BACAAJA, SEMARANG – Udah bener jadi tokoh agama, eh malah ikut-ikutan terima uang nggak jelas. Ahmad Yazid Basyaiban alias Gus Yazid kini kena batunya. Dia diciduk kejaksaan.
Kasi Penkum Kejati Jateng, Arfan Triono bilang, Gus Yazid ditangkap di Bekasi, Selasa, (23/12/2025) malam. Penangkapannya terkait dugaan aliran duit korupsi Rp20 miliar.
Penangkapan ini hasil penyidikan panjang. Penyidik sudah pegang bukti awal yang cukup. Dari situ, Gus Yazid ditetapkan sebagai tersangka.
“Tersangka dibawa ke Kejati Jateng dan tiba di Semarang Rabu (24/12/2025) pukul 05.00 WIB,” jelasnya.
Baca juga: Korupsi BUMD Cilacap, Kejati Bilang Bakal Periksa Mantan Pangdam
Sejak tiba di Semarang, Gus Yazid dititipkan di Lapas Kelas I Semarang. Masa penahanannya 20 hari ke depan. Atas perbuatannya, Gus Yazid dijerat pasal berlapis. Mulai Pasal 3, 4, sampai Pasal 5 UU TPPU. Ancaman hukumannya berat.
Gus Yasid sendiri merupakan Ketua Yayasan Silmi Kaffah juga Pengasuh Pondok Pesantren Ar-Rahman Basyaiban di Jatim. Selama ini dikenal sebagai praktisi pengobatan tradisional dan disebut-sebut dekat dengan mantan Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Widi Prasetijono.
Pengobatan Gratis
Menurut pengakuannya, uang Rp20 miliar yang diterima sebagian digunakan untuk pengobatan gratis di Kodim/Korem di sejumlah wilayah sekaligus sebagai kegiatan pendukung salah satu capres/cawapres.
Kasus ini lanjutan dari pengusutan kasus korupsi jual beli tanah 700 hektare BUMD Cilacap. Transaksi gelap itu merugikan negara Rp237 miliar.
Usut punya usut, ratusan miliar hasil korupsi malah dibagi-bagi. Ada yang mengalir ke pejabat Pemkab Cilacap, ke petinggi Kodam IV Diponegoro, dan termasuk ke Gus Yazid.
Baca juga: Kolonel TNI Akui Terima Uang dari Terdakwa Korupsi BUMD Cilacap
“Tersangka (Gus Yazid) diduga keras melakukan TPPU yaitu menerima atau menguasai penempatan hasil tipikor sebesar Rp20 miliar,” beber Arfan.
Di sisi lain, kasus korupsinya sedang disidangkan di pengadilan. Terdakwanya eks Direktur PT Rumpun Sari Antan, Andhi Nur Huda; eks Sekda Cilacap, Awaluddin Muuri; eks Komisaris PT Cilacap Segara Artha, Iskandar Zulkarnain.
Kejaksaan bilang kasus ini belum selesai. Aliran duit masih ditelusuri. Terlebih, Gus Yazid diketahui menerima aliran dana dari dari Novita, Isteri Mayjen TNI (Purn) Widi Prasetijono, yang tak lain mantan Pangdam IV/Diponegoro.
Mungkinkah pejabat atau mantan pejabat Kodam Diponegoro ada yang ikut keseret? (bae)


