BACAAJA, SEMARANG- Sidang putusan kasus dugaan jasa tari striptis di Mansion KTV & Bar batal digelar. Ketua DPD Partai Hanura Jateng, Bambang Raya, yang jadi terdakwa, dikabarkan sedang sakit. Sidang seharusnya digelar Senin (10/11) di Pengadilan Negeri Semarang. Tapi dari pantauan, tak ada Bambang di pengadilan. Hanya tim kuasa hukumnya yang datang.
Juru Bicara Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Hadi Sunoto membenarkan penundaan sidang itu. “Sidang ditunda karena terdakwa sedang sakit,” ujarnya. Hadi bilang, majelis hakim sebenarnya sudah siap membacakan putusan. Tapi karena kondisi Bambang, sidang akhirnya ditunda. “Iya, sebenarnya majelis sudah siap dengan putusan,” tambahnya.
Jalani Perawatan
Jaksa Penuntut Umum, Sulisyadi, juga mengatakan hal sama. “Tidak hadir, terdakwanya sakit. Dirawat di poliklinik lapas,” kata dia. Bambang Raya adalah pemilik Mansion KTV & Bar. Ia dijerat karena tempatnya disebut menyediakan tari tanpa busana alias striptis.
Jaksa mendakwa Bambang dengan Pasal 30 UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi juncto Pasal 4 ayat (2) huruf a. Ancaman hukumannya maksimal enam tahun penjara. Selain itu, ia juga dikenai Pasal 296 KUHP soal menyediakan tempat untuk perbuatan cabul.
Ancaman hukuman tambahannya satu tahun empat bulan penjara. Dalam perkara ini, Bambang tak sendirian. Ada dua terdakwa lain. Yuliani Sutedi alias Mami Uthe sudah divonis 14 bulan penjara. Satu lagi, Edwin alias Jogres, masih menunggu proses pembuktian. (bae)


