Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Demo Memasak di Depan DPRD Jateng, Cara Kreatif Perempuan Semarang Kritik MBG
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Demo Memasak di Depan DPRD Jateng, Cara Kreatif Perempuan Semarang Kritik MBG

Sejumlah perempuan menggelar tikar dan mulai meracik berbagai bahan untuk memasak di depan DPRD Jateng sebagai kritik terhadap MBG.

R. Izra
Last updated: Juni 25, 2026 8:08 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
PROTES MBG - Sejumlah perempuan menggelar aksi protes dan kritik terhadap MBG dengan cara memasak bersama di depan Gedung DPRD Jateng. (dul)
PROTES MBG - Sejumlah perempuan menggelar aksi protes dan kritik terhadap MBG dengan cara memasak bersama di depan Gedung DPRD Jateng. (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Sejumlah mahasiswa, aktivis perempuan, pegiat lingkungan, dan masyarakat sipil menggelar aksi memasak bersama di depan gedung DPRD Jateng sebagai bentuk kritik terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Berbeda dari aksi demonstrasi pada umumnya, peserta memilih memasak bersama menggunakan bahan pangan yang berasal dari masyarakat yang tengah memperjuangkan ruang hidup dan lingkungan mereka.

Di atas tikar yang digelar di Depan Gerbang Kantor DPRD Jateng, peserta menyiapkan berbagai bahan makanan mulai dari sayuran, beras, kerang, hingga cabai yang didatangkan dari sejumlah daerah.

Bacaaja: Pengakuan Emak-emak Massa Bayaran Demo Dukung MBG: Dapat Uang Jajan, Seratus
Bacaaja: Siapa yang Lapar? Pengusaha SPPG Protes MBG Dihentikan saat Libur Sekolah

Hasil masakan tersebut nantinya dibagikan kepada masyarakat sebagai simbol solidaritas sekaligus bentuk perlawanan terhadap kebijakan yang dinilai belum berpihak pada rakyat.

Perwakilan massa aksi, Tuti Wijayati, mengatakan program MBG seharusnya dievaluasi secara menyeluruh karena masih banyak persoalan yang menurutnya belum mendapat perhatian pemerintah.

“Harus ada evaluasi besar-besaran berbasis data. Selama ini yang dimunculkan hanya data-data keberhasilan, sementara dampak-dampak yang dirasakan masyarakat tidak pernah benar-benar dibuka ke publik,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).

Menurut Tuti, masa libur sekolah saat ini dapat menjadi momentum untuk mengukur efektivitas program tersebut. Pemerintah dinilai perlu membandingkan kondisi ketika MBG berjalan dan saat program dihentikan sementara agar manfaat maupun dampaknya dapat terlihat secara objektif.

Ia juga menyoroti pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai belum sepenuhnya melibatkan masyarakat.

Menurutnya, petani, nelayan, kelompok perempuan, dan pelaku usaha lokal semestinya mendapat ruang lebih besar dalam rantai pasok program tersebut.

“Kalau memang program ini untuk masyarakat, seharusnya masyarakat juga yang dilibatkan secara langsung. Jangan sampai yang mendapatkan manfaat justru pihak-pihak yang tidak berasal dari masyarakat itu sendiri,” katanya.

Selain itu, Tuti menilai berbagai kasus yang muncul dalam pelaksanaan MBG, termasuk kasus keracunan makanan di sejumlah daerah, semestinya menjadi bahan evaluasi serius.

“Kita sering mendengar kasus-kasus yang muncul, tetapi sampai sekarang tidak pernah ada evaluasi yang terbuka kepada publik. Berapa korbannya, bagaimana tindak lanjutnya, itu tidak pernah benar-benar dijelaskan,” tambahnya.

Sementara itu, Tata Salah Satu Massa aksi dari jaringan Barapuan menjelaskan bahwa bahan pangan yang digunakan dalam dapur umum berasal dari masyarakat yang saat ini tengah menghadapi berbagai konflik lingkungan dan agraria.

Cabai gendot didatangkan dari warga Dieng yang menolak proyek geotermal, kerang berasal dari masyarakat pesisir Tambakrejo, sementara beras diperoleh dari petani Sumberrejo yang tengah berjuang menghadapi ancaman pertambangan.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk menunjukkan bahwa masyarakat memiliki potensi pangan yang besar, tetapi belum mendapatkan ruang yang cukup dalam program-program pemerintah.

“Masyarakat punya sumber daya yang besar, tetapi tidak dilibatkan dalam proses distribusi maupun produksi di dapur MBG. Padahal hasil bumi mereka bisa menjadi bagian dari program itu sendiri,” katanya.

Ia menilai selama ini manfaat ekonomi dari MBG belum sepenuhnya dirasakan masyarakat di tingkat akar rumput karena distribusi bahan pangan masih banyak melalui perantara.

“Yang terjadi justru petani dan nelayan tetap berada di posisi paling lemah. Harga ditekan oleh banyak pihak sebelum sampai ke dapur-dapur MBG,” ujarnya.

Melalui aksi tersebut, massa berharap pemerintah tidak hanya berfokus pada keberlangsungan program MBG, tetapi juga memperhatikan tata kelola, pelibatan masyarakat, serta dampak yang muncul selama pelaksanaannya. (dul)

You Might Also Like

Sport Tourism Dongkrak Ekonomi, Pemprov Genjot Event Lari di Tiap Daerah

Tanah Dipinjamkan ke Polres Kebumen Sejak 1950, Eh Mau Disertifikatkan! Ahli Waris Protes

Kalapas Purwodadi Ajak WBP Hidup Sehat

Korban Penganiayaan Petinggi HIPMI Jateng Buka Suara di Hadapan Penyidik Polda

Asyik Joget Dangdut, Motor Dibawa Kabur

TAGGED:dapur umumdprd jatengkritikMBGmemasakprotesSemarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Jelang Kemarau, Produksi Padi Jateng Sudah Tembus 6,69 Juta Ton
Next Article Agustina Ajak Warga Semarang Maksimalkan SDGS

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Bidan Janjikan Kursi BUMN, Uang Puluhan Juta Malah Melayang

Kemarau Baru Mulai, Delapan Daerah Jateng Sudah Siaga Kekeringan

Saat Siswa Diajak Pawai, Suara Perlindungan Anak Menguat Lagi

Ramai Titik SPPG Misterius, Cilacap Dihujani Tanda Tanya

Niat Meniru Konten Dewasa, Guru SD Kini Tersandung Kasus

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Bukan Cuma Cokelat, Ini Ide Hampers Paskah Lebih Berkesan

April 2, 2026
Info

Jateng Lagi Ramai: Dari Desa Sunyi Sampai Borobudur, Semua Jadi Magnet

Januari 9, 2026
SPBU di Ngaliyan, Kota Semarang, dipadati antrean warga yang hendak mengisi BBM, Selasa (31/3/2026).
Info

Harga BBM Terbaru Per 1 April 2026: Pertalite Tidak Naik, tapi Dibatasi

Maret 31, 2026
SEKRETARIS DPD - Sekretaris DPD PDIP Jateng, Sumanto.
Politik

PDIP Sragen Pasang Target Tinggi di 2029: Rebut Lagi Kursi Bupati, Borong 20 Kursi DPRD

Mei 22, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Demo Memasak di Depan DPRD Jateng, Cara Kreatif Perempuan Semarang Kritik MBG
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?