BACAAJA, SEMARANG- Pemerintah provinsi di seluruh Indonesia telah menetapkan UMP dan UMK 2026 yang mulai berlaku 1 Januari mendatang. Dari hasil penetapan itu, ada 10 daerah dengan UMK di atas Rp5 juta per bulan, dan semuanya terkonsentrasi di kawasan industri padat modal.
Posisi puncak ditempati Kota Bekasi dengan UMK Rp5.992.931,93, disusul Kabupaten Bekasi sebesar Rp5.938.885, dan Kabupaten Karawang di urutan ketiga dengan Rp5.886.852,34. Jakarta berada di peringkat keempat lewat UMP Rp5.729.876 per bulan.
Daerah lain yang masuk daftar Rp5 juta ke atas antara lain Depok, Cilegon, Bogor, Kota Tangerang, Tangerang Selatan, hingga Kabupaten Tangerang. Secara garis besar, wilayah penyangga ibu kota mendominasi, sejalan dengan karakter industrinya yang padat modal dan biaya hidup yang tinggi.
Baca juga: UMK 2026 di Jateng dari Tertinggi hingga Terendah
Sementara itu, di Jateng belum satu pun daerahnya menembus UMK Rp5 juta. Kota Semarang masih menjadi pemegang UMK tertinggi. Untuk 2026, besarannya berada di kisaran Rp3,7-3,9 juta per bulan. Angka ini memang paling tinggi di Jateng, tapi jika dibandingkan dengan Bekasi, selisihnya masih hampir Rp2 juta.
Di sisi lain, UMK terendah di Jawa Tengah berada di wilayah selatan dan pegunungan seperti Banjarnegara, Wonosobo, dan Wonogiri, dengan kisaran Rp2,3 jutaan. Artinya, jika dibandingkan UMK tertinggi nasional, jaraknya nyaris tiga kali lipat.
Struktur Ekonomi
Kenapa Jateng Berbeda?
Struktur ekonomi jadi kunci. Jateng masih didominasi industri padat karya, UMKM, pertanian, dan jasa, bukan kawasan industri berat seperti di Bekasi atau Karawang.
Biaya hidup juga relatif lebih rendah, sehingga kebijakan upah lebih menekankan keseimbangan antara kemampuan pengusaha dan perlindungan pekerja.
Di satu sisi, UMK yang lebih rendah membuat Jateng tetap menarik bagi investor padat karya. Di sisi lain, tantangannya adalah meningkatkan kualitas pekerjaan, bukan sekadar menambah jumlahnya.
Baca juga: Apindo Jateng Kecewa UMP 2026 Naik Tinggi, Bikin Pengusaha Megap-megap
Data UMK 2026 memperlihatkan kontras yang makin jelas: Bekasi dan sekitarnya: gaji tinggi, biaya hidup tinggi, industri padat modal. Sementara Jateng gaji moderat, biaya hidup lebih ramah, industri padat karya. Pilihan hidup pekerja pun ikut terbelah, antara mengejar angka besar atau stabilitas hidup.
UMK Rp5 juta memang menggoda, tapi di Jateng hidup masih bisa jalan tanpa harus kejar gaji sambil kejar napas. Tinggal satu PR klasik: semoga gaji yang “cukup” ini tetap sejalan dengan harga beras, kontrakan, dan kopi yang belakangan doyan ikut naik juga. (tebe)
10 Daerah dengan UMK 2026 di Atas Rp5 Juta:
- Kota Bekasi – Rp5.992.931,93 (naik 5,31 persen)
- Kabupaten Bekasi – Rp5.938.885 (naik 6,84 persen)
- Kabupaten Karawang – Rp5.886.852,34 (naik 5,12 persen)
- Jakarta – Rp5.729.876 (naik 6,17 persen)
- Kota Depok – Rp5.522.662 (naik 6,29 persen)
- Kota Cilegon – Rp5.469.922,59 (naik 6,67 persen)
- Kota Bogor – Rp5.437.203 (naik 6,05 persen)
- Kota Tangerang – Rp5.399.405,69 (naik 6,5 persen)
- Kota Tangerang Selatan - Rp5.247.870 (naik 5,5 persen)
- Kabupaten Tangerang – Rp5.210.377 (naik 6,31 persen)

