BACAAJA, KUDUS – Euforia semifinal Piala Dunia 2026 tak hanya menjadi ajang adu dukungan antara Inggris dan Argentina. Di balik kemeriahan nonton bareng (nobar), anggota DPR RI Andhika Satya Wasistho memanfaatkan momen tersebut untuk menyerap aspirasi warga di Kudus sekaligus mengenalkan program pemberdayaan ekonomi.
Momen itu terlihat dalam video yang diunggah melalui akun TikTok @masdewwanri. Mengenakan jersey Timnas Inggris, Andhika membuka obrolan dengan melempar pertanyaan kepada peserta nobar.
“Dari jersey-nya sudah kelihatan banget nih Inggris. Yang dukung Argentina siapa?” tanyanya.
Bacaaja: Keseruan Mas Dewan RI Andhika Gelar Nobar Semifinal Piala Dunia 2026 di Jepara
Bacaaja: Usul Progresif Legislator Muda Andhika Satya: Industri Abaikan Warga dan UMKM Kena Sanksi
Tak disangka, mayoritas warga justru mengangkat tangan mendukung Argentina. Melihat respons itu, Andhika langsung berseloroh.
“Waduh, ini lebih banyak Argentina ternyata. Saya pakai baju Inggris lagi,” ujarnya sambil tertawa.
Suasana santai kemudian berlanjut dengan obrolan soal dua ikon sepak bola dunia, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Menurut Andhika, keduanya merupakan legenda yang akan sulit tergantikan.
“Menurut saya Messi dan Ronaldo itu duo yang tidak akan pernah tergantikan,” katanya.
Namun, bagi Andhika, nobar bukan sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola. Ia menilai kegiatan semacam ini menjadi ruang yang efektif untuk mempererat silaturahmi sekaligus mendengar langsung kebutuhan masyarakat.
“Pertemuan hari ini adalah bagian dari silaturahmi saya. Harapannya, Golkar bisa terus hadir di tengah masyarakat, berkomunikasi, bersilaturahmi, dan bersama-sama membangun Kabupaten Kudus,” ujarnya.
Di tengah kondisi anggaran pemerintah yang semakin ketat akibat efisiensi di berbagai kementerian dan lembaga, Andhika mengaku tetap berupaya menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Salah satunya melalui pelatihan bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) baru bekerja sama dengan Kementerian Perindustrian.
“Agustus nanti saya ingin mengumpulkan peserta dari Kabupaten Kudus, Demak, dan Jepara untuk mengikuti pelatihan IKM baru. Targetnya sederhana, memberi kepercayaan kepada masyarakat yang selama ini belum berani memulai usaha agar berani menjadi wirausaha,” jelasnya.
Menurut Andhika, politik tak selalu harus berlangsung di ruang rapat atau forum formal. Lewat kegiatan sederhana seperti nobar, komunikasi dengan masyarakat bisa terjalin lebih hangat, sehingga aspirasi warga dan program pemberdayaan dapat berjalan beriringan. (dul)

