Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Kisah Nurul, Pawang Tawon Vespa dari Blitar: Dengungnya seperti Lagu Nostalgia
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Kisah Nurul, Pawang Tawon Vespa dari Blitar: Dengungnya seperti Lagu Nostalgia

R. Izra
Last updated: Februari 11, 2026 2:48 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
Nurul, pria asal pesisir selatan Blitar, mencium sarang tawon vespa peliharaannya.
Nurul, pria asal pesisir selatan Blitar, mencium sarang tawon vespa peliharaannya.
SHARE

BACAAJA, BLITAR — Buat kebanyakan orang, dengungan Vespa affinis alias tawon vespa itu sudah cukup jadi alarm buat langsung menjauh. Tapi beda cerita dengan Nurul Yudiawan (42). Di telinganya, suara itu justru terasa familiar, seperti “lagu lama” yang sudah ia kenal sejak remaja.

Nurul bukan pawang biasa. Di pesisir selatan Blitar, namanya sudah sering disebut kalau ada sarang tawon yang bikin warga waswas.

Saat banyak orang memilih jaga jarak, Nurul malah maju tanpa ragu, bahkan tanpa perlengkapan pelindung modern. Modalnya cuma insting, keberanian, dan selembar plastik.

Bacaaja: Langit Tak Selalu Muram di Tangan Lek Joko Sang Pawang Hujan
Bacaaja: Kata Mas Tri Sastra Nggak Bikin Kaya, tapi Kenapa Masih Banyak yang Bertahan?

Hubungan Nurul dengan tawon vespa sudah terjalin sejak muda. Serangga yang dikenal agresif dan berbahaya itu justru tidak ia anggap sebagai musuh.

“Sejak saya remaja sudah seperti ini (jadi pawang tawon vespa). Sebenarnya tawon vespa cukup tenang asal mereka tidak merasa terganggu,” ujarnya saat diwawancarai, Minggu (1/2/2026).

Setiap kali beraksi, pemandangannya bisa bikin orang merinding. Tanpa pelindung wajah atau sarung tangan khusus, Nurul mendekati sarang yang menggantung di pohon atau bangunan. Peralatannya pun jauh dari kata canggih, hanya busa dan plastik.

Namun, jangan salah. Pengalaman panjang membuatnya punya semacam “radar alami” untuk membaca situasi: kapan tawon sedang defensif dan kapan mereka relatif kalem.

Nurul sedang bercengkrama dengan tawon vespa, seolah mereka berteman sudah lama.
Nurul sedang bercengkrama dengan tawon vespa, seolah mereka berteman sudah lama.

“Tawon-tawon ini sudah saya anggap seperti anak sendiri. Kalau kita punya kedekatan batin, Insya Allah mereka tidak menyerang,” katanya santai.

Yang bikin makin geleng-geleng kepala, Nurul tak sekadar mengevakuasi sarang. Ia juga terlihat seperti bisa “berkomunikasi” dengan koloni tawon.

Dengan suara pelan, ia memberi perintah agar tawon keluar atau kembali ke sarang, momen yang sering bikin warga antara kagum dan deg-degan. Maklum, satu sengatan vespa saja bisa berisiko serius.

“Yang penting saya berdoa kepada Allah. Kalau niat kita baik, insyaallah tawon-tawon ini juga baik pada kita,” tambahnya.

Meski sudah mengevakuasi puluhan sarang di berbagai wilayah Blitar, Nurul tetap memegang prinsip yang cukup langka di era serba cuan: semua bantuannya gratis.

“Sudah ada puluhan sarang yang saya evakuasi. Prinsip saya mencari persaudaraan, bukan bayaran. Saya justru tidak mau kalau evakuasinya dibayar,” tegasnya.

Di tengah dunia yang makin transaksional, sosok Nurul terasa beda. Keberaniannya mungkin sulit ditiru, tapi ketulusannya gampang bikin salut.

Dari pesisir Blitar, ia menunjukkan bahwa skill bukan cuma soal kemampuan, tapi juga tentang bagaimana memakainya untuk bantu orang lain. (*)

You Might Also Like

Purbaya Spil UU Cipta Kerja Bikinan Jokowi Bikin Negara Boncos Rp 125 Triliun

Tradisi Ruwahan Berujung Petaka! 68 Warga Purworejo Keracunan Massal, Alami Muntah-Diare

Sampah di Jateng Mau Diolah Jadi Bahan Bakar Pabrik Semen, Gimik Atau Realita?

Calya Picu Tabrakan Beruntun 5 Kendaraan di Tol Semarang-Solo, 1 Korban Tewas

Perubahan Iklim dan Pemanasan Global Picu Peningkatan Rob di Pesisir. Apa Yang Harus Dilakukan?

TAGGED:blitarheadlinenurulpawang tawontawon vespa
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Langkah Keliru Indonesia Memasuki Perang Orang Lain
Next Article Sejumlah bambu ditanam warga untuk menyangga jembatan akses keluar-masuk dari dan ke Deliksari, Rabu (11/02/2026). Longsor Ancam Akses Warga Gunungpati, Jembatan Deliksari Nyaris Ambruk

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Asyik Joget Dangdut, Motor Dibawa Kabur

Sekda Minta Satpol PP Lebih Humanis

Suami di Kebumen Ngamuk: Istri dan Mertua Tewas Dianiaya

Panitia PSMTI Funwalk & Run Jaring Peserta ke Sejumlah Kota

ANTISIPASI VIRUS--Selebaran berisi edukasi pencegahan Hantavirus yang dibuat Polda Jateng. (ist)

Hantavirus Lagi Rame, Semarang Masih Aman tapi . . . .

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Investor Silakan Masuk, Luthfi: Tapi Jangan Lupa Warga Lokal

Mei 6, 2026
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Kebijakan dan komentarnya bikin gaduh negeri ini. Terutama komentar soal guru yang menjadi beban negara. Foto: dok./humas Kemenkeu
Unik

Sri Mulyani: Pajak Itu Kayak Zakat, Guru Itu Beban? Publik: Lah, Serius Bu?

Agustus 19, 2025
Ilustrasi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.
Politik

Partai Orba ‘Ngotot’ Pilkada Balik ke DPRD, Ini Parpol yang Merapat Masuk Barisan

Desember 29, 2025
Daerah

Dulu Pelan karena Lubang, Sekarang Gaspol

Desember 27, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Kisah Nurul, Pawang Tawon Vespa dari Blitar: Dengungnya seperti Lagu Nostalgia
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?