Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Derita Warga Temanggung, 20 Tahun Kerja di Malaysia Gak Digaji
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Derita Warga Temanggung, 20 Tahun Kerja di Malaysia Gak Digaji

R. Izra
Last updated: November 24, 2025 11:27 am
By R. Izra
2 Min Read
Share
Ilustrasi TKI.
Ilustrasi TKI.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA — Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) lagi serius banget nangani kasus pekerja migran Indonesia (PMI) asal Temanggung yang disebut sudah kerja lebih dari 20 tahun di Malaysia tanpa digaji.

“Negara nggak bakal tinggal diam kalau ada PMI dieksploitasi atau diperlakukan nggak manusiawi di luar negeri. Kita pastikan negara hadir,” kata Menteri P2MI Mukhtarudin dalam keterangan pers, Senin (24/11/2025).

Otoritas Malaysia sudah menangkap dua orang terduga pelaku eksploitasi dan penyiksaan, pasangan suami-istri bernama Azhar Mat Taib dan Zuzian Mahmud.

Bacaja: Rekor Nama Terpanjang Dunia, Bikin Petugas Pusing Tujuh Keliling

Bacaaja: Bupati Agus Ajak Anak Muda Bangkit Usai Demo di Temanggung

Korban disebut bukan cuma nggak digaji puluhan tahun, tapi juga mengalami kekerasan berat.

Dua pelaku itu dijerat UU Anti Perdagangan Orang dan Anti Penyelundupan Migran 2007, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau minimal 5 tahun plus hukuman cambuk.

Lewat jalur ilegal, negara susah pantau

Kasus ini makin rumit karena korban ternyata berangkat secara nonprosedural, alias tidak tercatat di Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SiskoP2MI).

Karena tidak resmi, negara jadi kesulitan memantau posisi dan kondisi korban, termasuk memastikan hak-haknya sebagai pekerja migran.

Untuk proses hukum di Malaysia, korban bakal didampingi pengacara yang ditunjuk Bar Council Malaysia. Mereka juga bantu komunikasi dengan keluarga, urus Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) sebagai pengganti paspor, dan dukung pemulihan kesehatan plus psikologis.

“Kami pastikan proses hukum berjalan transparan dan berpihak pada pemulihan serta keadilan bagi korban,” tegas Mukhtarudin.

Mukhtarudin menegaskan, kasus PMI Temanggung ini jadi alarm keras buat semua orang yang punya rencana kerja ke luar negeri.

Ia mengimbau masyarakat wajib pakai jalur penempatan resmi, bukan jalan belakang.

“Segera lapor kalau lihat indikasi kekerasan, eksploitasi, atau penipuan terhadap pekerja migran Indonesia,” ujarnya.

Intinya, niat cari nafkah ke luar negeri itu sah-sah aja, tapi jangan sampai jadi korban karena berangkat lewat jalur ilegal dan tanpa perlindungan negara.

You Might Also Like

IEU-CEPA Jadi Pintu Masuk Produk Hijau RI ke Pasar Eropa

Kuliner ‘Bandeng Juwana’ Sedang Panas, Kasusnya “Dimasak” di Pengadilan

Mau Masuk SMK? Ini Jurusan yang Mulai Ditinggal Zaman

HP Android Kebanyakan Iklan, Ternyata Ada Cara Bikin Anteng

Hasil SEA V League 2025: Boy Arnez Borong 2 Gelar Individu

TAGGED:gak digajiheadlinekerjaMalaysiatemanggungtkiwarga temanggung
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Koh Aming (kepala pelontos) sedang ngobrol bareng Host Lek Slam di Podcast Kerjo Aneh-Aneh yang tayang di kanal Bacaajadotco. (wsn) Koh Aming Jadi Jembatan Teman-teman Tuli ‘Mendengar’
Next Article “Western Gaze”, “Eastern Gaze”, dan “Single Story” ala Chimamanda Ngozi Adichie

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Ketika Pemanfaatan Anggaran Negara Menjauh dari Kepentingan Rakyat

BERBAGI--Keluarga besar BacaAja berbagi dengan menyantuni santri yatim piatu dalam rangkaian pengajian di kantor redaksi di Jalan Galunggung No 6, Gajahmungkur, Kota Semarang, kamis (2/7/2026). (bae)

Khidmat, Doa Santri dan Anak Yatim Mengalir untuk Media BacaAja

FUN COOKING - Anak-anak di Kelurahan Bulusan, Semarang, antusias mengikuti sesi belajar memasak untuk mengisi liburan sekolah di lingkungan rumah mereka, Kamis (1/7/2026). (ern)

Fun Cooking sampai Public Speaking! Cara Seru Anak-anak Bulusan Isi Liburan

Setelah Pelatihan 30 Ribu Manajer Koperasi Mau Ditempatkan Dimana?

Gudang Gresik Jadi Titik Bongkar, 3 Ton Narkoba Gagal Beredar

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi petugas pemadam kebakaran (Damkar) berupaya memadamkan api.
Info

BREAKING NEWS: Pasar Kanjengan Semarang Terbakar, 480 Kios Hangus

April 30, 2026
Hukum

Korupsi Cilacap Bermula dari Kebijakan Bupati Sebelum Yunita

November 13, 2025
Info

Pemkot Bikin Portal Mudik, Macet Bisa Dipantau dari HP

Maret 12, 2026
Tumbuh

Wagub Dorong Jateng Ngebut ke Energi Hijau

Mei 13, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Derita Warga Temanggung, 20 Tahun Kerja di Malaysia Gak Digaji
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?