Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Ketika Kampus Diajak Bangun Daerah
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Ketika Kampus Diajak Bangun Daerah

Pembangunan itu nggak selalu lahir dari rapat panjang dan podium berlampu terang. Di Jateng, sepanjang 2025 justru banyak kerja besar yang jalannya sunyi. Tanpa tepuk tangan, tanpa headline harian. Kampus turun ke lapangan, pemerintah buka ruang. Hasilnya? Pelan tapi kena sasaran.

T. Budianto
Last updated: Desember 28, 2025 9:21 pm
By T. Budianto
4 Min Read
Share
GANDENG AKADEMISI: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menggandeng banyak pihak, di antaranya para akademisi untuk mempercepat pembangunan. (Foto: pemprov Jateng)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin Maimoen, Jateng mulai menata ulang cara membangun daerah. Bukan cuma lewat birokrasi, tapi juga lewat nalar akademik.

Sepanjang 2025, 44 perguruan tinggi negeri dan swasta diajak terlibat langsung mengawal program strategis provinsi. Bukan sekadar kolaborasi ala proposal. Kampus benar-benar turun ke desa, pesisir, hingga wilayah rawan bencana.

Mahasiswa, dosen, dan tenaga ahli ikut masuk ke “medan tempur” pembangunan. Dari verifikasi rumah tak layak huni, mitigasi bencana, sampai air bersih dan stunting.

Kolaborasi ini dikemas lewat Forum Rektor, ruang temu antara kebijakan publik dan logika ilmiah. Tepat 14 Maret 2025, hanya 22 hari setelah pelantikan, Ahmad Luthfi dan Gus Yasin menandatangani nota kesepahaman dengan 44 rektor dan direktur perguruan tinggi.

Baca juga: 452 Desa Sudah Didampingi, Pemprov Jateng: Nggak Cuma Kota yang Boleh Maju

Tanpa banyak pemanasan, langsung gas. “Setiap kampus diberi program berbeda sesuai karakter dan keunggulannya,” kata Kepala Biro Pemerintahan, Otonomi Daerah, dan Kerja Sama Pemprov Jateng, Yasip Khasani, Minggu (28/12/2025).

Skemanya sederhana tapi efektif: pemerintah nggak sok tahu, kampus nggak cuma ngajar. Beban negara jadi lebih ringan, kebijakan lebih presisi karena lahir dari kajian, diuji di lapangan, lalu dievaluasi bareng.

Hasilnya mulai kelihatan. Sepanjang 2025, kampus terlibat aktif dalam 29 program gubernur. Di sektor perumahan, 15 universitas diterjunkan lewat KKN Tematik untuk mengawasi program RTLH. Mahasiswa mengecek langsung kondisi rumah warga miskin, memastikan bantuan nggak nyasar.

Di bidang kesehatan, perguruan tinggi swasta ikut bantu sosialisasi sensus kesehatan dan program Speling. Untuk kebencanaan, 24 kampus bekerja sama dengan BPBD menggabungkan peta risiko, kajian ilmiah, dan kesiapsiagaan warga.

Mitra Daerah

Dan ini baru pembuka. Targetnya ambisius: seluruh 136 program kerja Gubernur dan Wagub 2025-2030 bakal dikawal kampus. Tahun 2026, giliran 72 perguruan tinggi swasta lain yang akan masuk barisan. “Harapannya, kabupaten dan kota ikut meniru. Supaya pembangunan satu arah, dan kampus benar-benar jadi mitra daerah,” ujar Yasip.

Bagi Wakil Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jateng, Dr Wahid Abdulrahman, pola ini bukan inovasi kosmetik, tapi perubahan cara berpikir. Kampus diberi kebebasan memilih program sesuai keahlian dan wilayah. Win-win, bukan formalitas.

Program unggulan pun lahir. Undip mengembangkan desalinasi air payau jadi air minum di pesisir. Di Kudus, mahasiswa KKN ikut mengawasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Stunting, cek kesehatan gratis, hingga layanan Speling dijalankan bareng kampus.

Masalah juga ditangani sesuai “alamat keahlian”. Stunting di Banyumas digarap Unsoed, persoalan Wonogiri dan Sragen diserahkan ke UNS. Di tengah keterbatasan anggaran, kolaborasi ini jadi jalan pintas yang masuk akal.

Gus Yasin menegaskan, kerja sama ini bukan MoU pajangan. Yang dibangun adalah kerja tematik: desa, pertanian, UMKM, kesehatan, sampai air bersih. “Tahun 2025 kita gandeng 44 kampus. Tahun berikutnya, semua perguruan tinggi di Jateng akan kita libatkan,” tegasnya.

Baca juga: Ekonomi Jateng On Fire: Duit Muter, Pabrik Tumbuh

Langkah ini bahkan mendapat acungan jempol dari Mendagri Tito Karnavian. Menurutnya, kolaborasi dengan kampus bikin kebijakan nggak lahir dari “rasa-rasa”. “Ini good idea, good move. Supaya kebijakan dibuat bukan pakai feeling, tapi berbasis studi,” kata Tito dalam forum nasional di Semarang.

Di Jateng, pembangunan kini nggak lagi eksklusif milik birokrasi. Ia hidup di ruang kelas, laboratorium, dan gang-gang desa. Saat kampus ikut turun tangan, kebijakan punya pijakan ilmiah. Lebih waras, lebih hemat, dan lebih nyentuh warga.

Di tengah era pembangunan yang sering ribut di media sosial, Jateng memilih jalan sepi: kampus kerja, pemerintah dengar. Nggak viral, tapi jalan. Karena ternyata, yang paling berdampak itu bukan yang paling ramai, tapi yang paling bener. (tebe)

You Might Also Like

Wagub Lampung Dorong Semua Daerah Punya Mal Pelayanan Publik

300M Viral? KPK Bantah Isu Pinjem Bank

DPR Gaspol Sahkan RUU Perampasan Aset, Bekuk Mafia Ekonomi Tanpa Ganggu Konsumen!

Kebakaran Sumur Minyak Rakyat di Blora: 3 Orang Tewas, 50 KK Mengungsi

Respati Datang Langsung ke Tailan, Beri Dukungan Penuh Atlet Solo di ASEAN Para Games

TAGGED:ahmad luthfiheadlinepemprov jatengperguruan tinggi jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Akademisi: Ekonomi Jateng On The Track, Tapi……
Next Article Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno. Dolfie Bisa Bikin PDIP Jateng Comeback? Begini Kata Pengamat Politik Adi Prayitno

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Kepala Disbudpar Kota Semarang

Lebaran Monyet di Gua Kreo: Kera Berpesta di Sesaji Rewanda, Wisatawan Ikutan Seru-seruan

Niacinamide Bukan Selalu Jawaban, Ini Tiga Kondisi Stop Dulu

Banjir Brebes Gak Cuma Soal Hujan, Menteri PU: Beresi Muara Dulu

PSIS vs Persipal, Laga Hidup Mati di Jatidiri

Cabai Nempel di Lidah, Cerita Lama Jadi Kebiasaan Baru

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi bencana banjir bandang yang menghanyutkan kayu-kayu gelondongan.
Info

Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan Imbas Bencana Sumatera, Berikut Daftar Lengkapnya

Januari 21, 2026
Daerah

BPKP Jateng Fokus Awasi Pengadaan Barang dan Jasa yang Rawan Korupsi

Juli 9, 2025
Info

BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih “Kering dari Biasanya”

Maret 17, 2026
Unik

DCF 2025 Usung Semangat “Kembali ke Budaya”, Jazz Atas Awan Ditiadakan

Juli 18, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ketika Kampus Diajak Bangun Daerah
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?