Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Wacana Pilkada lewat DPRD Diprotes Keras, tapi Partai Macam Gerindra Bodo Amat, Mengapa?
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Politik

Wacana Pilkada lewat DPRD Diprotes Keras, tapi Partai Macam Gerindra Bodo Amat, Mengapa?

R. Izra
Last updated: Januari 6, 2026 8:42 am
By R. Izra
3 Min Read
Share
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Wacana pilkada dipilih lewat DPRD bikin riuh. Protes datang dari mana-mana. Tapi di level elite partai, suasananya beda. Seolah semua itu cuma noise.

Partai pendukung seperti Gerindra justru terlihat tetap melaju. Kritik boleh keras, tapi arah politiknya tak banyak berubah. Pertanyaannya jadi sederhana: kenapa mereka terkesan bodo amat?

Pengamat politik FISIP UIN Walisongo Semarang, Nur Syamsudin, menilai jawabannya ada pada hitung-hitungan kekuasaan.

Bacaaja: Biaya Mahal Bukan Alasan, Pilkada Lewat DPRD Tanda Elite Mulai Takut Rakyat Kritis
Bacaaja: Pilkada lewat DPRD Bentuk Kemunduran Demokrasi, Pengamat: Politik Transaksional

Secara elektoral, risiko ke partai besar itu sebenarnya terbatas. Bukan karena kritiknya kecil, tapi karena basis kekuatan mereka relatif aman.

“Gerindra mungkin berhitung bahwa basis elektoral loyalisnya tidak akan banyak berpindah,” terka Nur.

Reaksi publik terhadap pilkada lewat DPRD diprediksi negatif. Publik sudah 20 tahun lebih menikmati hak memilih langsung. Ketika hak itu hendak dipindahkan ke DPRD, wajar kalau muncul penolakan.

Isu ini juga gampang dibingkai sebagai konspirasi elite. Bahasa kasarnya, kudeta pelan-pelan atas kedaulatan rakyat. Label anti-demokrasi partisipatif pun mengintai.

Tapi Gerindra dan partai besar lain tampaknya sudah memperhitungkan itu. Basis pemilih loyalis dinilai tak akan gampang berpaling.

Selama figur partai kuat dan isu ekonomi lebih dominan, kegaduhan soal sistem pilkada dianggap tidak mematikan secara elektoral.

Selain itu, wacana pilkada DPRD dinilai bukan isu “seksi” bagi pemilih luas. Bagi banyak orang, harga beras, lapangan kerja, dan bantuan sosial masih jauh lebih menentukan pilihan politik dibanding desain demokrasi.

Di titik ini, protes publik dianggap sebagai risiko yang bisa ditoleransi.

Nur juga melihat ada tujuan lain yang lebih strategis. Dukungan pilkada lewat DPRD menjadi alat konsolidasi elite. Baik ke internal partai maupun ke sesama partai besar di parlemen.

Dengan sistem ini, partai pemilik kursi DPRD dominan bakal diuntungkan. Gerindra termasuk di dalamnya, bersama Golkar, PKB, dan beberapa partai lain. Kursi DPRD berubah jadi kunci langsung menuju kursi kepala daerah.

Elite DPRD ikut naik kelas. Dari sekadar pengawas, mereka jadi penentu. Posisi tawar melonjak, ruang lobi melebar.

Bagi Gerindra, posisi sebagai partai besar di koalisi pemerintahan juga memberi modal politik ekstra.

Wacana pilkada DPRD bisa dipakai sebagai alat tawar dalam negosiasi kebijakan lain. Politik bukan cuma soal ide, tapi soal momentum.

Kekuatan Gerindra di DPRD daerah juga membuat sistem ini terasa jauh lebih menguntungkan. Kekuasaan legislatif bisa langsung dikonversi jadi eksekutif lewat koalisi dan negosiasi.

“Ini mencerminkan kecenderungan partai politik besar untuk merasionalisasi dan mengendalikan demokrasi yang dianggap terlalu mahal, berisiko, dan tidak terprediksi,” prediksi Nur.

Pada akhirnya, sikap “bodo amat” ini bukan karena elite partai tuli. Mereka dengar. Tapi mereka memilih jalan yang berbeda. Protes publik diakui, tapi konsolidasi kekuasaan dianggap lebih penting. (bae)

You Might Also Like

Politikus Muda Trah Soekarno, Pinka Haprani Jadi Nama Segar di Bursa Ketua PDIP Jateng

Lawan Beras Oplosan, Pemkot Andalkan Srikandi Pangan

Hari Ketujuh Pencarian Longsor Cilacap Bawa Dua Temuan Baru

PWI Pusat Punya Pengurus Baru, Siap Gaspol Hadapi Era AI & Perkuat Dunia Pers

Kutuk Serangan ke Iran, MUI Desak Pemerintah Pertimbangkan Mundur dari BoP

TAGGED:dprdgerindragolkarpilkadapilkada lewat dprdpilkada tak langsungPKB
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Petugas ngecek kondisi tanah longsor yang memutus akses jalan antardesa di Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung, Jumat (2/1/2026) malam. Longsor di Gemawang Temanggung Bikin Jalan Putus Total, Warga Harus Memutar 15 Km
Next Article Jangan lupa, event test drive New Veloz Hybrid digelar di CROCO Resto – Queen City Mall Semarang, pada 4–7 Januari 2026. Catat Jadwalnya! Ini Alasan Kamu Wajib Ikut Test Drive New Veloz Hybrid di Semarang

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Pelatih Basket Jateng Diduga Aniaya Pemain, Perbasi Turun Tangan

Luthfi Ingin Bank Jateng Jadi “Bank Sejuta Umat”

HUT ke-81 RI, Naik Trans Jateng Cuma Bayar 19 Persen

Bukan Sekadar Aspal, Ini Sebab Jalan Majapahit Cepat Rusak

Tradisigila Belum Mau Pulang: Street Love Memories Jadi Album Ketiga yang Penuh Cinta

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Daerah

Sadewo Pegang Komando Baru PDIP Banyumas Lima Tahun Kedepan

Desember 29, 2025
Daerah

Dulu Kayu, Sekarang Beton: Jembatan Persen Gunungpati Naik Kelas

Januari 22, 2026
Ilustrasi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.
Politik

Jangan Lupakan Sejarah! Dulu Pilkada lewat DPRD Dihapus karena Politik Uang

Januari 19, 2026
Daerah

Ammy Pegang Kendali Cilacap, Dari Wabup Kini Jadi Nahkoda

Maret 15, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Wacana Pilkada lewat DPRD Diprotes Keras, tapi Partai Macam Gerindra Bodo Amat, Mengapa?
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?