtu, 21 Maret 2026. Perbedaan ini memang sering terjadi karena faktor lokasi dan kondisi langit.

Contoh Kondisi Hilal di Beberapa Kota

Odeh juga menjelaskan kondisi hilal di beberapa kota dunia. Di Jakarta, misalnya, bulan diperkirakan terbenam hanya sekitar 10 menit setelah matahari terbenam. Usia bulan saat itu sekitar 11 jam dengan pemisahan sudut 5,2 derajat sehingga pengamatan hampir mustahil dilakukan bahkan dengan teleskop.

Di Riyadh dan Kairo, bulan berada sedikit lebih lama di atas cakrawala setelah matahari terbenam. Namun kondisi tersebut tetap membuat pengamatan hanya mungkin dilakukan dengan bantuan teleskop dan langit yang benar-benar cerah. Sementara di beberapa kota Eropa, hilal juga diperkirakan sangat sulit terlihat dengan mata telanjang.

Banyak Faktor Menentukan Terlihatnya Hilal

Odeh menekankan bahwa visibilitas hilal tidak hanya bergantung pada satu angka tertentu. Beberapa faktor seperti usia bulan, ketinggian di atas cakrawala, hingga jarak sudut dari matahari harus dihitung bersama. Karena itu, meskipun data astronomi terlihat mendekati batas minimum, hilal belum tentu bisa terlihat.

Nilai terendah yang pernah tercatat untuk hilal yang berhasil dilihat dengan mata telanjang juga cukup tinggi. Catatan tersebut menunjukkan bulan terlihat sekitar 29 menit setelah matahari terbenam dengan usia lebih dari 15 jam. Artinya, kondisi yang lebih rendah dari itu biasanya sangat sulit untuk pengamatan.

Lebaran Bisa Berbeda di Berbagai Negara

Berdasarkan analisis tersebut, banyak negara diperkirakan akan menetapkan Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026. Namun sebagian wilayah lain mungkin baru merayakannya pada Sabtu, 21 Maret. Perbedaan ini bergantung pada keberhasilan pengamatan hilal di masing-masing negara.

Karena itu, penentuan akhir tetap bergantung pada hasil rukyat yang dilakukan setiap negara. Data astronomi hanya menjadi panduan awal sebelum keputusan resmi diumumkan. Hingga mendekati akhir Ramadan, prediksi semacam ini biasanya terus menjadi perhatian umat Islam di berbagai belahan dunia. (*)

You Might Also Like

Datang Pengennya Gusur Ternak Babi, SPPG di Sragen Akhirnya Malah Direlokasi

Bukan Margoyoso, Pemprov Jateng Bangun SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken

Parah Banget, Bos Sritex Kibuli Bank Sampe Negara Rugi Rp1 Triliun

Perpus Jateng Nggak Lagi Sepi: Tembus 4,3 Juta Kunjungan Sepanjang 2025

Nawal Ajak Santri Nempel Terus Sama Alquran

TAGGED:astronomiidul fitrilebaran
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ilustrasi pesawat tanker Boeing KC-135 Stratotanker milik militer Amerika Serikat (AS). Iran Klaim Tembak Jatuh Pesawat Pengisi Bahan Bakar Jet Tempur AS Jatuh di Irak
Next Article Ngaku Kiai Santri Gus Dur, Tukang Gendam Ditangkap Polisi

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Prestasi Aman, Regenerasi Jadi Fokus

MBG di Klaten Bikin Heboh: Makan Gratis, Bonus Mual?

PSIS Siap Ganggu Mimpi PSS di Sleman

Ketua DPC Peradi SAI Semarang, Luhut Sagala (tengah) saat diskusi publik di kantor Bacaaja.co.

Peradi SAI Semarang Sorot Potensi Kericuhan Aksi May Day, Singgung Risiko Salah Tangkap

Nggak Cuma Nimbang Bayi, Posyandu Sekarang Ikut Ngurus Warga

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi anak-anak main game online.
Hukum

Dua Anak Kotim Terpapar Paham Ekstrem dari Game Online, Terkait Bom SMA Jakarta?

Januari 9, 2026
Ekonomi

123 Ton Bawang Gelap Nyelonong ke Semarang

Januari 10, 2026
Ilustrasi rekening bank.
Ekonomi

Kabar Gembira Nih! BLT Rp900.000 Cair Hari Ini, Kamu Dapet Nggak?

Oktober 20, 2025
Info

Ismi Najiba, Bocah Perempuan yang Hanyut di Kudus Ditemukan Tewas

Januari 12, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Prediksi Astronom Dunia: Lebaran 2026 Jumat, Hilal Susah Terlihat
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?