Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
Reading: Dukun Gadungan Lampung Selatan, Ritual Tipu-Tipu dan Jejak Sabu
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
© 2025 Bacaaja.co
Hukum

Dukun Gadungan Lampung Selatan, Ritual Tipu-Tipu dan Jejak Sabu

Awalnya, Dedi dikenal sebagai “orang pintar” di dusun Damar Lega. Ia sering menawarkan jasa ritual spiritual—mulai dari pelarisan, pengobatan, sampai penggandaan uang. Tapi di balik dupa dan kemenyan, ternyata tersimpan niat lain yang jauh dari kata suci.

Nugroho P.
Last updated: November 12, 2025 3:18 pm
By Nugroho P.
3 Min Read
Share
Dukun cabul.
SHARE

BACAAJA, LAMPUNG SELATAN – Warga Desa Suka Banjar, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, digegerkan lagi oleh kisah dukun gadungan yang bukan cuma tipu-tipu soal penggandaan uang, tapi juga kedapatan nyabu. Namanya Dedi, umur 40 tahun, dan aksinya bikin geleng kepala.

Awalnya, Dedi dikenal sebagai “orang pintar” di dusun Damar Lega. Ia sering menawarkan jasa ritual spiritual—mulai dari pelarisan, pengobatan, sampai penggandaan uang. Tapi di balik dupa dan kemenyan, ternyata tersimpan niat lain yang jauh dari kata suci.

Kasus ini terungkap setelah lima orang perempuan menjadi korban pelecehan dalam ritual yang seharusnya “pembersihan diri.” Polisi yang turun tangan langsung menemukan banyak kejanggalan.

“Ya, dari hasil tes urine, pelaku positif menggunakan narkotika,” kata Kasatreskrim Polres Lampung Selatan, AKP Indik Rusmono, Rabu (12/11/2025).

Temuan itu makin kuat setelah polisi menemukan alat hisap sabu di rumah Dedi. Tak hanya itu, ada juga dua gentong tanah liat, botol kemenyan, jam bermagnet, sampai pakaian milik korban yang digunakan dalam ritualnya.

“Dari hasil penyelidikan, total kerugian materi korban mencapai sekitar Rp7 juta,” ungkap Indik.

Namun, uang bukan satu-satunya yang dirampas pelaku. Kepercayaan dan rasa aman para korban ikut tercabik oleh dalih ritual.

Menurut penyidik, Dedi tidak punya pekerjaan tetap. Ia mengaku menjadikan “praktik spiritual” itu sebagai cara cepat untuk dapat uang—dan lebih parahnya, untuk memuaskan hawa nafsu.

“Aksi ini dilakukan pelaku demi memenuhi kebutuhan ekonomi dan hasrat pribadinya,” ujar Indik.

Setiap aksinya dirancang rapi. Dedi menampilkan diri seolah-olah bisa membaca aura dan nasib seseorang. Ia juga sering memakai istilah keagamaan agar terlihat meyakinkan di mata korban.

Warga sekitar awalnya tak menaruh curiga. Dedi sering membantu orang lewat “doa-doa khusus” dan sesajen sederhana. Tapi sejak kabar kasus pelecehan mencuat, wajah dukun itu kini jadi simbol penipuan.

Polisi kini menelusuri kemungkinan ada korban lain yang belum berani melapor. Sebab, cara Dedi beroperasi tergolong manipulatif dan memanfaatkan kelemahan psikologis korbannya.

“Biasanya korban dalam kondisi terdesak atau butuh solusi cepat, jadi mudah dipengaruhi,” kata Indik.

Kepolisian pun mengimbau agar masyarakat tidak gampang percaya dengan janji-janji penggandaan uang atau ritual gaib yang ujungnya minta biaya besar.

“Ini jadi pelajaran bersama. Kalau ada yang mengaku bisa gandakan uang, apalagi disertai tindakan tidak pantas, segera laporkan,” tegasnya.

Kasus Dedi bukan yang pertama, tapi jadi pengingat betapa masih banyak orang mudah tergoda oleh kata “instan.” Dalam urusan rezeki, ternyata tidak ada jalan pintas yang aman—apalagi kalau dibumbui sabu dan tipu daya.

Kini, dukun gadungan itu harus berhadapan dengan hukum. Sementara masyarakat kembali belajar: tidak semua dupa membawa doa, kadang cuma asap dari kebohongan. (*)

You Might Also Like

Mantan Bupati Purworejo Dicecar Soal BPR saat Jadi Saksi Sidang Korupsi di Semarang

Ini Negara Hukum Atau Negara Kuasa? Guru Besar UI Kritik Pedas KUHAP Baru

Polisi Jogja Aniaya Warga Semarang hingga Tewas Dibui 2,5 Tahun

Waduh, 10 Tentara di Semarang Ikut Jadi Korban Korupsi Kredit BRI

601 Kursi Desa di Pati Kosong, KPK: Ini Desa atau Ruang Tunggu?

TAGGED:dukundukun cabulnarkoba
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Teh Sangan Bedana, Cerita Hangat dari Dapur-dapur Desa
Next Article Tiga Hari Hujan, Cilacap Kewalahan Lawan Air dan Tanah

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

LLDIKTI VI: Saatnya Kampus Swasta Naik Kelas

Jateng Lagi Serius Garap Pariwisata

Sejumlah “calon haji cilik” dari TK Roudlotul Abidin Blanten, Nyatnyono, Ungaran Barat yang sedang menjalani manasik haji di Fatimah Zahra Semarang.

Gemes Maksimal! Puluhan ‘Calon Haji Cilik’ Ini Bikin Suasana Manasik Jadi Super Seru

Soal Sampah, Pemprov Gaspol Gerakan Bersih-Bersih Bareng

Mau Menang atau Kalah, MU Tetap Lucu Bahkan Bagi Saya yang Tidak Terlalu Suka Sepak Bola

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Hukum

Sidang Kasus May Day Semarang, Polisi Tak Mampu Tunjuk Hidung Pelaku Kericuhan

September 4, 2025
Ilustrasi warga binaan dalam penjara.
Hukum

Sudah Berlaku! Seks di Luar Nikah dan Living Together Bisa Bikin Masuk Penjara

Januari 3, 2026
Hukum

Transfer Nyasar Rp20 M, Koper Misterius, dan Drama Lahan 700 Hektare

Desember 3, 2025
Hukum

Jejak Sunyi Densus 88 Bongkar Rekrutmen Anak Lewat Dunia Maya

November 18, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dukun Gadungan Lampung Selatan, Ritual Tipu-Tipu dan Jejak Sabu
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?