SEMARANG, BACAAJA — Di saat toko buku besar makin sepi dan buku digital makin mendominasi layar gawai, sebuah lapak buku sederhana di Jl. Stadion Timur, Karangkidul, Semarang Tengah masih setia buka lapak.
Sejak berdiri sekitar 2016, tempat ini bertahan dengan strategi yang apa adanya tapi ngena: jual buku bekas, buku murah, sampai edisi KW.
Pemilik lapak, Wicaksono (57), cerita kalau stok bukunya datang dari berbagai kota. Mulai dari Solo, Surabaya, sampai Yogyakarta.
Bacaaja: Hidden Gem Perbukuan di Semarang, Books Bos Sediain Buku Impor Harga Lokal
Bacaaja: 10 Spot Buku Paling Asik di Jogja, dari Kafe Kekinian sampai Perpustakaan Megah
Mayoritas buku yang dijual merupakan buku bekas, sebagian di antaranya berasal dari perpustakaan atau pesanan tertentu yang kemudian berputar lagi ke pasar.
“Ya dari perpustakaan juga, dari pesenan-pesenan. Buku bekas, kebanyakan buku umum,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).
Soal pembeli, lapak ini nggak pilih-pilih. Mahasiswa, pelajar, sampai warga umum jadi pelanggan rutin. Tapi menurut Wicaksono, momen paling rame biasanya datang pas kalender akademik mulai panas.
“Kalau pas semesteran itu ramai. Kalau di luar itu ya biasa saja,” katanya santai.
Yang bikin lapak ini tetap hidup adalah harga miring. Wicaksono nggak menutup-nutupi kalau sebagian buku yang dijual merupakan edisi cetak ulang alias KW. Bukan buat nipu, tapi karena memang ada pasarnya.
“Ya memang ada yang KW. Pasarnya memang banyak yang cari murah,” ucapnya blak-blakan.
Meski begitu, buku ori tetap tersedia buat pembeli yang pengin kualitas lebih oke. Tinggal pilih sesuai kantong.
“Kalau mau ori ya ada, tapi memang lebih mahal. Kalau cari murah ya dapatnya KW,” tambahnya.
Nggak mau kalah sama zaman, lapak ini juga main online. Selain jualan langsung di lapak, Wicaksono memasarkan bukunya lewat Shopee dan Tokopedia.
Kombinasi buku bekas, edisi KW, dan penjualan digital jadi jurus bertahan di tengah kerasnya industri buku.
Buat lapak ini, yang penting bukan soal cap ori atau KW. Selama buku masih dibaca dan sampai ke tangan orang yang butuh, usaha ini akan terus jalan. (dul)


