BACAAJA, SEMARANG- Dinas Perdagangan Kota Semarang bersama Satpol PP mulai mensterilkan kawasan di dalam dan sekitar Lapangan Simpang Lima dari aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL).
Penataan ini dilakukan karena Simpang Lima bakal menjadi venue utama pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional. Saat ini, kawasan tersebut tengah dipenuhi aktivitas pemasangan berbagai peralatan untuk kebutuhan acara.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva mengatakan, sterilisasi dilakukan bukan sekadar agar kawasan terlihat rapi. Ada urusan keselamatan yang harus jadi perhatian.
“Sekarang sedang dilakukan pemasangan peralatan atau equipment untuk pembukaan MTQ Nasional. Kalau PKL tetap berjualan di sana kondisinya sangat membahayakan keselamatan, baik PKL maupun pengunjung,” kata Aniceto, kemarin.
Baca juga: Sambut Ramadan dan MTQ Nasional, Pemkot Bagikan 20 Ribu Alquran
Menurutnya, proses persiapan acara melibatkan pekerjaan konstruksi dan kelistrikan yang memiliki risiko cukup tinggi. Misalnya, ada tarikan kabel sling yang berpotensi putus atau instalasi listrik yang bisa menimbulkan korsleting.
Kalau sudah terjadi di tengah keramaian, urusannya tentu bukan lagi sekadar lapak harus geser. “Misalkan ada tarikan kabel sling lalu sling putus kena PKL atau pengunjung bagaimana? Atau ada konslet lalu kena strum gimana? Jadi kita sebetulnya malah ingin melindungi semuanya, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.
Meski begitu, Pemkot Semarang memastikan para PKL tidak ditinggal begitu saja. Mereka tetap diperbolehkan mencari rezeki selama pelaksanaan MTQ Nasional, hanya titik berjualannya yang akan diatur ulang.
Momentum Ekonomi
Bahkan, gelaran MTQ Nasional dinilai bisa menjadi momentum ekonomi tersendiri. Ribuan peserta dan pengunjung dari berbagai daerah diperkirakan datang ke Semarang, yang tentu saja bisa membuka peluang bagi UMKM hingga pedagang kaki lima.
“Pelaksanaan MTQ Nasional akan mendatangkan banyak orang dari seluruh Indonesia sehingga akan menggerakkan ekonomi Kota Semarang termasuk PKL,” ucapnya.
Untuk sementara, PKL tidak diperkenankan berjualan di dalam Lapangan Simpang Lima. Sebagai gantinya, mereka akan diarahkan ke sejumlah kawasan di sekitar lokasi.
Baca juga: Jelang MTQ Nasional, Agustina “Sowan Tour” ke Ulama
“Nantinya PKL bisa tetap berjualan, tidak di dalam lapangan tapi di sekitaran Simpang Lima, misalkan di Jalan Ahmad Dahlan, Jalan Pahlawan, dan sekitarnya,” jelasnya.
Tak cuma Simpang Lima, penataan pedagang juga akan dilakukan di sejumlah titik penyelenggaraan MTQ Nasional lainnya. Total ada 14 venue yang tersebar di berbagai wilayah Kota Semarang.
“Lebih lanjut nanti akan diatur penempatan UMKM dan PKL di venue-venue MTQ sebanyak 14 lokasi,” pungkasnya. Simpang Lima sendiri dijadwalkan menjadi pusat perhatian dalam pembukaan MTQ Nasional. Karena itu, kawasan tersebut kini mulai ditata dan disiapkan agar acara besar itu berjalan aman dan lancar.
PKL memang diminta geser, tapi jangan sampai rezekinya ikut digeser terlalu jauh. Toh, tamu dari seluruh Indonesia datang bukan cuma buat melihat panggung, perut mereka juga pasti punya agenda sendiri. (tebe)

