Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dosen Cabul UIN Walisongo Semarang Kini ‘Bebas Tugas’
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Dosen Cabul UIN Walisongo Semarang Kini ‘Bebas Tugas’

R. Izra
Last updated: September 16, 2026 9:40 pm
By R. Izra
2 Min Read
Share
BERPIHAK KEPADA KORBAN - Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Kurnia Muhajar, berkomitmen penanganan dugaan kasus kekerasan seksual di UIN Walisongo berpihak kepada korban. (dul)
BERPIHAK KEPADA KORBAN - Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA), Kurnia Muhajar, berkomitmen penanganan dugaan kasus kekerasan seksual di UIN Walisongo berpihak kepada korban. (dul)
SHARE

BACAAJA, SEMARANG – Dosen UIN Walisongo Semarang yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap mahasiswa kini sudah dibebastugaskan dari seluruh aktivitas kampus.

Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Walisongo Semarang, Kurnia Muhajarah, mengatakan terduga pelaku tidak lagi menjalankan pengajaran, penelitian, maupun pengabdian masyarakat.

“Sejak kasus dugaan tersebut mencuat, UIN Walisongo Semarang telah mengambil tindakan tegas dengan membebaskan Terduga Pelaku dari seluruh aktivitas Tridharma Perguruan Tinggi,” kata Kurnia, Rabu (16/9/2026).

Pembebastugasan tersebut dilakukan di tengah proses penanganan kasus dugaan kekerasan seksual yang mencuat pada Mei 2026.

Bacaaja: Viral Lagi di TikTok, Nasib Dosen Cabul UIN Walisongo Ada di Tangan Kemenag
Bacaaja: Pria Begitar di Balik Dugaan Pelecehan Mahasiswi UIN Walisongo, Kampus Bentuk Tim Gabungan

PSGA bersama Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) kemudian membentuk tim investigasi untuk menelusuri dugaan tersebut.

Pada 10 Juni 2026, tim investigasi menyelesaikan penyelidikan dan menyerahkan laporan kepada Rektor UIN Walisongo.

Rektor kemudian membentuk Tim Penanganan Kekerasan Seksual pada 18 Juni 2026. Tim tersebut menyelesaikan tugasnya pada 22 Juni 2026 dan menyerahkan rekomendasi penjatuhan sanksi kepada rektor.

Namun, proses sanksi tidak berhenti di tingkat kampus. Pasalnya, terduga pelaku berstatus PNS, sementara sanksi yang direkomendasikan berada di bawah kewenangan Menteri Agama.

Rektor UIN Walisongo kemudian mengirimkan surat resmi kepada Kementerian Agama RI untuk memproses sanksi terhadap terduga pelaku.

Kurnia mengatakan hingga kini proses penjatuhan sanksi masih berlangsung di Kementerian Agama. UIN Walisongo menyatakan akan tetap mengawal proses tersebut hingga ada keputusan resmi.

Kasus ini sebelumnya mencuat setelah muncul unggahan di media sosial pada 5 Mei 2026 yang memuat dugaan pelecehan seksual verbal terhadap mahasiswi.

Informasi yang beredar saat itu menyebut terduga pelaku merupakan dosen yang juga menjabat sebagai ketua program studi di UIN Walisongo Semarang. (bae)

You Might Also Like

Gempa Sulut-Malut: 1 Korban Jiwa, 2.200 Warga Mengungsi

Respati Hadiri Localfest: Bikin Solo Makin Hype, Industri Kreatif Siap Ngebut!

Jenazah Korban Laka Maut Tol Krapyak Mulai Dipulangkan ke Rumah Duka

Kanwil Kemenkum-Bank Jateng Buka Peluang Kolaborasi

Sekolah Kemitraan, Andalan Jateng Atasi Keterbatasan Kuota

TAGGED:bebas tugasdibebastugaskandosen cabulheadlineuin walisongo semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak. Ade Safri Bilang Kasus Saham Gorengan PIPA Masuki Babak Baru, 2 Tersangka Sudah Dilimpahkan
Next Article PESAREAN SESEPUH--Pesarean Joyo Kusumo Panembahan Pragolapati berada di Kelurahan Cepoko, Gunungpati, Kota Semarang, Rabu (16/9/2026). (bae) Menziarahi Pesarean Panembahan Pragolapati di Cepoko Gunungpati

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

SOLIDARITAS EKOLOGIS - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Semarang menggelar aksi penanaman 350 bibit mangrove di Pantai Tirang, Semarang, Sabtu (31/10/2026).

PMKRI Semarang Tanam 350 Mangrove di Pantai Tirang: Solidaritas Ekologis Harus Ada Aksi Nyata!

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi.

MA Batalkan Suket, Budi Arie Projo Tegaskan Gibran Gak akan Mundur

Kalah di Perak, Kota Semarang Harus Puas Jadi Runner-up Xiangqi Porprov 2026

Agustina Minta Semua Suara Warga Didengar: Jangan Cuma yang Paling Keras!

Jangan Abaikan! Ini 5 Perubahan Payudara Kena Kanker

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Info

Dari Posyandu ke Amerika: Cerita Perempuan Semarang yang Bikin Dunia Noleh

April 21, 2026
Sepak Bola

Krisna Jhon Pilih Tetap Bersama PSIS

Juni 16, 2026
Info

Tiga Hari Hilang, Nenek Wakijem Ketemu Lemas di Hutan

Januari 6, 2026
Info

Niat Ingin Cepat Sampai, Malah Nyasar ke Hutan

Maret 23, 2026

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dosen Cabul UIN Walisongo Semarang Kini ‘Bebas Tugas’
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?