BACAAJA, YOGYAKARTA- Rekrutan anyar PSIS Semarang, Jonathan Ezequiel Bustos, tak bisa menyembunyikan rasa antusiasnya setelah resmi menjadi bagian dari skuad Mahesa Jenar untuk menghadapi kompetisi musim 2026/27.
Gelandang serang asal Argentina berusia 32 tahun itu mengaku senang bisa kembali merasakan atmosfer sepak bola Indonesia setelah sempat berkarier di Bolivia bersama The Strongest.
Bagi Bustos, Indonesia bukan tempat yang asing. Sebelum bergabung dengan PSIS, ia pernah memperkuat Borneo FC, PSS Sleman, Persela Lamongan, hingga Malut United FC. Pengalaman tersebut membuatnya merasa lebih mudah untuk kembali beradaptasi.
“Saya sangat senang bisa bergabung dengan PSIS. Ini adalah klub yang memiliki sejarah besar dan suporter yang luar biasa. Setelah sempat bermain di Bolivia, saya juga senang bisa kembali ke Indonesia karena saya sudah mengenal kompetisi dan merasa nyaman bermain di sini,” ujar Bustos.
Baca juga: Deri Corfe Resmi Pemain Asing Pertama PSIS
Tak sekadar datang sebagai pemain baru, Bustos membawa target besar bersama Mahesa Jenar. Ia ingin memberikan kontribusi maksimal agar PSIS mampu mewujudkan ambisi promosi ke Super League pada musim ini.
“Saya datang dengan semangat untuk bekerja keras setiap hari dan membantu tim dengan kemampuan yang saya miliki. Semoga kehadiran saya bisa memberikan dampak positif bagi PSIS dan kami dapat bersama-sama mencapai target promosi ke Super League. Saya berharap bisa segera beradaptasi dengan tim dan menikmati setiap proses yang ada di sini,” lanjutnya.
Lebih Cepat
Proses adaptasi Bustos diperkirakan akan berjalan lebih cepat. Pasalnya, di dalam skuad PSIS ia kembali bertemu beberapa sosok yang sudah dikenalnya.
Ada Hari Nur Yulianto dan Ray Redondo, yang pernah menjadi rekan setimnya, serta Pelatih Fisik PSIS Gaselly Jun Panam, yang sebelumnya juga pernah bekerja sama dengannya saat membela Malut United.
Menurut Bustos, kehadiran wajah-wajah lama tentu menjadi nilai tambah. Namun, yang paling penting baginya adalah membangun kekompakan dengan seluruh pemain agar PSIS tampil solid sepanjang musim.
Baca juga: Krisna Jhon Pilih Tetap Bersama PSIS
“Tentu menyenangkan bisa bertemu lagi dengan beberapa teman lama. Saya mengenal mereka sebagai pribadi yang baik dan profesional. Semoga itu bisa membantu proses adaptasi saya, tetapi yang terpenting sekarang adalah membangun chemistry dengan seluruh pemain agar kami bisa menjadi tim yang solid sepanjang musim,” tutup Bustos.
Pulang ke Indonesia bagi Jonathan Bustos bukan sekadar nostalgia. Kini yang ditunggu bukan hanya aksi olah bolanya, tetapi apakah sentuhan kaki kirinya benar-benar bisa menjadi tiket PSIS kembali ke kasta tertinggi. Karena di sepak bola, adaptasi memang penting, tapi promosi tetap jadi bahasa yang paling dipahami suporter. (tebe)

