Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: 123 Ton Bawang Gelap Nyelonong ke Semarang
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

123 Ton Bawang Gelap Nyelonong ke Semarang

Awalnya cuma laporan WhatsApp. Ujung-ujungnya ribuan karung bawang bombay ilegal kepergok nongkrong di gudang. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pun langsung pasang mode serius. Kasus ini harus tuntas, dibongkar habis bukan sekadar dibereskan di permukaan.

T. Budianto
Last updated: Januari 14, 2026 8:15 am
By T. Budianto
3 Min Read
Share
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman geram dengan kasus penyelundupan bawang bombay ilegal di Kota Semarang. Ia menegaskan kasus ini harus diusut tuntas agar tak jadi kebiasaan lama yang terus diulang.

“Ini harus. Kami minta PM dampingi, Kapolres juga, agar diusut dan dibongkar sampai akar-akarnya. Harus ada efek jera,” tegas Amran saat mengecek langsung ribuan karung bawang bombay ilegal di sebuah gudang di Semarang, Sabtu, (10/1/2026).

Amran mengungkap, kasus ini terendus dari laporan masyarakat lewat layanan WhatsApp “Lapor Pak Amran”. Begitu laporan masuk, ia langsung menghubungi Polisi Militer, Dandim, Kapolrestabes Semarang, hingga petugas karantina agar pengiriman ilegal itu dicegat sebelum keburu masuk pasar.

Baca aja: Ekspor 300 Ton Lada ke Jepang, Pemkab Purbalingga Gaspol Replikasi Program UPLAND!

Hasilnya, aparat mengamankan 6.172 karung bawang bombay dengan total berat sekitar 123 ton. “Bukan soal tonnya. Di pertanian, satu ton sama bahayanya dengan seribu ton kalau membawa penyakit,” ujarnya.

Ia menduga penyelundupan ini bukan kerja dadakan. Pasalnya, enam truk sudah siap untuk mengangkut bawang tersebut, namun tanpa dokumen resmi.

“Ini sudah rapi. Mobilnya siap, barangnya siap, surat-suratnya enggak ada. Ini berarti sekongkol. Harus dibongkar, enggak boleh ada ampun,” katanya.

Dampak Penyelundupan

Menurut Amran, dampak penyelundupan bawang bombay jauh lebih berbahaya daripada sekadar hitung-hitungan kerugian rupiah. Komoditas ilegal berisiko membawa bakteri yang bisa mengancam tanaman lokal dan bikin petani kehilangan semangat bertani. “Kalau petani sudah malas nanam, ini bahaya. Makanya barang ini dimusnahkan. Enggak ada distribusi, enggak ada lelang. Titik,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah Kombes Pol Djoko Julianto memastikan proses penyidikan masih berjalan. Polisi telah mengamankan enam sopir ekspedisi sebagai saksi, menyita ribuan karung bawang bombay, serta enam unit truk pengangkut.

“Kami masih mengamankan dari pihak ekspedisi, driver-driver dulu. Dari pemeriksaan mereka, nanti kita telusuri asal dokumen, kendaraan, dan barang,” jelasnya.

Baca  juga: 11.800 Ton Bawang Merah Brebes Terbang Ke Thailand, Singapura dan Vietnam

Saat ini, para sopir masih berstatus saksi. Mereka mengaku hanya diminta mengangkut barang dan bersikap kooperatif selama pemeriksaan. “Mereka mengaku hanya mengantar dari Kalimantan ke Semarang. Soal perusahaan dan pihak terkait, nanti akan kami sampaikan setelah pemeriksaan lanjutan,” pungkas Djoko.

Bawangnya memang bombay, tapi kasusnya jangan ikut “meledak lalu reda”. Pesan Mentan jelas: jangan cuma sopir yang kena angin, dalangnya harus ikut ke meja hukum, biar bawang ilegal kapok dan petani lokal bisa napas lega. (tebe)

You Might Also Like

Kenalan Sama Pak Sururi, Orang Biasa dengan Aksi Luar Biasa Jaga Pesisir Semarang

Begal Sadis Halmahera Memang Gak Ada Kapoknya, Dito Sudah 4 Kali Masuk Penjara

Lebaran Monyet di Gua Kreo: Kera Berpesta di Sesaji Rewanda, Wisatawan Ikutan Seru-seruan

Wali Kota Ajak ISEI Semarang Dukung “Waras Ekonomi”

IHSG Kembali Nyungsep 2,5% setelah Moody’s Pangkas Outlook RI Jadi Negatif

TAGGED:bawang bombaykementanSemarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Bantuan Operasional RT Sisa, Fraksi PDIP Buka Suara
Next Article Mahesa Jenar Tumbang di Maguwoharjo

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

MANIFESTO PETANI NAHDLIYIN - Pembacaan manifesto petani Nahdliyin di Ponpes Al Itqon, Bugen, Semarang, Senin (10/8/2026). (ist)

7 Poin Manifesto Muktamar Petani Nahdliyin di Semarang, akan Dibawa ke Muktamar NU di Jombang

MENGENAL TEKNOLOGI - Siswa SLB B Yakut Purwokerto mengenal teknologi komunikasi lewat Program BERDAYA dari PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah, Rabu (5/8/2026).

PLN Icon Plus Kenalkan Teknologi Telekomunikasi kepada Siswa SLB B Yakut Purwokerto melalui Praktik

FESTIVAL BALON - Puluhan balon udara bergambar Prabowo dan berbagai program unggulannya diterbangkan di Alun-alun Wonosobo, Minggu (9/8/2026). (ist)

Viral Balon Gambar Prabowo hingga MBG di Wonosobo, Panitia: Silakan Kritik Programnya . . .

30 Tahun Berlalu, Nama Udin Tak Hilang: Dari Aula PWI sampai Makam di Bantul

Ketika Guru jadi Tumbal Makan Bergizi Gratis

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Pemkot Gelar Bazar Ramadan di 177 Kelurahan

Maret 11, 2026
Wakil Walikota Semarang Iswar Aminudin saat menjadi inspektur upacara Hari Perhubungan Nasional di halaman Balaikota Semarang, Kamis (19/9/2025). Foto: dok.
DaerahEkonomi

Semarang Gaspol Wujudkan Transportasi Inklusif, Ekonomi Tumbuh Rakyat Nyaman

September 21, 2025
Sirkular

Nggak Mau Byar-Pet, KITB Disuntik 180 MW Energi Hijau

Februari 28, 2026
Ekonomi

Cek Harga, Satgas Saber Pangan Jateng Blusukan ke Pasar Jatingaleh

Februari 23, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: 123 Ton Bawang Gelap Nyelonong ke Semarang
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?