Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Ekspor Ngebut, Cabai Ikut Melambung
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Ekspor Ngebut, Cabai Ikut Melambung

Saat harga cabai bikin dompet sedikit berdebar, ada kabar lain yang membuat ekonomi Jateng tersenyum. Nilai ekspor provinsi ini justru sedang melaju kencang.

T. Budianto
Last updated: Juni 3, 2026 9:29 am
By T. Budianto
5 Min Read
Share
PANEN CABAI: Petani di Kabupaten Temanggung tengah memanen cabai di lahan miliknya, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG- Jateng sedang menikmati dua cerita ekonomi yang berjalan beriringan. Di satu sisi, ekspor melonjak tajam. Di sisi lain, harga sejumlah komoditas pangan seperti cabai dan bawang ikut merangkak naik hingga memicu inflasi.

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng menunjukkan nilai ekspor kumulatif Januari-April 2026 mencapai 4,57 miliar dolar AS. Angka itu naik 19,53 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kepala BPS Jateng, Ali Said mengatakan, peningkatan tersebut terutama ditopang sektor industri pengolahan yang masih menjadi mesin utama ekspor daerah.

“Secara nilai ekspor kumulatif Jawa Tengah pada Januari-April 2026 total ekspor mencapai 4.567,32 juta dolar AS atau meningkat 19,53 persen dibanding periode tahun sebelumnya,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Kalau dirinci lebih jauh, pasar internasional masih jatuh hati pada produk-produk dari Jawa Tengah. Amerika Serikat menjadi tujuan ekspor terbesar, disusul Jepang, Tiongkok, Belanda, dan Korea Selatan. Lima negara ini menjadi pelanggan utama berbagai produk unggulan yang diproduksi industri di Jateng.

Baca juga: Sekda Jateng: Stop Ekspor Mentah, Saatnya Hilirisasi Demi Naik Kelas!

Bahkan khusus April 2026, performa ekspor terbilang “gaspol”. Nilainya mencapai 1,37 miliar dolar AS atau melonjak 65,73 persen dibanding April tahun lalu. Sementara ekspor nonmigas menyentuh angka 1,27 miliar dolar AS, naik hampir 59 persen dibanding periode yang sama pada 2025.

Namun di balik kabar ekspor yang menggembirakan, masyarakat juga merasakan kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok. BPS mencatat Jateng mengalami inflasi bulanan sebesar 0,23 persen pada Mei 2026. Angka ini lebih tinggi dibanding April yang justru mengalami deflasi tipis sebesar 0,03 persen.

Penyebab utamanya datang dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Cuaca yang memengaruhi produksi hortikultura membuat harga cabai dan bawang ikut naik di pasaran.

Lima komoditas penyumbang inflasi terbesar adalah cabai merah, bawang merah, cabai rawit, telepon seluler, dan minyak goreng. Kalau cabai merah menyumbang inflasi sebesar 0,06 persen, bawang merah dan cabai rawit masing-masing menyumbang 0,05 persen.

Sektor Pertanian

Meski harga kebutuhan pokok naik, kabar baik datang dari sektor pertanian. Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Tengah pada Mei 2026 tercatat sebesar 117,39 atau naik 2,16 persen dibanding bulan sebelumnya.

Secara sederhana, kenaikan NTP menunjukkan pendapatan yang diterima petani meningkat lebih cepat dibanding pengeluaran yang harus mereka keluarkan. Komoditas yang paling berkontribusi terhadap kenaikan tersebut antara lain gabah, bawang merah, jagung, cabai rawit, dan sapi potong.

Dengan capaian itu, Jateng masuk dalam kelompok provinsi di Pulau Jawa yang mengalami peningkatan kesejahteraan petani bersama Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, dan DI Yogyakarta.

Sektor pariwisata juga mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang cukup menarik. Sepanjang April 2026, jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Jawa Tengah mencapai 2.671 orang.

Mayoritas datang melalui Bandara Ahmad Yani Semarang, sementara sisanya masuk melalui Bandara Adi Soemarmo Solo. Jika dibandingkan bulan sebelumnya, jumlah wisatawan asing meningkat 25,46 persen. Bahkan dibanding April tahun lalu, kenaikannya mencapai hampir 400 persen.

Wisatawan tersebut paling banyak berasal dari Tiongkok, Malaysia, Singapura, India, dan Thailand. Sementara wisatawan nusantara masih menjadi tulang punggung sektor pariwisata. Selama Januari-April 2026, tercatat 56,49 juta perjalanan wisata domestik menuju Jateng atau naik 2,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Baca juga: Sektor UMKM Sumbang 20 Persen Total Investasi di Jateng

Melihat data tersebut, ekonomi Jateng sedang bergerak dari banyak arah sekaligus. Industri ekspor tumbuh, petani menikmati kenaikan pendapatan, dan sektor wisata mulai kembali ramai.

Tantangannya kini adalah memastikan pertumbuhan itu tidak hanya terlihat dalam angka statistik, tetapi juga benar-benar terasa sampai ke dapur, sawah, pasar, dan kantong masyarakat.

Kadang ekonomi memang punya cara unik bercerita. Saat ekspor miliaran dolar melesat ke luar negeri, warga di dalam negeri justru sibuk menghitung harga cabai di pasar.

Angka-angka besar memang penting, tetapi bagi banyak orang, ukuran ekonomi yang paling mudah dipahami tetap sederhana: apakah harga sambal hari ini masih bersahabat atau tidak. (tebe)

You Might Also Like

Walhi: Banjir Itu Bukan Takdir

Dalam 2025, 6 BPR Ambyar Modal Seret

Rupiah Makin Ambles! Nilai Tukar 1 Dolar AS Setara Rp17.868, Segera Tembus Rp18.000?

Tarif 0% Produk Asal AS Ancam Kedaulatan Pangan Indonesia

Soal Program 3 Juta Rumah, Jateng Dianggap Paling Siap

TAGGED:ahmad luthfibps jatengekspor jatenginflasi jatenginvestasi jatengpemprov jateng
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Matinya Altruisme?
Next Article BIKIN SUASANA MALAM HIDUP - Pengunjung mulai memadati Muladi Dome dari sore hingga malam, Selasa (2/6/2026). Temci Never Sleep 2026 sajikan kulineran sambil menikmati live musik, bikin Muladi Dome lebih hidup saat malam hari. (dul) Temci Night di Muladi Dome Undip, Bikin Tembalang Makin Hidup hingga Malam

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

PB Ismapeti Pilih Turun ke Panti Demi Gizi Tepat Sasaran

Ribuan Atlet Muda Siap Adu Gengsi di POPDA

BIDIK KASUS - Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK Pasang Alarm buat Proyek Kipas Kopdes

Ilustrasi desa tertinggal di Jateng, tak mempunyai akses jalan yang layak dilintasi.

Tak Ada Lagi Desa Sangat Tertinggal di Jateng, Tapi Rob dan Akses Masih Jadi PR

Odong-odong di Cilacap Minggir, Wisata Jadi Jalur Baru

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ekonomi

Usai Lebaran, Jateng Siap Gas Bangun Dry Port

Maret 17, 2026
Ekonomi

30 Investor dan 75 UMKM Ramaikan CJIBF 2026

Mei 2, 2026
Ekonomi

Banjarnegara Pecah Rekor, Panen Padi 2025 Tembus 16.425 Hektare! Mandiraja Jadi Raja Sawah

September 24, 2025
Ekonomi

Bandara Ahmad Yani Layani 1,1 Juta Penumpang, Kargo Tumbuh 65 Persen

Juli 18, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Ekspor Ngebut, Cabai Ikut Melambung
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?