BACAAJA, SEMARANG – Harga beberapa bahan pokok di Kota Semarang mulai merangkak naik di tengah melemahnya rupiah. Meski begitu, Pemkot Semarang memastikan kondisinya masih aman dan belum bikin panik.
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengatakan hasil pemantauan di Pasar Peterongan menunjukkan mayoritas harga kebutuhan pokok masih terkendali.
Memang ada beberapa komoditas yang naik, tapi belum sampai mengganggu stabilitas pasar.
Bacaaja: Resmi! Pertamax Ikut Melambung Tinggi, Jadi Rp16.250 dari Sebelumnya Rp12.300
Bacaaja: Ihwal BOP Rp25 Juta Buat RT, Agustina: Cair Akhir Juni 2026 dan LPJ Dipermudah!
“Memang ada kenaikan, tetapi masih dalam kondisi yang aman. Hanya bawang putih yang masih berada di atas HAP atau HET yang ditetapkan pemerintah,” kata politikus PDIP itu, Rabu (10/6/2026).
Dari hasil pemantauan, bawang merah menjadi komoditas yang paling mencolok. Harganya tembus Rp55 ribu per kilogram atau sekitar 30 persen di atas Harga Acuan Pembelian (HAP) yang dipatok Rp41.500 per kilogram.
Sementara kebutuhan pokok lain masih terbilang stabil. Beras SPHP dijual Rp60 ribu per 5 kilogram, minyak goreng Rp23 ribu per liter, telur ayam Rp27 ribu per kilogram, gula pasir Rp18.500 per kilogram.
Kemudian ayam potong Rp27 ribu per kilogram, tomat Rp12 ribu per kilogram, wortel Rp15 ribu per kilogram, cabai keriting Rp35 ribu per kilogram, dan cabai rawit Rp55 ribu per kilogram.
Menurut Agustina, kenaikan harga bawang merah masih bisa diantisipasi lewat operasi pasar yang rutin digelar pemerintah.
“Hanya bawang merah yang berada di atas HAP, tetapi masih bisa dikendalikan melalui operasi pasar,” ujarnya.
Pemkot juga terus memantau perkembangan harga bersama Tim Satgas Saber Harga dan Kualitas Pangan yang melibatkan Polrestabes Semarang, Dinas Perdagangan, dan Bulog Kanwil Semarang supaya gejolak harga tidak makin melebar. (bae)

