Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Emping Melinjo Penopang Hidup Warga Mojoagung, Siap Tembus Pasar Lebih Luas
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Unik

Emping Melinjo Penopang Hidup Warga Mojoagung, Siap Tembus Pasar Lebih Luas

Emping melinjo menjadi nafas kehidupan di Mojoagung, Kendal. Sayang, perajin cemilan ini belum menangguk keuntungan yang layak.

R. Izra
Last updated: Juli 1, 2026 4:42 pm
By R. Izra
3 Min Read
Share
EMPING MELINJO - Mahasiswa melihat proses pembuatan emping melinjo di dapur sederhana milik warga Mojoagung, Kendal.
EMPING MELINJO - Mahasiswa melihat proses pembuatan emping melinjo di dapur sederhana milik warga Mojoagung, Kendal.
SHARE

BACAAJA, KENDAL – Di Mojoagung, emping melinjo bukan sekadar cemilan renyah. Ia adalah nafas dan urat nadi kehidupan warga. Namun sayang, perajin emping melinjo belum mereguk keuntungan yang sepadan.

Pagi baru saja dimulai di Dusun Majasem, Desa Mojoagung, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal. Dari balik rumah-rumah sederhana, suara pukulan kayu mulai terdengar bersahutan. Satu per satu biji melinjo dipipihkan menjadi emping, pekerjaan yang sudah dilakukan warga selama puluhan tahun.

Bagi masyarakat Mojoagung, emping melinjo bukan sekadar camilan. Makanan tradisional ini menjadi sumber penghasilan yang menghidupi puluhan keluarga dari generasi ke generasi.

Bacaaja: Investasi Rp15 Triliun Mendarat di Kendal
Bacaaja: Mahasiswa dan LBH Turun ke Dayunan Kendal, Solidaritas Petani Terdampak Konflik Agraria

Di tengah hamparan sawah, kebun kopi arabika, dan tanaman durian yang mulai berkembang, usaha rumahan membuat emping tetap bertahan sebagai denyut ekonomi desa.

Saat menjalankan program pengabdian di desa tersebut, Tim Mahasiswa Mengabdi Desa (Mahesa) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menemukan lebih dari 50 rumah tangga masih aktif memproduksi emping melinjo setiap hari. Jumlah produksinya pun tidak sedikit.

Namun, di balik aktivitas yang nyaris tak pernah berhenti itu, para perajin masih menghadapi persoalan lama. Sebagian besar hasil produksi dijual kepada pengepul sehingga keuntungan yang diperoleh belum maksimal.

“Selama ini hasil emping maupun hasil pertanian sebagian besar masih dijual ke pengepul. Kami berharap ada pendampingan agar produk-produk masyarakat bisa dipasarkan lebih luas dan memiliki nilai jual yang lebih baik,” ujar Kepala Dusun Majasem, Murdi, Selasa (30/6/2026).

Kondisi itulah yang kemudian menjadi fokus pendampingan Tim Mahesa UPGRIS. Mereka melihat kualitas emping Mojoagung sebenarnya mampu bersaing, hanya saja masih membutuhkan sentuhan pada sisi pemasaran.

Mahasiswa pun mulai mendampingi pelaku UMKM, mulai dari membuat identitas merek, memperbaiki kemasan produk, hingga mengenalkan pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace.

Koordinator Desa Mamesa Mojoagung UPGRIS 2026, Imam Suyuti, mengatakan potensi ekonomi desa sebenarnya sudah sangat besar. Yang dibutuhkan saat ini adalah membuka akses pasar agar produk lokal tidak berhenti di tangan pengepul.

“Emping melinjo di sini punya kualitas yang baik. Harapannya, ke depan produk warga tidak hanya dikenal di sekitar Kendal, tetapi juga bisa menjangkau pasar yang lebih luas sehingga nilai jualnya ikut meningkat,” katanya.

Mojoagung sendiri bukan hanya kaya hasil bumi. Desa ini juga masih menjaga semangat gotong royong yang menjadi kekuatan masyarakat. Tradisi Nyadran, pengajian, kerja bakti, posyandu, hingga kegiatan karang taruna masih berjalan dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Bagi Tim Mahesa, potensi ekonomi dan kekuatan sosial itulah yang menjadi modal utama desa untuk terus berkembang. Harapannya, emping melinjo yang selama ini menjadi tumpuan hidup puluhan keluarga tak lagi hanya dikenal sebagai produk rumahan, tetapi mampu menembus pasar yang lebih luas dan memberi nilai tambah bagi para perajinnya. (dul)

You Might Also Like

Wajib Tahu, Ini Penipuan Berkedok Asmara

Pengamat Kritik Banyaknya Warga Sipil di Lokasi Pemusnahan Amunusi TNI, Pelanggaran SOP?

Viral! SD di Ende Mau Digusur Demi Kopdes Merah Putih, Alat Berat Dikawal Oknum TNI

Literasi Desa Tumbuh, Satu Tahun Menyemai Suara Perempuan dari Pinggiran DI Yogyakarta    

BNN Jateng Gerebek 8 Tempat Hiburan Malam di Semarang, 5 Orang Positif Narkoba

TAGGED:emping melinjokendalmojoagungtim mahesaupgris
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Didampingi Mahasiswa SCU, UMKM di Semarang Kewalahan Terima Order
Next Article SIDANG TPPU--Dua terdakwa TPPU BUMD Cilacap diambil sumpah saat diperiksa di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (1/6/2026). (ist) Nama Wamentan Sudaryono Ikut Disebut di Sidang TPPU BUMD Cilacap

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

Bidik Relokasi Industri Vietnam, Jateng Bersolek Perkuat Pelabuhan

Semarang Pulangkan Jejak Sejarahnya

Tembok Baru Mahesa Jenar! PSIS Resmi Boyong Andy Setyo

SIDANG TPPU--Dua terdakwa TPPU BUMD Cilacap diambil sumpah saat diperiksa di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (1/6/2026). (ist)

Nama Wamentan Sudaryono Ikut Disebut di Sidang TPPU BUMD Cilacap

EMPING MELINJO - Mahasiswa melihat proses pembuatan emping melinjo di dapur sederhana milik warga Mojoagung, Kendal.

Emping Melinjo Penopang Hidup Warga Mojoagung, Siap Tembus Pasar Lebih Luas

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Sastrawan kawakan asal Semarang, Triyanto Triwikromo (kiri), saat berbincang dengan host Lakon Lokal.
Lakon Lokal

Puisi Tak Kenal Nama: Cerita Triyanto Soal Meja Redaksi yang Sering Bikin Penyair Tersinggung

Januari 4, 2026
HukumViral

Apes! Tarik Mobil Gagal, Debt Collector Bengkulu Tewas Dibacok Nasabah

November 1, 2025
Unik

Global Cybersecurity Measures Enhanced with New AI

Februari 13, 2023
Presiden Prancis Emmanuel Macron saat di Borobudur. Borobudur merupakan salah satu destinasi wisata andalan di Jateng.
Unik

Momen Langka di Borobudur: Presiden Macron Sentuh Patung Buddha di Puncak Candi

Mei 30, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Emping Melinjo Penopang Hidup Warga Mojoagung, Siap Tembus Pasar Lebih Luas
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?