BACAAJA, TEMANGGUNG – Longsor kembali bikin warga Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, harus ekstra sabar.
Jumat (2/1/2026) malam, tanah longsor memutus akses jalan penghubung ke dua desa, bikin aktivitas warga terganggu.
Kepala Desa Kemiriombo, Nur Wahyu, bilang longsor di lokasi itu sudah terjadi berulang kali. Pertama kali terjadi pada 2019, tapi saat itu kondisi jalan masih aman.
Bacaaja: Bupati Agus Ajak Anak Muda Bangkit Usai Demo di Temanggung
Bacaaja: Derita Warga Temanggung, 20 Tahun Kerja di Malaysia Gak Digaji
“Mulai 2022 badan jalan mulai hilang. Sempat terputus, warga inisiatif bikin jalur supaya masih bisa dilewati,” katanya.
Sayangnya, longsor susulan kembali datang. Jalur alternatif yang sempat dibuat kini juga ikut terputus. Bahkan, saluran irigasi milik PU ikut hilang terseret longsoran tanah.
Akibatnya, akses utama warga Desa Kemiriombo ke Kantor Kecamatan Gemawang yang biasanya hanya 4,5 kilometer kini tak bisa dilewati sama sekali.
“Ada jalan lain, tapi belum dicor, masih tanah. Kalau hujan jadi berlumpur. Kalau enggak berani lewat situ, harus muter sampai 15 kilometer,” jelas Nur.
Jalan yang longsor ini menghubungkan Kecamatan Gemawang dengan Desa Kemiriombo dan Desa Ngadisepi. Hujan deras sejak siang hingga malam disebut menjadi penyebab utama longsor.
Hal senada disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Temanggung, Totok Nursetyanto.
Ia menyebut longsor kali ini merupakan kejadian susulan akibat hujan dengan durasi dan intensitas cukup tinggi.
“Akses benar-benar terputus dan tidak bisa dilewati sama sekali,” katanya.
BPBD bersama TNI, Polri, dan pemerintah setempat langsung turun ke lokasi. Rambu peringatan dipasang dan warga diminta mencari jalur alternatif demi menghindari longsor susulan.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan PUPR karena ada saluran irigasi yang terdampak,” pungkas Totok. (*)

