Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
  • Info
    • Ekonomi
      • Sirkular
    • Hukum
    • Olahraga
      • Sepak Bola
    • Pendidikan
    • Politik
      • Daerah
      • Nasional
  • Unik
    • Kerjo Aneh-aneh
    • Lakon Lokal
    • Tips
    • Viral
    • Plesir
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
Reading: Dituding Terima Uang Tutup Mulut, AMPB Duga Ada Pihak Sengaja Adu Domba Demonstran dan Ojol
Baca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.coBaca yang penting, yang penting baca - Bacaaja.co
Follow US
  • Info
  • Unik
  • Opini
  • Tumbuh
  • Fokus
© 2025 Bacaaja.co
Info

Dituding Terima Uang Tutup Mulut, AMPB Duga Ada Pihak Sengaja Adu Domba Demonstran dan Ojol

R. Izra
Last updated: Agustus 29, 2026 7:01 am
By R. Izra
4 Min Read
Share
Supriyono alias Botok bersama aktivis Pati lainnya mengikuti rapat di DPR.
Supriyono alias Botok bersama aktivis Pati lainnya mengikuti rapat di DPR.
SHARE

BACAAJA, JAKARTA — Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) buka suara terkait aksi meninggalkan Gedung DPR/MPR setelah aksi demonstrasi pada Kamis (27/8/2026) kemarin.

Pentolan AMPB Suripyanto alias Botok membantah tudingan kepulangan mereka karena telah menerima uang tutup mulut dari pimpinan DPR RI.

Botok menyatakan, massa dari Pati memutuskan meninggalkan Senayan karena menilai aksi demonstrasi mulai tidka kondusif.

“Narasi kami menerima amplop (uang tutup mulut) itu hoaks,” tegas Botok, Jumat (28/8/2026).

Bacaaja: “Kami Pulang Dulu”, Warga Pati Pamit setelah Bikin Kesepakatan dengan Pimpinan DPR RI
Bacaaja: Akhirnya DPR Kasih Kepastian, RUU Perampasan Aset Diketok Desember

Sementara itu, Koordinator AMPB, Teguh, menduga ada pihak tertentu yang sengaja memecah solidaritas antara demonstran dan para pengemudi ojol.

Menurut Teguh, ada orang-orang yang diduga sengaja ditempatkan atau bahkan dibayar untuk memancing keributan.

“Banyak orang-orang ini memang diplot atau disewa, disuruh memang untuk bikin kisruh,” kata Teguh.

Teguh menyebut kelompok seperti itu bisa saja masuk ke tengah situasi aksi tanpa punya kepentingan dengan tuntutan yang dibawa AMPB. Tujuannya, kata dia, cuma satu. Membuat warga saling berhadapan.

“Yang penting saat ada demo, diadu sesama warga untuk bikin kisruh,” ujarnya.

Jaga hubungan baik dengan ojol

Di tengah isu tersebut, AMPB mengaku justru berusaha menjaga hubungan dengan komunitas ojol dan kelompok masyarakat lainnya. Teguh mengatakan solidaritas menjadi hal penting.

Caranya dengan menjaga komitmen, tetap konsisten, dan sebisa mungkin menghindari benturan antarmasyarakat.

“Kalau menjaga solidaritas itu yang paling penting kami di AMPB menjaga komitmen dan konsistensi. Yang kedua, kita menghindari benturan antarwarga masyarakat,” jelasnya.

AMPB juga menyoroti pengamanan selama aksi berlangsung.

Teguh menilai aparat sebenarnya sudah mengetahui kelompok-kelompok yang berpotensi membuat kericuhan.

Namun, ia menduga ada pembiaran terhadap situasi tertentu yang kemudian bisa dijadikan alasan untuk membubarkan demonstrasi.

“Polisi sebenarnya tahu peta-petanya, demo di Jakarta hampir tiap hari, orang-orangnya sudah dipetakan. Kenapa masih dibiarkan?” katanya.

Menurut Teguh, aksi yang berjalan tertib seharusnya tidak menjadi alasan untuk dibubarkan.

Ia kemudian melontarkan analogi soal cara kerja aparat.

“Polisi itu pakai robot yang bisa diremot. Kalau disuruh jalan ke utara ya jalan ke utara, ke selatan ya selatan. Tergantung remotnya yang pegang siapa,” ujarnya.

Sebelumnya, AMPB menggelar aksi di depan Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026). Setelah massa meninggalkan Jakarta dan dalam perjalanan pulang ke Pati, muncul video seorang perempuan mengenakan jaket ojol.

Dalam video tersebut, perempuan itu mengaku kecewa kepada AMPB. Ia menilai massa Pati tidak berterima kasih kepada pengemudi ojol yang disebut ikut membantu mengawal aksi.

Teguh langsung membantah mengenal perempuan tersebut. Ia juga mengaku tidak pernah berkomunikasi dengan yang bersangkutan.

“Tidak ada yang kenal, ngobrol saja tidak pernah,” tegas Teguh.

Bagi AMPB, video tersebut justru memunculkan pertanyaan baru soal kemungkinan adanya pihak yang berusaha memecah hubungan antara massa Pati dan komunitas ojol.

Namun, sampai saat ini, dugaan soal adanya pihak yang sengaja menyusup, dibayar, atau mengadu domba tersebut masih merupakan klaim dari AMPB. Belum ada bukti atau keterangan resmi yang membuktikan tudingan tersebut. (*)

You Might Also Like

Kepedulian di Tengah Duka, Bupati Temanggung Turun Langsung Jemput Jenazah Warganya

HP Android Kebanyakan Iklan, Ternyata Ada Cara Bikin Anteng

Puntung Rokok Diduga Bikin Lereng Slamet Nyaris Terbakar

Ekonomi Semarang 5,37 Persen: Nggak Ngebut Banget, Tapi Konsisten

SMANKO, Cetak Atlet Berprestasi Tanpa Tinggalkan Rapor

TAGGED:aliansi masyarakat pati bersatuampbheadlineojoluang tutup mulut
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp
Previous Article SEPAKAT KERJA SAMA - PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Tengah memperluas sinergi dengan dunia pendidikan melalui kerja sama Kelas Industri bersama SMK Nusa Bhakti Semarang melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk Program Keahlian Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT). PLN Icon Plus Buka Ruang Belajar Industri bagi Siswa TJKT SMK Nusa Bhakti Semarang
Next Article Dari Infak Jadi Ambulans, Warga Kalipancur Buktikan Gotong Royong Tak Cuma Jadi Pajangan

Ikuti Kami

FacebookLike
InstagramFollow
TiktokFollow

Must Read

November Mulai Basah, Musim Hujan Jateng Bisa 8 Bulan

Demi Challenge Rp1 Juta, Pemuda Bondowoso Lecehkan Al Quran

Jejak Karier Nanang Haryono, Kapolresta Sleman Sehari-Semalam

Belum Genap 24 Jam Pimpin Sleman, Nanang Langsung Dimutasi

COD Emas Batangan Rp250 Juta Berujung Perampokan di Kediri

- Advertisement -
Ad image

You Might Also Like

Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Info

Kasus Karhutla Jateng Melonjak 700 Persen, Timbulkan Kerugian Miliaran Rupiah

Agustus 27, 2026
Hukum

Ratusan Pendukung Minta Sudewo Dibebaskan

Juni 15, 2026
Info

Tragis! Terobos Palang, Pemotor dan Siswa SD di Semarang Tewas Tersambar Kereta

Juli 20, 2026
Timnas U-23 yang bermain dalam kualifikasi Piala Asia U-23 tahun 2025. Dalam laga perdana, Garuda Muda ditahan imbang Timnas U-23 Laos 0-0. Foto: dok.
Sepak Bola

Timnas U-23 Indonesia Gagal Menang Lawan Laos di Laga Perdana Kualifikasi Piala Asia U-23

September 4, 2025

Diterbitkan oleh PT JIWA KREASI INDONESIA

  • Kode Etik Jurnalis
  • Redaksi
  • Syarat Penggunaan (Term of Use)
  • Tentang Kami
  • Kaidah Mengirim Esai dan Opini
Reading: Dituding Terima Uang Tutup Mulut, AMPB Duga Ada Pihak Sengaja Adu Domba Demonstran dan Ojol
© Bacaaja.co 2026
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?