Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dalam 2025, 6 BPR Ambyar Modal Seret
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Ekonomi

Dalam 2025, 6 BPR Ambyar Modal Seret

Yang jelas, buat bank kecil saat ini, tahan banting itu wajib — kalau nggak, ya ikut ambyar.

Nugroho P.
Last updated: Oktober 29, 2025 3:15 pm
By Nugroho P.
2 Min Read
Share
ilustrasi BPR.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA – Gelombang penutupan bank perekonomian rakyat (BPR) terus jadi sorotan sepanjang 2025. Bukan karena drama keuangan besar, tapi simpel: modal makin seret, aturan makin ketat.

Terbaru, BPR Nagajayaraya Sentrasentosa di Nganjuk resmi pamit dari dunia perbankan. Penutupan ini datang dari permintaan pemegang sahamnya sendiri. Bahasa gampangnya: daripada maksa tetap jalan, mending tutup sendiri.

OJK pun ngasih lampu hijau. Soalnya, bank kecil ini belum bisa memenuhi standar modal inti minimum. Kalau dipaksa lanjut, risikonya bisa makin runyam.

Seminggu sebelumnya, BPR Artha Kramat juga tutup buku. Alasannya hampir sama: pemegang saham mau fokus ke BPR lain yang masih satu grup. Pilih yang potensial, tinggalin yang bikin pusing.

Sebelum itu, ada kasus BPRS Gayo Perseroda di Aceh. Sudah diberi kesempatan lewat skema penyehatan, tapi tetap nggak kuat napas likuiditasnya. Akhirnya harus rela cabut izin pada September 2025.

Daftar ini makin panjang. Mulai BPRS Gebu Prima di Medan, BPR Dwicahaya Nusaperkasa di Kota Batu, sampai BPR Disky Surya Jaya di Deli Serdang — semuanya tumbang karena hal yang hampir sama: permodalan nggak beres, likuiditas nggak sehat.

Hingga Oktober 2025, sudah ada enam BPR/BPRS yang capek bertahan dan harus menyerah. Industri perbankan rakyat emang lagi diuji, apalagi persaingan digital makin menggila dan nasabah banyak pindah ke layanan yang lebih praktis.

Daftar BPR/BPRS yang resmi tutup 2025:
• PT BPRS Gayo Perseroda
• BPRS Gebu Prima
• BPR Dwicahaya Nusaperkasa
• BPR Disky Surya Jaya
• BPR Artha Kramat
• BPR Nagajayaraya Sentrasentosa

Dunia BPR memang jadi penopang UMKM, tapi kenyataannya, nggak semua bisa adaptasi cepat. Ada yang memilih mundur teratur, ada yang terpaksa tutup karena nggak bisa kejar aturan permodalan.

Pertanyaannya, setelah ini siapa lagi yang bakal menyusul? Dan apakah industri BPR bakal bisa bangkit dengan strategi baru?
Yang jelas, buat bank kecil saat ini, tahan banting itu wajib — kalau nggak, ya ikut ambyar. (*)

You Might Also Like

90 Persen Proyek Energi Terbarukan Lebih Murah daripada Listrik Fosil, tapi . . .

Pemprov Siapkan Pekerja Migran Jateng Jadi Profesional

Rombongan Pimpinan BEI & OJK Mundur setelah IHSG Rontok, DPR: Itu Belum Cukup

Bulog Jamin Stok Beras di Jateng Aman Hingga Juni 2026

Sensus Ekonomi 2026: BPS Ajak Pengusaha Buka Data Tanpa Drama

TAGGED:BPRekonomiperbankanUMKM
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Ribuan Warga Mengungsi, Hujan Deras Bikin Sukabumi Kewalahan
Next Article Guru Madrasah Geruduk DPRD, Tuntut Perhatian Lebih

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

KEINDAHAN ALAM PAPUA - Keindahan sungai biru di Papua. (Indonesia.gi.id)

Polemik ‘Pesta Babi’ Bikin Narasi ‘Papua Bukan Tanah Kosong’ Viral Lagi

TEKEN KERJA SAMA--Prosesi penandatanganan oleh Kadaop 4 Semarang dan Kadaop lain dalam rangka pengamanan aset, Selasa (12/5/2206). (ist)

Nggak Mau Lahan KAI Diserobot, Daop 4 Semarang Minta Bantuan BPN

LCC BERMASALAH - Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalbar yang berujung polemik.

Berani Protes Juri LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar, Siswi SMAN 1 Pontianak Ditawari Beasiswa ke Tiongkok

Sepuluh Pemprov Kumpul di Semarang, Bahas Sampah sampai Tembok Laut Raksasa

Orang Jawa Itu Manusia Kerja Sekaligus Manusia Doa

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Inflasi di Jawa Tengah dipicu lima komoditas utama seperti cabai merah dan ayam ras. Gubernur Ahmad Luthfi membuat program guna menekan laju inflasi lewat Gerakan Petani Peduli Inflasi dan Gerakan Pangan Murah. Menurutnya, pengendalian inflasi harus dilakukan dari hulu melalui kolaborasi petani dan pemerintah.
EkonomiInfo

Inflasi Jateng: Dari Cabai Pedas sampai Emas, Tantangan dan Harapan di Tangan Luthfi–Yasin

Oktober 7, 2025
EkonomiInfo

Bank bjb Gelar RUPST, Susi Pudjiastuti eks Menteri KKP jadi Dewan Komisaris

April 28, 2026
Ekonomi

Rumus Baru, Nasib Lama: Buruh Tetap Mengeluh

November 10, 2025
Ekonomi

Luthfi Sidak Pasar Bunder Sragen: Harga Cabai Nggak “Pedas” Lagi di Kantong

Maret 18, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dalam 2025, 6 BPR Ambyar Modal Seret
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?