BACAAJA, SEMARANG – Kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah periode baru resmi terbentuk dan dikukuhkan pada Rabu (26/8/2026) di Grandhika Bhakti Praja, Semarang.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, keberadaan MUI memiliki posisi penting sebagai mitra pemerintah, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, MUI dapat menjadi salah satu unsur yang berperan sebagai cooling system ketika muncul persoalan yang berpotensi memicu ketegangan di masyarakat.
“Dengan terbentuknya ini, secara tidak langsung partner kolaborasi pemerintah dengan MUI adalah salah satu dalam rangka menjadi cooling system masyarakat,” kata Ahmad Luthfi, Jum’at (28/8/2026).
Bacaaja: Pengurus MUI Jateng Dikukuhkan
Bacaaja: 942 Santri Berebut Beasiswa Pemprov Jateng
Dia menyebut tantangan yang dihadapi Jawa Tengah saat ini cukup beragam, mulai dari dinamika geopolitik, keterbatasan fiskal hingga berbagai persoalan sosial. Karena itu, pemerintah membutuhkan kolaborasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk mencari solusi bersama.
“Dengan adanya geopolitik, kemudian keterbatasan fiskal, dan problem solving sosial di masyarakat, maka MUI akan bekerja sama dengan kita dalam rangka mendinginkan permasalahan-permasalahan di wilayah kita,” ujarnya.
Ahmad Luthfi menilai kondisi masyarakat yang aman dan kondusif menjadi salah satu syarat penting bagi peningkatan kesejahteraan. Situasi tersebut juga akan memberikan ruang yang lebih baik bagi aktivitas ekonomi dan investasi di Jawa Tengah.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Anwar Iskandar menegaskan bahwa MUI memiliki dua platform utama, yakni sebagai khadimul ummah atau pelayan umat dan shadiqul hukumah sebagai mitra pemerintah.
Menurutnya, berbagai persoalan bangsa tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu pihak. Sinergi antara ulama dan umara atau pemerintah menjadi penting untuk menjaga kehidupan berbangsa sekaligus memastikan kepentingan umat tetap diperhatikan.
“Tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia dan tentunya umat Islam itu tidak kecil. Baik di bidang ekonomi, bidang strategis, maupun kesejahteraan,” kata Anwar.
Dia mengatakan kerja sama ulama dan pemerintah diperlukan untuk menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjaga kehidupan keagamaan.
Anwar juga mengapresiasi keterlibatan unsur birokrasi dalam kepengurusan MUI Jateng. Menurutnya, hal tersebut dapat menjadi awal yang baik untuk membangun sinergi antara ulama dan pemerintah.
Di sisi lain, Ketua Umum MUI Jawa Tengah Noor Achmad meminta dukungan dari pemerintah dan masyarakat agar kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah dengan baik.
Dia berharap MUI Jateng mampu menghadirkan berbagai inovasi dan kreativitas yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
“Kami hanya mohon doa dan dukungan. Mudah-mudahan kami bisa menjalankan tugas dengan lancar, amanah, dan bertanggung jawab, dengan berbagai macam inovasi dan kreativitas dalam rangka untuk kepentingan Provinsi Jawa Tengah,” ujar Noor Achmad.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen juga menyinggung Muktamar Nahdlatul Ulama (NU). Dia menegaskan Pemprov Jateng tidak akan melakukan intervensi terhadap pemilik suara pada proses pemilihan kepemimpinan NU.
Menurutnya, penentuan sosok yang akan memimpin NU merupakan kewenangan para muktamirin. Pemerintah, kata dia, akan menghormati seluruh proses tersebut.
“Kita tidak boleh intervensi atas nama pemerintah. Kita serahkan kepada para muktamirin untuk menentukan siapa saja yang bisa menahkodai Nahdlatul Ulama,” kata Taj Yasin.
Dia berharap siapa pun yang nantinya terpilih dapat membangun kepengurusan yang saling melengkapi. Kepemimpinan NU ke depan diharapkan tidak hanya membawa kepentingan organisasi dan umat, tetapi juga memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara.
“Yang penting adalah kebersamaan Nahdlatul Ulama itu sendiri,” ujarnya.
Taj Yasin juga memastikan Pemprov Jateng akan memberikan dukungan kepada kepemimpinan NU yang terpilih melalui proses Muktamar.
“Dukungannya, yang terpilih nanti kita dukung,” katanya. (dul)

